Ibu Selamatkan Anak dari Kebakaran Rumah Makan di Rawamangun

Ibu Selamatkan Anak dari Kebakaran Rumah Makan di Rawamangun

PADANG, SUMATERA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Seorang perempuan menyelamatkan seorang anak laki-laki berusia sekitar empat tahun ketika kebakaran melanda sebuah rumah makan Padang di kawasan Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur. Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena proses penyelamatan berlangsung dari lantai tiga bangunan yang dilanda api. Di tengah situasi kebakaran, perempuan itu berupaya membawa anak tersebut keluar dari bangunan melalui bangunan yang berada di sebelahnya.

Berdasarkan keterangan saksi, perempuan tersebut melempar anak laki-laki itu dari lantai tiga menuju bangunan di sebelah rumah makan. Setelah anak itu berada di bangunan sebelah, perempuan tersebut kemudian ikut melompat ke lokasi yang sama. Tindakan itu dilakukan saat kebakaran masih menjadi ancaman di rumah makan Padang tersebut, sehingga jalur penyelamatan melalui bangunan yang berdampingan dipilih untuk menjauh dari sumber api.

Aksi penyelamatan tersebut merupakan bagian utama dari peristiwa kebakaran yang terjadi di Rawamangun. Kesaksian mengenai perempuan yang lebih dahulu memindahkan anak dari lantai tiga menggambarkan situasi genting yang dihadapi penghuni bangunan saat kebakaran berlangsung. Anak laki-laki yang diperkirakan berusia empat tahun itu diselamatkan dengan cara dilempar ke bangunan sebelah, sebelum perempuan tersebut menyusul dengan melompat ke tempat yang sama. Informasi mengenai kejadian ini bersumber dari keterangan saksi di lokasi. Adapun kondisi anak dan perempuan itu setelah proses penyelamatan belum disampaikan dalam bahan informasi yang tersedia.

Kronologi awal kebakaran rumah makan di Rawamangun diketahui dari keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi. Salah seorang saksi sedang membersihkan saluran air ketika melihat asap hitam muncul dari bagian atas bangunan. Tidak lama kemudian, kobaran api tampak semakin besar dan terlihat menjalar di area lantai tiga serta lantai empat rumah makan tersebut.

Perubahan kondisi api yang cepat membuat saksi segera mengambil tindakan dengan menghubungi petugas pemadam kebakaran. Saksi juga menghubungi Polsek Pulogadung untuk melaporkan kejadian tersebut. Laporan itu menjadi informasi awal bagi petugas terkait dalam merespons kebakaran dan melakukan penanganan di lokasi.

Berdasarkan keterangan Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi, laporan awal mengenai kebakaran dan aksi penyelamatan disampaikan oleh para saksi. Keterangan tersebut mencakup pengamatan saksi terhadap asap hitam dan kobaran api yang membesar di bagian atas bangunan, serta tindakan menghubungi petugas pemadam kebakaran dan Polsek Pulogadung.

Dalam kejadian itu, informasi mengenai aksi penyelamatan seorang ibu terhadap anaknya juga menjadi bagian dari laporan awal yang diterima. Penyelamatan tersebut berlangsung ketika api terlihat membesar di lantai tiga dan lantai empat rumah makan. Keterangan para saksi membantu memberikan gambaran awal mengenai situasi sebelum petugas datang dan menangani kebakaran di lokasi.

Dalam kejadian kebakaran rumah makan di Rawamangun tersebut, tercatat lima orang mengalami luka. Informasi mengenai jumlah korban itu menjadi bagian dari laporan penanganan setelah insiden berlangsung. Seluruh korban kemudian dibawa ke rumah sakit agar dapat memperoleh penanganan medis. Pembawaan korban ke fasilitas kesehatan dilakukan sebagai langkah penanganan setelah mereka terdampak dalam kejadian kebakaran itu.

Berdasarkan informasi rujukan yang tersedia, dua orang korban dirawat di Rumah Sakit (RS) Persahabatan. Keterangan tersebut menunjukkan bahwa RS Persahabatan menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang menerima korban dari lokasi kejadian. Namun, informasi yang ada tidak mencantumkan identitas kedua korban tersebut maupun rincian mengenai luka yang dialami masing-masing.

Sementara itu, tiga orang korban lainnya juga sempat dirujuk ke RS Persahabatan. Setelah itu, ketiganya dirujuk dari RS Persahabatan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk memperoleh penanganan medis. Rujukan tersebut merupakan bagian dari alur perawatan yang disebutkan dalam sumber, tanpa keterangan tambahan mengenai alasan medis atau tingkat keparahan luka.

Dengan demikian, total terdapat lima korban luka yang dibawa ke rumah sakit dalam rangka mendapatkan perawatan. Rinciannya, dua orang menjalani perawatan di RS Persahabatan, sedangkan tiga orang lainnya dirujuk dari rumah sakit tersebut ke RSCM. Tidak terdapat informasi yang dapat digunakan untuk menyimpulkan kondisi terbaru, tingkat keparahan luka, ataupun identitas para korban. Karena itu, keterangan mengenai korban terbatas pada jumlah serta tujuan rujukan medis yang tercantum dalam laporan.

Kebakaran yang menghanguskan rumah makan Padang tersebut berlangsung pada Jumat, 9 Oktober 2026, sekitar pukul 07.35 WIB. Peristiwa itu terjadi di sebuah rumah makan yang beralamat di Jalan Pegambiran Nomor 45B, RT 013/RW 08, Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.

Lokasi kebakaran berada di kawasan permukiman dan aktivitas warga, sehingga kejadian tersebut segera mendapat perhatian setelah asap serta kobaran api terlihat dari bangunan rumah makan. Petugas penanggulangan kebakaran dan penyelamatan kemudian dikerahkan untuk menangani api serta memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman. Penanganan juga dilakukan untuk mencegah api merambat ke bangunan lain yang berada di sekitar rumah makan.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur Abdul Wahid mengatakan, kebakaran diduga terjadi akibat kebocoran gas dari tabung gas kompor. Keterangan tersebut masih menjadi dugaan berdasarkan informasi awal mengenai sumber api di area rumah makan. Petugas terkait tetap melakukan penanganan dan pendataan di lokasi guna memastikan rangkaian kejadian serta dampak yang ditimbulkan.

Dengan demikian, lokasi, waktu, dan dugaan penyebab menjadi bagian penting dalam penanganan peristiwa ini. Kebakaran tercatat terjadi di rumah makan Padang di Jalan Pegambiran Nomor 45B, Rawamangun, pada Jumat pagi. Adapun penyebabnya diduga berkaitan dengan kebocoran gas dari tabung gas kompor, sebagaimana disampaikan Abdul Wahid. Penyebab pasti masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang, sehingga informasi tersebut belum dapat dinyatakan sebagai kesimpulan final.