BOJONEGORO, – Bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, ST., turut mendampingi Menteri Lingkungan Hidup (LH) Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, mengunjungi Pasar Wisata Bojonegoro dalam rangka agenda Korve Kebersihan untuk mendukung Gerakan Indonesia Asri.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jum’at (6/3/2026) sore, merupakan bagian dari upaya bersama untuk mendorong budaya pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.
Turut menyambut kunjungan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia ini diantaranya Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, Asisten dan Staf Ahli, serta para Kepala OPD dan Camat.
Korve Kebersihan lingkungan untuk mendukung Gerakan Indonesia Asri di Kabupaten Bojonegoro ini diawali dengan Apel Bersama yang dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup. Apel Bersama ini juga diikuti oleh berbagai unsur dari TNI, Polri, Satpol PP, PLN, Pramuka dan tenaga kebersihan.
Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya dapat hadir langsung di Bojonegoro dan bertemu dengan masyarakat. Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam menjaga kebersihan lingkungan yang dinilai telah dilakukan secara rutin.
Menurut dia, gerakan kebersihan ini juga merupakan upaya menstimulasi budaya pengelolaan sampah sebagaimana menjadi perhatian Presiden Republik Indonesia. Ia menilai keterlibatan seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
“Secara nasional kami ingin Bojonegoro menjadi daerah dengan penanganan lingkungan yang sangat kuat. Kami berharap pemerintah daerah bersama masyarakat dapat terus bergandeng tangan dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menghadirkan simbol bahwa Bojonegoro adalah kabupaten yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan,” ujarnya.
Selain itu, Menteri Hanif Faisol Nurofiq, juga mendorong agar pada tahun 2026 masyarakat semakin aktif melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Hal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam menuntaskan persoalan sampah melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh elemen masyarakat.
Ia menambahkan bahwa Bojonegoro memiliki potensi besar untuk menjadi contoh daerah yang berhasil dalam pengelolaan lingkungan. Dengan harapan, Kabupaten Bojonegoro dapat meraih penghargaan Adipura pada tahun mendatang.
“Saya akan mendampingi penuh Kabupaten Bojonegoro. Apa yang perlu dikomunikasikan dan disupport akan kami bantu, sehingga di bawah kepemimpinan Bupati Bojonegoro kita semua mampu menghadirkan kota dengan predikat bersih dan menjadi suri tauladan dalam bidang lingkungan,” tambahnya.
Setelah pelaksanaan Apel, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Kemudian seluruh peserta mengikuti aksi korve atau kerja bakti membersihkan kawasan Pasar Wisata Bojonegoro.
Aksi bersih-bersih ini dilakukan di dua titik, yakni di area Pasar Wisata Bojonegoro dan Pasar Burung. Sampah yang terkumpul kemudian ditimbang terlebih dahulu sebelum diangkut menggunakan dump truck untuk dibawa ke tempat pengelolaan sampah.

