Sport  

Tiga Korban Kapal Virgo Transport 8 Berhasil Diidentifikasi, Total 72 Jenazah

Tiga Korban Kapal Virgo Transport 8 Berhasil Diidentifikasi, Total 72 Jenazah

BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan mengumumkan keberhasilan mengidentifikasi tiga jenazah korban kapal Virgo Transport 8. Pengumuman tersebut disampaikan pada Jumat sebagai bagian dari perkembangan terbaru penanganan korban kecelakaan kapal yang masih menjadi perhatian publik.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Kalimantan Selatan, Kombes Pol dr Much Sofwan, menyampaikan bahwa proses identifikasi terhadap ketiga jenazah telah selesai pada Kamis (8/10). Dengan demikian, tim DVI dapat memastikan identitas korban berdasarkan pemeriksaan dan pencocokan data yang dilakukan sesuai prosedur.

Pengungkapan identitas ini menjadi langkah penting bagi keluarga korban. Kepastian tersebut membantu keluarga memperoleh informasi yang jelas mengenai anggota keluarga mereka sekaligus mendukung proses pemulangan dan pemakaman jenazah. Tim DVI terus bekerja secara cermat agar setiap jenazah dapat dikenali melalui data antemortem dan postmortem yang tersedia.

Dalam penanganan bencana dengan jumlah korban besar, proses identifikasi membutuhkan ketelitian serta koordinasi petugas medis, kepolisian, dan pihak terkait lainnya. Setiap temuan harus dicocokkan sebelum identitas diumumkan kepada keluarga dan masyarakat. Karena itu, penyampaian informasi dilakukan secara bertahap setelah hasil pemeriksaan dinyatakan sesuai.

Identifikasi tiga korban terbaru tersebut menambah jumlah jenazah yang telah berhasil dikenali dari keseluruhan korban kapal Virgo Transport 8. Hingga laporan ini disampaikan, total 72 jenazah korban telah teridentifikasi. Polda Kalimantan Selatan masih melanjutkan proses pemeriksaan terhadap jenazah lain yang belum memperoleh kepastian identitas, dengan tetap mengutamakan akurasi dan penghormatan kepada para korban.

Tiga korban kapal Virgo Transport 8 telah berhasil diidentifikasi oleh tim yang menangani proses identifikasi jenazah. Ketiganya berasal dari daerah yang berbeda, sehingga pencatatan identitas dan asal wilayah menjadi bagian penting dalam penyampaian informasi kepada keluarga serta masyarakat. Korban pertama adalah Muhammad Anwaril Ma’arif, laki-laki berusia 18 tahun yang tercatat berasal dari Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan. Identitas tersebut menjadi penanda resmi bagi keluarga untuk memperoleh kepastian mengenai keberadaan korban.

Korban kedua bernama Mochamad Supardi, berusia 74 tahun dan berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Sementara itu, korban ketiga adalah Supiani, perempuan berusia 45 tahun yang berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Data usia, nama, dan daerah asal masing-masing korban dicatat secara terpisah untuk mencegah kekeliruan dalam proses pemberitahuan maupun penyerahan jenazah. Rincian ini juga membantu menghubungkan hasil identifikasi dengan laporan keluarga yang sebelumnya disampaikan kepada petugas.

Proses pengenalan jenazah dilakukan melalui pencocokan data primer berupa DNA. Pemeriksaan tersebut digunakan untuk memastikan kesesuaian biologis jenazah dan keluarga pembanding, sehingga hasilnya memiliki dasar ilmiah yang kuat. Setelah kecocokan DNA diperoleh, hasil identifikasi diperkuat dengan data sekunder, lain ciri medis serta properti yang dikenakan atau dibawa korban. Ciri medis dapat mencakup informasi fisik yang relevan, sedangkan properti menjadi petunjuk pendukung dalam mencocokkan identitas. Penggunaan beberapa sumber data secara berlapis menunjukkan bahwa penetapan identitas dilakukan secara cermat, bukan hanya berdasarkan pengenalan visual. Dengan demikian, tiga korban tersebut dinyatakan teridentifikasi berdasarkan rangkaian pemeriksaan yang saling melengkapi, sementara informasi mengenai korban lain tetap menunggu proses verifikasi lebih lanjut.

Perkembangan terbaru dalam operasi pencarian, evakuasi, dan identifikasi korban kapal Virgo Transport 8 menunjukkan kemajuan penting. Tiga jenazah tambahan berhasil dikenali oleh tim Disaster Victim Identification (DVI), sehingga jumlah korban yang telah teridentifikasi kini mencapai 72 orang. Pengenalan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pemeriksaan yang dilakukan secara bertahap, berdasarkan pencocokan data antemortem dan postmortem.

Operasi SAR Virgo Transport 8 disebut sebagai salah satu operasi terbesar dalam lima tahun terakhir. Besarnya skala operasi dipengaruhi oleh jumlah korban, kondisi lokasi kejadian, serta kebutuhan untuk melakukan pencarian dan evakuasi secara menyeluruh. Setiap jenazah yang ditemukan harus melalui proses penanganan sesuai prosedur sebelum diserahkan kepada tim identifikasi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari seluruh jasad yang telah diterima di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, tercatat terdapat 82 jenazah. Dengan 72 korban yang sudah berhasil diidentifikasi, masih terdapat 10 jenazah yang proses pemeriksaannya belum selesai. Tim DVI masih bekerja untuk mencocokkan berbagai data, termasuk rekam medis, informasi gigi, sidik jari, ciri antropologi, serta data pendukung lain yang disampaikan keluarga.

Proses identifikasi dilakukan secara cermat agar setiap jenazah dapat dipastikan identitasnya sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Pemeriksaan tidak hanya bertujuan memastikan nama korban, tetapi juga memberikan kepastian bagi keluarga dan mendukung proses pemulangan serta pemakaman. Tim terkait terus memperbarui data dan melakukan verifikasi apabila terdapat informasi tambahan dari keluarga korban.

Dengan demikian, penanganan korban masih berlangsung meskipun sebagian besar jenazah telah dikenali. Penyelesaian terhadap 10 jenazah yang tersisa menjadi fokus berikutnya bagi tim DVI di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Perkembangan identifikasi akan disampaikan setelah seluruh tahapan pemeriksaan dan pencocokan data memenuhi standar yang ditetapkan.

Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Nur Khamid menyampaikan bahwa kepolisian masih terus mendampingi keluarga korban selama menunggu proses evakuasi dan identifikasi. Pendampingan tersebut dilakukan agar keluarga tetap memperoleh informasi terkait tahapan penanganan jenazah yang masih berlangsung, termasuk proses pencarian, evakuasi, serta pencocokan identitas korban.

Menurut Nur Khamid, proses identifikasi menjadi bagian penting dalam penanganan musibah kapal Virgo Transport 8. Setelah jenazah ditemukan dan dievakuasi, petugas melakukan pemeriksaan untuk memastikan identitasnya sebelum diserahkan kepada keluarga. Karena itu, keluarga korban masih diminta menunggu hingga seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai prosedur yang berlaku.

Kepolisian juga menyatakan harapan agar korban yang masih tersisa dapat segera ditemukan. Selain itu, setiap korban yang berhasil dievakuasi diharapkan dapat diidentifikasi sehingga keluarga memperoleh kepastian mengenai anggota keluarganya. Harapan tersebut menjadi bagian dari perhatian kepolisian selama proses penanganan masih berjalan.

Pendampingan kepada keluarga akan terus dilakukan selama proses evakuasi dan identifikasi berlangsung. Polda Kalimantan Selatan tetap memberikan perhatian terhadap kebutuhan informasi keluarga, sembari menunggu hasil pencarian dan pemeriksaan terhadap jenazah yang ditemukan. Dengan demikian, keluarga korban dapat mengikuti perkembangan proses tersebut hingga identitas seluruh korban yang berhasil ditemukan diketahui.

Nur Khamid kembali menyampaikan harapan agar korban yang masih tersisa dapat ditemukan dan diidentifikasi. Kepastian identitas diharapkan dapat segera diterima oleh keluarga, sementara kepolisian tetap mendampingi mereka sepanjang proses evakuasi dan identifikasi korban kapal Virgo Transport 8 berlangsung.