Dua Pencuri Angkut Sepeda Motor dari Rumah Warga di Pancoran Mas

Dua Pencuri Angkut Sepeda Motor dari Rumah Warga di Pancoran Mas

DEPOK, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026, Seorang warga di Jalan Masjid Al Barkah, Pancoran Mas, Depok, kehilangan sepeda motor metik dari rumahnya pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kendaraan tersebut diketahui tidak lagi berada di halaman rumah sekitar pukul 05.30 WIB, ketika orang tua korban hendak berangkat bekerja. Sepeda motor itu biasanya digunakan oleh anak korban untuk mendukung aktivitasnya sehari-hari, terutama sebagai sarana transportasi menuju tempat kerja.

Hilangnya kendaraan baru diketahui saat keluarga bersiap memulai kegiatan pagi. Ketika memeriksa area halaman, mereka mendapati sepeda motor yang sebelumnya terparkir di rumah sudah tidak berada di tempatnya. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. Berdasarkan informasi awal, kendaraan diduga dibawa oleh dua orang pelaku yang masuk dan mengambilnya dari lingkungan rumah warga pada waktu sebelum kejadian diketahui.

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra, membenarkan adanya laporan kehilangan sepeda motor di kawasan Pancoran Mas tersebut. Ia menyampaikan bahwa petugas telah menerima informasi mengenai kejadian dan melakukan penanganan sesuai prosedur. Polisi selanjutnya mengumpulkan keterangan dari korban serta pihak keluarga, termasuk menelusuri kemungkinan rekaman kamera pengawas dan informasi lain di sekitar lokasi. Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku dan mengetahui secara pasti rangkaian pencurian kendaraan bermotor tersebut. Bagi keluarga, hilangnya sepeda motor bukan hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga mengganggu mobilitas anak korban yang mengandalkan kendaraan itu untuk pergi bekerja.

Sebelum pencurian terjadi, sepeda motor milik keluarga korban berada di dalam rumah, bukan diparkir di tepi jalan atau tempat terbuka. Anak korban baru saja pulang bekerja dan membawa kendaraan tersebut masuk ke area rumah yang dilengkapi pagar. Setelah memarkirkan sepeda motor di halaman bagian dalam, ia menutup pagar untuk membatasi akses dari luar.

Ia kemudian memastikan kendaraan berada dalam kondisi terkunci. Selain menutup pagar rumah, anak korban juga mengunci setang sepeda motor sebelum masuk ke dalam untuk beristirahat. Langkah tersebut dilakukan karena ia merasa kendaraan sudah ditempatkan di lokasi yang cukup aman dan tidak mudah dijangkau oleh orang lain. Situasi rumah pun tampak normal ketika ia meninggalkan sepeda motor pada malam hari.

Namun, kondisi berubah pada pagi harinya. Orang tua korban lebih dahulu menyadari bahwa sepeda motor tersebut tidak terlihat di halaman rumah. Keberadaan kendaraan yang sebelumnya diparkir di dalam pagar menimbulkan keheranan, sebab tidak ada pemberitahuan bahwa motor itu akan dibawa keluar atau digunakan oleh anggota keluarga lain.

Setelah mengetahui kendaraan tidak berada di tempat semula, orang tua korban segera memberi tahu anaknya mengenai kehilangan tersebut. Anak korban kemudian memeriksa kembali area rumah dan memastikan bahwa sepeda motor yang diparkir setelah pulang bekerja memang sudah tidak ada. Peristiwa itu menunjukkan bahwa pelaku diduga mampu membawa kendaraan keluar dari area rumah meskipun sepeda motor telah dikunci setang dan pagar dalam keadaan tertutup.

Keluarga korban selanjutnya berupaya memastikan kronologi kejadian serta mencari informasi mengenai kemungkinan waktu kendaraan dibawa pergi. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi korban untuk melaporkan pencurian kepada pihak berwenang agar penyelidikan dapat dilakukan.

Setelah mengetahui sepeda motornya hilang, korban kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas yang terpasang di sekitar rumah. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui waktu dan cara pelaku membawa kendaraan tersebut. Dari rekaman CCTV, terlihat dua orang masuk ke area rumah warga pada dini hari. Keduanya tampak bekerja sama saat mengeluarkan sepeda motor dari dalam rumah.

Dalam rekaman itu, sepeda motor tidak dibawa dengan cara menyalakan mesin. Kedua pelaku justru mengangkat atau menggotong kendaraan tersebut secara bersama-sama. Mereka terlihat memindahkan motor secara perlahan menjauh dari rumah hingga akhirnya keluar dari jangkauan kamera. Cara itu membuat pergerakan mereka dapat dilakukan tanpa menimbulkan suara mesin di sekitar lokasi kejadian.

Kedua orang yang diduga sebagai pelaku tampak mengenakan topi ketika menjalankan aksinya. Rekaman memperlihatkan keduanya saling membantu membawa sepeda motor meninggalkan rumah. Namun, setelah keluar dari area yang terpantau kamera, keberadaan mereka tidak lagi terlihat dalam rekaman. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian menjadi salah satu petunjuk mengenai rangkaian pencurian yang terjadi di rumah warga di Pancoran Mas.

Berdasarkan dugaan dalam keterangan AKP Hendra, cara mengangkat motor kemungkinan dipilih untuk mencegah suara mesin terdengar oleh korban. Dengan tidak menyalakan kendaraan, pelaku dapat mengurangi risiko membangunkan penghuni rumah atau menarik perhatian warga sekitar. Dari waktu yang tercatat pada kamera, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB. Rekaman tersebut juga menunjukkan bahwa aksi dilakukan secara terencana, dengan dua orang berbagi tugas membawa motor hingga menjauh dari rumah.

Setelah kejadian pencurian sepeda motor dilaporkan, anggota Polsek Pancoran Mas mendatangi lokasi rumah warga yang menjadi tempat kejadian. Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan informasi dan mencermati kondisi di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan awal atas laporan pencurian yang melibatkan dua orang pelaku.

Dalam olah TKP, polisi menindaklanjuti keadaan tempat kejadian sesuai kebutuhan penyelidikan. Kasus pencurian sepeda motor tersebut masih dalam penyelidikan Polsek Pancoran Mas. Kepolisian belum menyampaikan perkembangan lebih lanjut terkait proses penyelidikan. Penanganan perkara terus dilakukan berdasarkan informasi dan temuan yang diperoleh dari lokasi kejadian.

Polres Metro Depok mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika memarkir sepeda motor, baik di rumah maupun di tempat lain. Kendaraan sebaiknya ditempatkan di lokasi yang aman dan mudah diawasi. Pemilik juga disarankan menggunakan kunci ganda sebagai perlindungan tambahan. Pengamanan berlapis dapat membantu mencegah pencurian sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku. Masyarakat diharapkan tidak mengabaikan keamanan kendaraan, terutama ketika diparkir dalam waktu tertentu atau pada lokasi yang minim pengawasan.