KB Bank Tawarkan Obligasi Subordinasi Rp500 Miliar dengan Kupon hingga 9,30%

KB Bank Tawarkan Obligasi Subordinasi Rp500 Miliar dengan Kupon hingga 9,30%

Jakarta | PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP), yang dikenal dengan nama KB Bank, memulai penawaran obligasi subordinasi dengan nilai total Rp500 miliar. Penerbitan ini dilakukan melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV KB Bank Tahap II Tahun 2026. Dalam penawaran tersebut, perseroan menawarkan kupon hingga 9,30%.

Program PUB Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV KB Bank memiliki target penghimpunan dana secara keseluruhan sebesar Rp1 triliun. Dengan demikian, penerbitan tahap II senilai Rp500 miliar menjadi bagian dari rangkaian aksi pendanaan yang telah ditetapkan perseroan melalui program tersebut. Penawaran ini juga menandai kelanjutan penerbitan obligasi subordinasi yang sebelumnya dilakukan pada tahap I tahun 2025.

Pada tahap pertama, KB Bank menerbitkan obligasi subordinasi dengan nilai pokok Rp248 miliar. Penerbitan tahap II pada 2026 memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan tahap sebelumnya, sehingga menjadi perkembangan lanjutan dalam pelaksanaan PUB yang disiapkan oleh bank.

Informasi tambahan ringkas mengenai penerbitan obligasi subordinasi tersebut diterbitkan pada 12 Oktober 2026. Dokumen itu memuat keterangan terkait penawaran Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV KB Bank Tahap II Tahun 2026, termasuk nilai penerbitan yang mencapai Rp500 miliar dan struktur program PUB dengan target total Rp1 triliun.

Penawaran ini memperlihatkan langkah KB Bank dalam melanjutkan agenda penerbitan instrumen utang subordinasi di pasar modal. Sebagai bagian dari struktur permodalan bank, obligasi subordinasi memiliki karakteristik berbeda dari obligasi senior, termasuk kedudukannya dalam hal pembayaran apabila terjadi kondisi tertentu. Detail mengenai jadwal, ketentuan penawaran, serta informasi lain yang berkaitan dengan penerbitan mengacu pada dokumen tambahan ringkas yang dipublikasikan perseroan pada tanggal tersebut.

Penawaran obligasi subordinasi KB Bank senilai total Rp500 miliar dibagi ke dalam dua seri dengan karakteristik yang berbeda. Pembagian ini memberikan pilihan kepada investor berdasarkan tingkat kupon dan jangka waktu investasi yang sesuai dengan strategi masing-masing. Seri A memiliki porsi terbesar dalam penawaran, sedangkan Seri B menawarkan tingkat bunga yang lebih tinggi dengan tenor yang lebih panjang.

Seri A ditawarkan dengan nilai pokok Rp425 miliar. Obligasi pada seri ini memberikan tingkat bunga tetap sebesar 8,95% per tahun dan memiliki tenor lima tahun. Dengan struktur tersebut, Seri A akan memberikan pembayaran bunga secara berkala selama periode berlakunya obligasi, sebelum pokoknya dilunasi pada saat jatuh tempo.

Sementara itu, Seri B memiliki nilai penawaran sebesar Rp75 miliar, dengan tingkat bunga tetap 9,30% per tahun dan tenor tujuh tahun. Tingkat kupon Seri B merupakan yang tertinggi dalam penawaran ini. Imbal hasil tersebut menjadi salah satu perbedaan utama dibandingkan Seri A, meskipun Seri B juga mengharuskan investor menempatkan dana untuk jangka waktu yang lebih lama.

Pembayaran bunga untuk kedua seri dilakukan setiap tiga bulan. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 16 Januari 2027, kemudian dilanjutkan secara berkala sesuai jadwal yang ditetapkan hingga masing-masing obligasi mencapai tanggal jatuh tempo. Mekanisme pembayaran triwulanan memungkinkan investor menerima arus kas secara rutin selama masa investasi.

Pokok Seri A akan dilunasi sekaligus pada 16 Januari 2031, bertepatan dengan berakhirnya tenor lima tahun. Adapun pokok Seri B akan jatuh tempo dan dibayarkan sekaligus pada 16 Januari 2033, setelah menjalani tenor tujuh tahun. Dengan demikian, investor perlu memperhatikan bukan hanya perbedaan kupon, tetapi juga jadwal pengembalian pokok dan durasi penempatan dana pada setiap seri.

Pelaksanaan penawaran umum Obligasi Subordinasi KB Bank direncanakan berlangsung dalam beberapa tahapan yang saling berurutan. Tahap pertama adalah masa penawaran, yang dijadwalkan dibuka pada 12 Oktober 2026 dan berlangsung hingga 13 Oktober 2026. Dalam periode tersebut, calon investor diperkirakan dapat menyampaikan pemesanan sesuai ketentuan yang tercantum dalam prospektus serta memperhatikan prosedur pemesanan yang ditetapkan oleh pihak terkait. Karena seluruh tanggal tersebut merupakan jadwal yang direncanakan, pelaksanaannya tetap bergantung pada pemenuhan persyaratan dan ketentuan yang berlaku.

Setelah masa penawaran berakhir, proses berikutnya adalah penjatahan. Tanggal penjatahan Obligasi Subordinasi KB Bank dijadwalkan pada 14 Oktober 2026. Pada tahap ini, pesanan investor akan diproses berdasarkan mekanisme penjatahan yang telah ditetapkan. Hasil penjatahan nantinya menjadi dasar untuk menentukan jumlah obligasi yang diperoleh masing-masing pemesan. Investor juga perlu memperhatikan informasi resmi yang disampaikan emiten atau pihak penjamin pelaksana emisi apabila terdapat ketentuan tambahan, perubahan jadwal, atau pemberitahuan lain terkait proses tersebut.

Tahapan selanjutnya, yaitu pengembalian uang pemesanan dan distribusi obligasi, direncanakan berlangsung pada 16 Oktober 2026. Pengembalian uang pemesanan ditujukan bagi pemesan yang tidak memperoleh penjatahan, atau memperoleh jumlah obligasi lebih rendah daripada nilai pesanan, sesuai mekanisme yang berlaku. Pada tanggal yang sama, distribusi obligasi kepada investor yang mendapatkan penjatahan juga direncanakan dilakukan. Setelah seluruh tahapan tersebut, Obligasi Subordinasi KB Bank dijadwalkan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 19 Oktober 2026. Pencatatan ini direncanakan menjadi tahap lanjutan yang memungkinkan obligasi diperdagangkan melalui pasar sekunder sesuai peraturan bursa dan ketentuan pasar modal. Dengan demikian, rangkaian jadwal yang tersedia mencakup penawaran pada 12-13 Oktober, penjatahan pada 14 Oktober, pengembalian dana dan distribusi pada 16 Oktober, serta rencana pencatatan di BEI pada 19 Oktober 2026.

Penerbitan obligasi subordinasi KB Bank memperoleh peringkat AA(idn), atau double A, dari PT Fitch Ratings Indonesia. Peringkat ini menunjukkan penilaian Fitch Ratings Indonesia terhadap penerbitan tersebut sebagaimana tercantum dalam keterbukaan informasi perseroan. Konfirmasi atas peringkat tersebut kembali diberikan pada 23 September 2026, sehingga status pemeringkatan menjadi salah satu informasi penting bagi investor dalam menilai instrumen yang ditawarkan.

Selain informasi mengenai peringkat, keterbukaan informasi KB Bank juga memuat kondisi keuangan bank berdasarkan laporan per 30 Juni 2026. Dalam periode tersebut, KB Bank membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp19,02 miliar. Angka ini dapat dibandingkan dengan kinerja pada tahun-tahun sebelumnya, yakni rugi tahun berjalan sebesar Rp6,33 triliun pada 2024 dan laba tahun berjalan Rp66,59 miliar pada 2025. Penyajian angka tersebut memberikan gambaran mengenai posisi hasil usaha bank dalam beberapa periode pelaporan.

Dari sisi neraca, total aset KB Bank per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp93,01 triliun. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan total aset pada akhir Desember 2025 yang mencapai Rp89,79 triliun. Pada tanggal pelaporan yang sama, total liabilitas tercatat Rp84,75 triliun, sedangkan total ekuitas mencapai Rp8,26 triliun.

Data keuangan tersebut disampaikan dalam keterbukaan informasi sebagai bagian dari informasi terbaru mengenai KB Bank dan penerbitan obligasi subordinasi. Dengan demikian, investor dapat mencermati peringkat AA(idn), perkembangan laba tahun berjalan, serta posisi aset, liabilitas, dan ekuitas berdasarkan laporan per 30 Juni 2026 ketika mengevaluasi informasi terkait penawaran obligasi.