Jakarta | Hingga Oktober 2026, program AZKO Berbagi Cahaya telah menyalurkan sebanyak 32.818 lampu LED kepada masyarakat dan berbagai institusi di Indonesia. Capaian tersebut mencakup dukungan pencahayaan untuk 6.950 rumah, 37 sekolah, serta 39 fasilitas publik. Angka ini menunjukkan bahwa jangkauan program tidak terbatas pada hunian, tetapi juga menyentuh lingkungan pendidikan dan layanan publik. Dengan menyalurkan lampu LED, inisiatif ini memperluas akses terhadap pencahayaan yang hemat energi pada beragam jenis tempat. Capaian tersebut menjadi gambaran skala pelaksanaan program hingga periode yang dilaporkan, sekaligus menegaskan kontribusi distribusi lampu bagi rumah tangga maupun fasilitas yang digunakan bersama masyarakat di berbagai wilayah Indonesia secara nasional.
Jangkauan geografis program meliputi sejumlah kawasan di Indonesia, yakni Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, Lombok, hingga Papua. Penyebaran yang mencakup wilayah-wilayah tersebut memperlihatkan luasnya cakupan penyaluran, tanpa membatasi penerima pada satu pulau atau satu jenis lingkungan. Rumah, sekolah, dan fasilitas publik menjadi bagian dari sasaran yang tercatat dalam capaian program. Informasi ini memberikan gambaran tentang bagaimana akses terhadap lampu LED diperluas di berbagai daerah. Dengan cakupan lintas wilayah dan beragam kategori penerima, jumlah penyaluran tersebut merepresentasikan upaya menghadirkan pencahayaan hemat energi bagi masyarakat dalam konteks hunian, pendidikan, serta fasilitas yang mendukung kebutuhan publik.
Secara keseluruhan, capaian hingga Oktober 2026 menggabungkan dua hal penting: jumlah lampu yang telah disalurkan dan luasnya kelompok tempat yang memperoleh dukungan. Sebanyak 32.818 lampu LED menjangkau 6.950 rumah, 37 sekolah, dan 39 fasilitas publik, dengan wilayah sebaran dari Jawa hingga Papua. Penekanan pada pencahayaan hemat energi relevan bagi berbagai jenis penerima, karena lampu digunakan di rumah maupun tempat yang dimanfaatkan bersama. Program AZKO Berbagi Cahaya dengan demikian memperluas akses terhadap pencahayaan yang lebih efisien di beragam wilayah Indonesia. Capaian tersebut mencerminkan cakupan penyaluran yang melintasi pulau dan jenis fasilitas, tanpa mengubah rincian wilayah atau penerima manfaat yang telah disebutkan.
Penerangan merupakan kebutuhan sehari-hari di rumah maupun fasilitas publik, tetapi pilihan teknologi lampu turut menentukan seberapa besar energi yang digunakan. Lampu LED membutuhkan konsumsi listrik lebih rendah dibandingkan lampu konvensional untuk menghasilkan penerangan yang memadai. Karena itu, penggunaannya dapat membantu menekan kebutuhan energi sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih bijak. Kebiasaan memilih perangkat yang efisien menjadi salah satu langkah praktis yang dapat diterapkan masyarakat, tanpa mengabaikan kebutuhan akan ruang yang terang dan nyaman.
Efisiensi energi juga berkaitan dengan upaya yang lebih luas dalam merespons perubahan iklim. Penggunaan listrik yang lebih hemat berpotensi mengurangi kebutuhan energi dari berbagai sumber dan mendukung mitigasi dampak lingkungan. Berangkat dari pemahaman tersebut, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI/ACES) menjalankan program AZKO Berbagi Cahaya melalui AZKO. Inisiatif ini menghadirkan dukungan penerangan sekaligus mengajak masyarakat mengenali manfaat penggunaan lampu yang lebih efisien. Dengan demikian, perhatian program tidak hanya tertuju pada kebutuhan penerima manfaat saat ini, tetapi juga pada kebiasaan penggunaan energi yang lebih bertanggung jawab.
Melinda Pudjo, Head of Corporate Communications and Sustainability AHI, menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen memperluas jangkauan penerima manfaat program. Menurutnya, keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan atau kegiatan berskala besar, tetapi juga lewat inisiatif yang mendorong masyarakat menggunakan sumber daya secara bijak. Pandangan tersebut tercermin dalam upaya menghadirkan akses penerangan sekaligus menyebarkan pemahaman mengenai efisiensi energi. Melalui AZKO Berbagi Cahaya, AHI/ACES berupaya memperluas manfaat program kepada lebih banyak pihak, sembari mengingatkan bahwa keputusan sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat mendukung penggunaan energi yang lebih hemat. Pendekatan ini menghubungkan kepedulian sosial dengan tanggung jawab lingkungan, serta memberi ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kebiasaan yang lebih berkelanjutan.
AZKO Berbagi Cahaya merupakan bagian dari upaya AZKO mendukung Sustainability Ambition 2030 AHI. Program ini memperluas akses pencahayaan sekaligus mendorong penggunaan energi secara lebih efisien. Pencahayaan yang memadai dapat menunjang aktivitas sehari-hari di rumah maupun fasilitas publik, sementara pemilihan teknologi yang hemat energi membantu mengurangi konsumsi listrik. Dengan menghubungkan kebutuhan masyarakat dan perhatian terhadap dampak lingkungan, inisiatif ini mencerminkan pendekatan keberlanjutan yang berupaya menghadirkan manfaat sosial tanpa mengabaikan efisiensi sumber daya.
Arah tersebut selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 7, yaitu memastikan akses terhadap energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern. Perluasan akses pencahayaan menjadi salah satu aspek penting karena penerangan mendukung keamanan dan produktivitas di berbagai lingkungan. Pada saat yang sama, penggunaan solusi pencahayaan yang lebih efisien dapat membantu menekan kebutuhan energi. Program ini turut mengangkat pentingnya mempertimbangkan efisiensi dalam pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk ketika penerangan digunakan secara rutin.
Keterkaitan lainnya adalah dengan TPB 13 tentang penanganan perubahan iklim. Efisiensi energi dapat berkontribusi pada pengurangan emisi yang berkaitan dengan penggunaan energi, meskipun hasil akhirnya bergantung pada sumber listrik dan pola pemakaian. Karena itu, upaya menghadirkan pencahayaan yang lebih efisien perlu berjalan bersama kesadaran mengenai konsumsi energi. Dalam konteks ini, AZKO Berbagi Cahaya mendukung agenda mitigasi perubahan iklim melalui fokus pada efisiensi, sekaligus memperluas perhatian terhadap akses pencahayaan bagi masyarakat.
Komitmen keberlanjutan juga tercermin dalam pengembangan portofolio produk AZKO. Saat ini, produk ramah lingkungan mencakup 11,3% dari koleksi, dengan target meningkat menjadi lebih dari 20% pada 2030. Kategori ini meliputi produk yang mendukung efisiensi energi dan air, membantu mengurangi limbah, serta menggunakan bahan baku yang lebih ramah lingkungan. Pengembangan tersebut menunjukkan bahwa ambisi keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan satu program, tetapi juga dengan pilihan produk yang tersedia. Seiring waktu, peningkatan porsi produk ini diharapkan memperluas akses konsumen terhadap alternatif yang lebih bertanggung jawab dalam penggunaan sumber daya.
Dalam program AZKO Berbagi Cahaya, lampu LED Krisbow Lumi menjadi pilihan untuk mendukung penerangan yang efisien di rumah maupun fasilitas publik. Produk ini menawarkan alternatif bagi masyarakat yang ingin memenuhi kebutuhan cahaya sehari-hari sekaligus menggunakan energi secara lebih bijak. Berdasarkan bahan program, lampu LED Krisbow Lumi dapat menghemat konsumsi listrik hingga 85% dibandingkan bohlam konvensional dan menghasilkan cahaya yang lebih cerah. Efisiensi tersebut dapat membantu mengurangi penggunaan listrik tanpa mengabaikan kenyamanan penerangan. Pilihan ini relevan untuk berbagai ruang, mulai dari area dalam rumah hingga bagian luar bangunan, sesuai dengan kebutuhan masing-masing pengguna.
Rangkaian Krisbow Lumi juga mencakup lampu dengan fungsi khusus. Krisbow Lumi LED Emergency dirancang untuk membantu menyediakan penerangan ketika terjadi kondisi darurat atau pasokan listrik terhenti. Dengan demikian, pengguna memiliki sumber cahaya yang dapat diandalkan saat penerangan utama tidak tersedia, baik untuk mendukung aktivitas di rumah maupun membantu mobilitas dengan lebih aman. Sementara itu, Krisbow Lumi LED Sensor memiliki fitur yang merespons kondisi cahaya di sekitarnya. Lampu akan menyala secara otomatis saat lingkungan gelap dan mati ketika keadaan kembali terang. Mekanisme ini dapat memudahkan penerangan di area yang tidak selalu diawasi secara langsung, seperti koridor atau bagian luar rumah.
Keberadaan pilihan lampu yang berbeda fungsi membuat kebutuhan penerangan dapat disesuaikan dengan situasi sehari-hari. Lampu LED biasa dapat digunakan untuk penerangan rutin, sementara varian emergency dan sensor membantu menjawab kebutuhan yang lebih spesifik.
Baca juga: Skandal Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Mengguncang Publik | DPC MADAS Probolinggo Raya Berbagi Makanan Dan Minuman Gratis Di Haul Akbar Para Masyayikh | Peluncuran Program Manasik Haji Nasional 2027 di Madiun






