PALEMBANG, SUMATERA SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Dua pemuda, AM (22) dan NK (23), menjadi korban pengeroyokan setelah dituduh mencuri sepeda motor di Palembang. Peristiwa tersebut berujung tragis ketika AM mengalami luka serius akibat serangan massa. Ia menderita luka tusuk pada bagian dada dan punggung setelah dikeroyok oleh sejumlah orang yang menduga keduanya terlibat dalam pencurian kendaraan bermotor.
Akibat luka yang dialaminya, kondisi AM terus memburuk saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Pemuda tersebut akhirnya meninggal dunia sebelum mendapatkan perawatan lebih lanjut. Kabar itu menambah keprihatinan atas aksi main hakim sendiri, terutama karena tuduhan terhadap korban belum tentu terbukti melalui proses hukum. Peristiwa ini juga menunjukkan risiko besar dari penyebaran dugaan kejahatan tanpa adanya pemeriksaan dan penanganan oleh pihak berwenang.
Sementara itu, NK masih berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin Palembang. Ia mendapatkan penanganan medis untuk luka-luka yang dideritanya setelah menjadi sasaran amuk massa. Keadaan NK masih menjadi perhatian karena tingkat keparahan cedera yang dialami dalam kejadian tersebut.
Dalam insiden itu, seorang pemuda lain berinisial NV berhasil menyelamatkan diri dari pengeroyokan. NV dilaporkan dapat menghindari serangan massa sehingga tidak mengalami nasib serupa dengan AM dan NK. Perbedaan nasib ketiga pemuda tersebut menggambarkan cepatnya situasi berubah menjadi kekerasan setelah muncul tuduhan pencurian. Penanganan kasus selanjutnya diharapkan dapat mengungkap rangkaian kejadian secara jelas, termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam pengeroyokan serta kebenaran dari tuduhan pencurian sepeda motor tersebut.
Peristiwa yang menimpa AM dan NK bermula di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, pada Kamis (8/10/2026) dini hari. Saat itu, keduanya diketahui sedang membantu NV mendorong sepeda motor milik temannya yang mengalami mogok di kawasan tersebut. Motor itu tidak dapat digunakan sehingga perlu dipindahkan secara manual ke tempat yang lebih aman atau mudah mendapatkan bantuan.
Ketika AM, NK, dan NV sedang mendorong kendaraan tersebut, sekelompok orang yang tidak dikenal tiba-tiba datang menghampiri. Kelompok itu kemudian meneriaki mereka dengan sebutan maling. Teriakan tersebut membuat situasi di lokasi berubah dan menarik perhatian orang-orang di sekitar. Tuduhan itu diduga muncul karena para pemuda tersebut terlihat mendorong sepeda motor pada waktu dini hari, meskipun mereka menyatakan tidak sedang melakukan tindak pidana.
AM dan NK membantah tudingan tersebut. Mereka menjelaskan bahwa keberadaan mereka di lokasi semata-mata untuk membantu NV memindahkan sepeda motor yang mogok. Karena merasa tidak melakukan pencurian, para korban disebut tetap bersikap biasa dan tidak berusaha melarikan diri. Mereka juga menghadapi kelompok tersebut untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi kendaraan serta alasan mereka berada di jalan.
Namun, penjelasan itu tidak serta-merta meredakan keadaan. Percakapan kedua pihak kemudian berkembang menjadi adu mulut. Para pemuda yang berada di lokasi berusaha mempertahankan keterangan mereka, sementara kelompok tersebut tetap melontarkan tudingan dan mempertanyakan kepemilikan sepeda motor. Situasi yang awalnya hanya berupa salah paham saat membantu mendorong kendaraan itu pun menjadi tegang. Perkembangan berikutnya menyebabkan AM dan NK mengalami tindakan kekerasan, dengan AM dilaporkan meninggal dunia dan NK berada dalam kondisi kritis.
Cekcok yang semula terjadi AM, NK, dan NV dengan sejumlah orang di Palembang berubah menjadi tindakan kekerasan. Perselisihan tersebut memicu pengeroyokan ketika massa menyerang ketiganya secara bersama-sama. Dalam situasi itu, AM dan NK menjadi sasaran utama hingga mengalami sejumlah luka di tubuh. Serangan berlangsung cukup parah, bahkan salah satu atau beberapa pelaku diduga menggunakan pisau dalam aksi tersebut.
Luka paling serius dialami AM dan NK setelah keduanya terkena tusukan dari massa. Sementara itu, NV berhasil melarikan diri dari lokasi ketika pengeroyokan berlangsung. AM dan NK tidak mampu menyelamatkan diri karena mengalami cedera berat. Keduanya kemudian terkapar di pinggir jalan setelah para pelaku meninggalkan tempat kejadian. Kondisi tersebut membuat warga sekitar segera memberikan pertolongan dan menghubungi pihak terkait.
Warga kemudian mengevakuasi AM dan NK ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, kondisi AM sudah sangat mengkhawatirkan akibat luka serius yang dideritanya. Ia meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sementara itu, NK langsung menjalani perawatan medis setibanya di fasilitas kesehatan. Hingga penanganan dilakukan, NK dilaporkan berada dalam kondisi kritis akibat luka-luka, termasuk luka tusuk yang dialaminya dalam pengeroyokan tersebut. Peristiwa ini kemudian menjadi perhatian karena cekcok berujung pada kekerasan berat dan menimbulkan korban jiwa.
Kapolsek Ilir Barat I Palembang, Kompol Fauzi Saleh, membenarkan perkembangan terbaru kasus pengeroyokan terhadap tiga orang yang sebelumnya dituduh mencuri motor. Keterangan tersebut disampaikan pada Jumat (9/10/2026). Dalam peristiwa itu, satu korban meninggal dunia, satu korban masih menjalani perawatan, sedangkan satu orang lainnya selamat dan kini sedang dimintai keterangan oleh penyidik.
Fauzi menjelaskan, dugaan pencurian tersebut muncul setelah para korban terlihat mendorong sebuah sepeda motor yang mengalami mogok. Situasi kemudian berkembang menjadi cekcok korban dan sejumlah orang di lokasi. Perselisihan itu berujung pada tindakan kekerasan secara bersama-sama terhadap para korban.
Untuk mengungkap rangkaian kejadian dan mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, polisi telah menyita rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi. Rekaman tersebut sedang dipelajari sebagai salah satu alat bukti, termasuk untuk mencocokkan waktu kejadian, pergerakan orang di tempat tersebut, serta ciri-ciri terduga pelaku.
Polisi menyatakan masih memerlukan waktu untuk memastikan identitas dan ciri-ciri para pelaku. Penyidik juga terus mengumpulkan keterangan dari saksi serta memeriksa orang yang selamat dalam kejadian tersebut. Langkah itu dilakukan agar perkara dapat diproses secara menyeluruh dan berdasarkan bukti yang cukup.
Kompol Fauzi meminta masyarakat bersabar dan tidak menarik kesimpulan sendiri sebelum penyelidikan selesai. Kepolisian berkomitmen mengungkap kasus tersebut hingga tuntas, menindak pihak yang terbukti terlibat sesuai ketentuan hukum, serta memberikan kepastian hukum bagi korban dan keluarganya.

