Jakarta | Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Museum Nasional Indonesia, yang lebih dikenal sebagai Museum Gajah, di Jakarta pada Senin, 12 Oktober. Kunjungan tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Museum Indonesia yang diperingati setiap tanggal 12 Oktober. Dalam kesempatan itu, Presiden tidak datang seorang diri. Ia menjelajahi area museum bersama sejumlah anak sekolah yang turut mengikuti kegiatan tersebut.
Kehadiran Prabowo bersama para pelajar menjadi bagian utama dari suasana peringatan Hari Museum Indonesia di Museum Gajah. Anak-anak sekolah tampak mendampingi Presiden saat berada di lingkungan museum. Kegiatan itu memperlihatkan keterlibatan pelajar dalam momen peringatan yang berlangsung di salah satu institusi kebudayaan penting di Jakarta.
Informasi mengenai kunjungan tersebut diketahui melalui unggahan di media sosial pribadi Presiden Republik Indonesia. Dalam unggahan itu, kegiatan Prabowo di Museum Nasional Indonesia menjadi perhatian, terutama karena dilakukan bersama sejumlah anak sekolah. Museum Nasional Indonesia atau Museum Gajah merupakan lokasi yang dipilih untuk memperingati Hari Museum Indonesia pada 12 Oktober.
Kunjungan Presiden dan keterlibatan para pelajar menempatkan museum sebagai ruang pertemuan pemimpin negara dan generasi muda dalam momentum peringatan tersebut. Prabowo terlihat menyusuri area Museum Gajah bersama anak-anak sekolah pada hari peringatan itu. Rangkaian informasi yang dibagikan melalui media sosial pribadi Presiden menjadi sumber pemberitaan mengenai kegiatan di Jakarta tersebut.
Dengan demikian, peristiwa pada Senin, 12 Oktober itu berpusat pada kunjungan Prabowo ke Museum Nasional Indonesia serta kebersamaannya dengan sejumlah pelajar. Kegiatan tersebut berlangsung dalam rangka memperingati Hari Museum Indonesia, yang diperingati setiap 12 Oktober. Museum Gajah menjadi lokasi berlangsungnya momen ketika Presiden menjelajahi area museum bersama anak-anak sekolah.
Presiden Prabowo Subianto menelusuri berbagai koleksi bersejarah di Museum Nasional Indonesia dalam rangkaian perayaan Hari Museum Indonesia. Peninjauan tersebut menjadi kesempatan bagi Presiden untuk melihat secara langsung peninggalan yang merekam perjalanan panjang kehidupan dan kebudayaan di Nusantara. Koleksi yang diamati mencakup peninggalan dari zaman purba serta zaman prasejarah, sehingga kegiatan ini memperlihatkan kekayaan sejarah yang tersimpan di Museum Gajah.
Selama melihat koleksi museum, Presiden Prabowo didampingi Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Pendampingan tersebut berlangsung ketika Presiden mengamati benda-benda bersejarah yang menjadi bagian dari koleksi Museum Nasional Indonesia. Kehadiran Menteri Kebudayaan menegaskan perhatian pemerintah terhadap pelestarian, pengenalan, dan pemanfaatan warisan budaya bagi masyarakat, termasuk generasi muda yang mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam peninjauan itu, turut hadir Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Mereka mendampingi rangkaian kegiatan Presiden di Museum Gajah bersama anak-anak sekolah. Kehadiran para pelajar memberikan suasana tersendiri dalam peringatan Hari Museum Indonesia, karena museum menjadi ruang untuk mengenal peninggalan masa lalu secara lebih dekat.
Titiek Soeharto, Fadli Zon, Teuku Riefky, dan anak-anak sekolah yang hadir mengenakan atasan bermotif batik dengan warna yang sama. Keseragaman busana tersebut tampak dalam rombongan ketika mereka mengikuti kegiatan peninjauan koleksi. Perpaduan kunjungan Presiden, pendampingan para pejabat, dan kehadiran pelajar menunjukkan bahwa pengenalan sejarah dapat berlangsung bersama dalam lingkungan museum. Melalui kegiatan itu, koleksi dari zaman purba dan zaman prasejarah kembali menjadi bagian penting dari peringatan nasional yang mengajak masyarakat menghargai warisan budaya Indonesia.
Setelah meninjau koleksi museum, Prabowo melanjutkan rangkaian kegiatannya dengan berinteraksi bersama para pelajar yang hadir. Presiden berbincang dengan beberapa anak sekolah dalam kesempatan tersebut. Pertemuan itu menjadi bagian dari kunjungan yang memperlihatkan keterlibatan pelajar dalam peringatan Hari Museum Indonesia di Museum Gajah. Interaksi berlangsung secara langsung setelah peninjauan koleksi, sebelum kegiatan berlanjut ke sesi berikutnya.
Prabowo kemudian berfoto bersama para pelajar. Momen tersebut turut dibagikan melalui unggahan di media sosial pribadi Presiden. Dalam unggahan itu, Presiden bersama para pelajar menyampaikan ucapan “Selamat Hari Museum Indonesia”. Ucapan tersebut menjadi penanda peringatan hari khusus bagi museum sekaligus mendokumentasikan kebersamaan Prabowo dan anak-anak sekolah dalam kunjungan itu.
Setelah sesi foto selesai, anak-anak sekolah bernyanyi bersama. Kegiatan tersebut melengkapi rangkaian interaksi Presiden dengan para pelajar setelah peninjauan koleksi museum. Urutannya berlangsung dari perbincangan, dilanjutkan dengan foto bersama dan penyampaian ucapan Hari Museum Indonesia, kemudian ditutup dengan nyanyian bersama para siswa. Seluruh rangkaian itu berlangsung sebagai bagian dari kegiatan Prabowo memperingati Hari Museum Indonesia di Museum Gajah bersama pelajar.
Setelah menghadiri kegiatan Hari Museum Indonesia bersama para pelajar di Museum Gajah, Presiden Prabowo Subianto kembali ke Istana Kepresidenan Republik Indonesia, Jakarta. Di tempat tersebut, Presiden menerima Menteri Kebudayaan Fadli Zon untuk membahas perkembangan pelestarian dan pengelolaan warisan budaya nasional.
Dalam pertemuan itu, Fadli Zon menyampaikan laporan mengenai percepatan revitalisasi sejumlah aset budaya di berbagai daerah. Pembahasan mencakup museum, keraton, istana, serta berbagai peninggalan lain yang memiliki nilai sejarah dan kebudayaan bagi Indonesia. Revitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga keberadaan, kondisi, dan fungsi warisan budaya agar tetap terpelihara.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan percepatan revitalisasi dan penataan lebih dari 200 titik sepanjang 2026. Titik-titik tersebut meliputi museum, cagar budaya, keraton, istana, benteng, serta aset budaya lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia. Penataan dilakukan sebagai bagian dari agenda pemerintah dalam memperkuat pemeliharaan warisan budaya bangsa.
Menurut keterangan Teddy, laporan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut memberikan gambaran mengenai cakupan lokasi dan objek yang menjadi perhatian pemerintah. Setiap aset budaya memiliki karakter, sejarah, dan kebutuhan penanganan yang berbeda, sehingga proses revitalisasi dan penataan mencakup beragam bentuk pekerjaan sesuai kondisi masing-masing lokasi. Penjelasan mengenai pertemuan Presiden Prabowo dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon itu disampaikan di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada Senin.
Baca juga: Puspsi TNI Bersama Kodim 1612/Manggarai dan Yonif TP 834/WM Berikan Trauma Healing kepada Penyintas Gempa | BABINSA BERSAMA DAMKAR DAN RELAWAN PADAMKAN KEBAKARAN LAHAN DI HARAPAN BARU | CEGAH KARHUTLA SEJAK DINI, MABES TNI EDUKASI GURU DAN PELAJAR SMA 10 SAMARINDA

