Kabupaten Karangasem, Bali, menjadi lokasi perkara penganiayaan yang melibatkan seorang anggota polisi. Peristiwa tersebut diduga berawal dari perselisihan mengenai sebuah video yang diunggah ke media sosial. Video itu disebut memperlihatkan korban menyalakan sepeda motor di depan rumahnya. Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi pertengkaran ketika korban menanyakan alasan terlapor mengunggah rekaman tersebut.
Korban bernama I Gede Bagiada. Saat menanyakan hal tersebut, ia diduga mengalami kekerasan fisik. Terlapor berinisial IPT diduga memukul dan mendorong I Gede Bagiada hingga terjatuh. Peristiwa itu kemudian dilaporkan korban kepada Polres Karangasem untuk ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Laporan tersebut menjadi dasar bagi kepolisian untuk melakukan langkah penanganan terhadap dugaan penganiayaan.
Dalam perkembangan perkara, polisi mengamankan IPT di rumahnya. Penanganan kasus selanjutnya dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal atau Satreskrim Polres Karangasem. Aparat menyelidiki dugaan kekerasan yang muncul setelah adanya perselisihan terkait unggahan video di media sosial tersebut. Perkara ini diproses berdasarkan laporan yang telah disampaikan kepada kepolisian.
Atas dugaan perbuatannya, IPT dijerat Pasal 466 ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP. Pasal tersebut mengatur mengenai penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Penerapan pasal itu menjadi dasar hukum dalam penanganan perkara yang kini berada di bawah kewenangan Satreskrim Polres Karangasem. Seluruh proses hukum terhadap terlapor berlangsung melalui mekanisme yang berlaku.
Ribuan suporter tim nasional Indonesia memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, pada Senin malam hingga Selasa dini hari. Mereka merayakan keberhasilan skuad Garuda menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menundukkan Thailand dalam pertandingan yang berlangsung dramatis. Dukungan dan antusiasme publik terlihat sejak pertandingan berakhir, ketika para suporter mulai berdatangan dan memenuhi sejumlah titik di sekitar Jalan Jenderal Sudirman hingga Bundaran HI.
Indonesia memastikan kemenangan dengan skor 4-2 melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga waktu pertandingan berakhir. Hasil tersebut memicu euforia besar di kalangan pendukung. Flare dan kembang api dinyalakan, sementara suporter bernyanyi, meneriakkan yel-yel, serta berjoget di sepanjang ruas jalan. Perayaan berlangsung meriah dan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kebanggaan atas pencapaian tim nasional di turnamen tersebut.
Ramainya massa sempat membuat arus lalu lintas di sekitar Jalan Jenderal Sudirman dan Bundaran HI tersendat. Kendati demikian, situasi secara umum tetap kondusif. Aparat TNI-Polri melakukan pengamanan serta membantu mengatur pergerakan massa dan kendaraan di lokasi perayaan. Kehadiran petugas turut menjaga agar kegiatan berlangsung tertib, meskipun jumlah suporter terus bertambah hingga dini hari.
Setelah suasana perayaan mulai mereda, para suporter secara bertahap meninggalkan kawasan Bundaran HI. Mereka membubarkan diri dengan tertib sehingga kondisi jalan perlahan kembali normal. Perayaan tersebut menunjukkan besarnya dukungan publik terhadap tim nasional Indonesia sekaligus menandai momen kemenangan yang dirayakan bersama di ruang publik Jakarta.
Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada Senin, 5 Oktober 2026. Upacara tersebut berlangsung di Lapangan Prima Mabes TNI, Jakarta, sebagai bagian dari agenda nasional untuk memperingati perjalanan dan pengabdian TNI bagi negara. Kehadiran Presiden dalam kegiatan utama ini menegaskan posisi peringatan HUT TNI sebagai momentum penting dalam kehidupan kenegaraan sekaligus ruang untuk menyampaikan arah kebijakan pertahanan.
Rangkaian acara tersebut turut diisi dengan peresmian sejumlah satuan baru di lingkungan TNI oleh Prabowo. Peresmian ini menjadi salah satu agenda penting dalam peringatan HUT ke-81, karena menandai hadirnya unsur organisasi dan satuan yang akan memperkuat pelaksanaan tugas TNI. Agenda itu berlangsung dalam suasana upacara resmi dan diikuti oleh jajaran TNI serta para undangan yang hadir di Lapangan Prima Mabes TNI. Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa peringatan ulang tahun tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga berkaitan dengan perkembangan kelembagaan TNI.
Sambutan Presiden Prabowo menjadi fokus utama dalam upacara itu. Dalam pidatonya, ia menyampaikan kriteria mengenai TNI yang hebat. Pernyataan tersebut menjadi bagian penting dari pesan yang disampaikan kepada jajaran TNI pada peringatan tahun ini. Namun, bahan yang tersedia tidak memuat rincian mengenai kriteria yang dimaksud, sehingga pembahasannya terbatas pada penyebutan bahwa Presiden menguraikan gambaran mengenai TNI yang hebat. Dengan demikian, agenda HUT ke-81 TNI di Jakarta mencakup kepemimpinan upacara oleh Presiden, peresmian satuan-satuan baru, serta penyampaian sambutan yang menyoroti ukuran penting bagi kekuatan dan kualitas TNI.
Letjen TNI Lucky Avianto ditunjuk sebagai komandan upacara dalam rangkaian peringatan HUT TNI yang diselenggarakan di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap. Dalam posisi tersebut, ia memimpin jalannya upacara yang menjadi salah satu agenda utama peringatan hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia. Penunjukan ini berlangsung ketika Lucky menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III.
Lucky Avianto merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1996. Dalam pendidikan militernya, ia meraih predikat Adhi Makayasa, penghargaan yang diberikan kepada lulusan terbaik. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia menjalani berbagai penugasan di lingkungan TNI dan memperoleh pengalaman dalam tugas komando, operasi keamanan, serta misi internasional.
Salah satu jabatan yang pernah diembannya adalah Komandan Grup 1 Kopassus. Dalam rekam tugasnya, Lucky juga tercatat mengikuti operasi keamanan di Maluku dan Aceh. Kedua penugasan tersebut menjadi bagian dari perjalanan kedinasannya dalam melaksanakan tugas pengamanan di wilayah Indonesia.
Selain penugasan di dalam negeri, Lucky Avianto pernah terlibat dalam misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia bertugas di Lebanon melalui United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Ia juga menjalankan misi di Republik Demokratik Kongo melalui United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO). Pengalaman tersebut melengkapi riwayat penugasannya sebelum memimpin upacara HUT TNI di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, dalam kapasitasnya sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III.

