Denpasar | Puluhan warga tetap bertahan dalam antrean panjang di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berada di Jalan Tukad Pakerisan, Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali, pada Selasa, 13 Oktober 2026. Mereka masih menunggu giliran meskipun persediaan bensin di SPBU tersebut telah habis. Situasi itu membuat antrean kendaraan memanjang di area sekitar lokasi.
Antrean berlangsung hingga sekitar tiga jam. Warga memilih tetap berada di lokasi karena mengalami kesulitan memperoleh bahan bakar minyak di tempat lain. Sebagian pengendara berharap persediaan bensin kembali tersedia sehingga kendaraan mereka dapat segera diisi. Selama menunggu, kendaraan tersusun dalam barisan dan warga berada di sekitar sepeda motor maupun mobil masing-masing.
Kondisi tersebut menggambarkan panjangnya waktu yang harus dilalui warga untuk mendapatkan bensin pada hari itu. Meskipun stok di SPBU Jalan Tukad Pakerisan dinyatakan habis, puluhan pengendara belum meninggalkan antrean. Mereka bertahan selama berjam-jam karena belum menemukan lokasi lain yang dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar kendaraan. Antrean baru dapat berkurang setelah warga memperoleh kepastian mengenai ketersediaan bensin atau memutuskan mencari SPBU lain. Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi di kawasan Denpasar Barat, ketika warga harus menghadapi keterbatasan akses terhadap bahan bakar minyak dalam perjalanan sehari-hari.
Naldi, warga berusia 24 tahun, menjadi salah satu dari banyak orang yang harus menghadapi antrean panjang untuk mendapatkan bensin di Denpasar. Ia datang bersama seorang temannya dengan membawa dua sepeda motor. Kedatangan mereka sejak pagi menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap bahan bakar telah mendorong warga untuk mengatur waktu lebih awal, meskipun kepastian memperoleh bensin masih belum dapat dipastikan.
Naldi menyampaikan bahwa dirinya dan temannya sudah berada di lokasi sejak pukul 05.30 WITA. Namun, setelah sekitar tiga jam berlalu, mereka belum juga mendapatkan bensin. “Telah berada dalam antrean sejak pukul 05.30 WITA, tetapi setelah tiga jam berlalu belum juga mendapatkan bensin,” demikian keterangan Naldi mengenai waktu tunggu yang harus dijalaninya. Pernyataan tersebut menggambarkan panjangnya antrean sekaligus lambatnya pergerakan kendaraan di area pengisian.
Selama menunggu, Naldi harus tetap berada di sekitar kendaraannya sambil memperhatikan perkembangan barisan. Dua sepeda motor yang dibawanya membuat proses pengisian menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda, terutama apabila bahan bakar tersebut digunakan untuk aktivitas harian. Akan tetapi, lamanya antrean membuat waktu warga tersita sejak pagi.
Pengalaman Naldi juga memperlihatkan bahwa persoalan stok bensin tidak hanya berdampak pada pengendara yang datang sendirian. Warga yang membawa lebih dari satu kendaraan pun harus menghadapi ketidakpastian yang sama. Mereka belum dapat memperkirakan kapan giliran tiba, sementara antrean terus dipenuhi kendaraan lain yang datang untuk memperoleh pasokan.
Situasi tersebut menciptakan suasana menunggu yang melelahkan bagi warga. Antrean sejak dini hari tidak serta-merta menjamin pengendara dapat segera dilayani. Bagi Naldi, tiga jam yang telah dilalui tanpa memperoleh bensin menjadi gambaran nyata mengenai kondisi di lapangan, ketika kebutuhan bahan bakar meningkat tetapi ketersediaannya belum mampu memenuhi permintaan warga.
Menurut keterangan yang diterima Naldi dari petugas SPBU, pasokan bensin diperkirakan tiba pada sore hari. Informasi itu menjadi satu-satunya harapan bagi warga yang sejak pagi bertahan dalam antrean panjang di sekitar stasiun pengisian bahan bakar tersebut. Petugas menyampaikan bahwa kendaraan pengangkut diharapkan tiba dan proses pengisian kembali dapat dilakukan setelahnya. Namun, keterangan itu belum disertai kepastian mengenai waktu kedatangan maupun jumlah pasokan yang akan diterima SPBU.
Naldi mengaku masih meragukan kepastian informasi tersebut. Menurut dia, perkiraan kedatangan pada sore hari belum tentu benar-benar terjadi karena warga tidak memperoleh penjelasan rinci mengenai posisi kendaraan pengangkut atau jadwal distribusinya. Ia menduga pernyataan itu mungkin disampaikan agar warga tetap tenang dan antrean tidak semakin menghambat arus jalan di sekitar SPBU. Dengan antrean yang terus memanjang, keberadaan kendaraan yang menunggu di badan jalan berpotensi menimbulkan kemacetan. Karena itu, Naldi menilai petugas mungkin berusaha menjaga situasi tetap terkendali, meskipun informasi mengenai pasokan belum sepenuhnya pasti.
Meski masih ragu, Naldi memutuskan tetap bertahan hingga sore, bahkan kemungkinan sampai malam. Bensin sepeda motornya telah habis sehingga ia tidak dapat melanjutkan perjalanan untuk mencari SPBU lain. Upaya menemukan bahan bakar di tempat berbeda juga tidak mudah karena sejumlah lokasi yang didatangi mengalami kondisi serupa. Warung Madura yang biasanya menjual bensin eceran pun disebut mengalami kekosongan stok. Situasi tersebut membuat pilihan Naldi semakin terbatas. Ia berharap pasokan benar-benar tiba sesuai perkiraan petugas, sehingga dapat segera mengisi tangki sepeda motornya dan meninggalkan antrean. Sambil menunggu, ia bersama warga lain harus mempertahankan posisi kendaraan serta memantau setiap informasi baru dari petugas SPBU.
Antrean kendaraan di SPBU kawasan Jalan Tukad Pakerisan, Denpasar, masih berdampak langsung terhadap kelancaran arus lalu lintas di sekitarnya. Kendaraan yang datang untuk mendapatkan bensin harus berhenti dan menunggu dalam barisan panjang, sementara ruang jalan yang digunakan untuk mengantre membuat pergerakan kendaraan lain menjadi lebih terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan lalu lintas di Jalan Tukad Pakerisan masih tersendat, terutama pada bagian jalan yang berdekatan dengan akses masuk dan keluar SPBU.
Penumpukan kendaraan terlihat memanjang hingga sekitar setengah kilometer. Barisan tersebut terdiri atas sepeda motor dan kendaraan roda empat yang menunggu giliran untuk mengisi bahan bakar. Panjangnya antrean membuat arus kendaraan tidak dapat bergerak secara normal. Pengendara yang melintas harus memperlambat laju dan menyesuaikan posisi dengan kendaraan yang sedang menunggu, sehingga kepadatan turut terasa pada ruas jalan di sekitar lokasi.
Upaya meminta keterangan kepada pengawas SPBU mengenai waktu pasti kedatangan pasokan bensin belum memperoleh tanggapan. Pengawas tersebut belum bersedia memberikan penjelasan terkait jadwal pasokan, sehingga belum ada informasi yang dapat disampaikan kepada warga mengenai waktu kedatangan bahan bakar. Di tengah belum adanya keterangan itu, warga masih bertahan dalam antrean, sedangkan kendaraan yang menunggu terus memenuhi akses di sekitar SPBU dan mempertahankan kondisi lalu lintas yang tersendat di Jalan Tukad Pakerisan.
Baca juga: Antrean Panjang BBM Bersubsidi di Jember | Tiga Menko dan Sejumlah Tokoh Hadiri Peluncuran Buku Terbaru Bamsoet ke-38 dan Buku Perjalanan Panjang Bamsoet Karya Wartawan Senior J.Osdar

