JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026, Kepolisian memastikan informasi mengenai sejumlah anak buah kapal (ABK) yang diduga menjadi korban penganiayaan di wilayah perairan Kepulauan Aru, Maluku, sedang ditindaklanjuti. Polda Metro Jaya melalui Polres Pelabuhan Tanjung Priok berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk memastikan keselamatan para ABK sekaligus menelusuri informasi yang beredar.
Langkah koordinasi tersebut dilakukan setelah aparat memantau laporan mengenai dugaan penganiayaan yang melibatkan ABK. Polisi masih melakukan penelusuran awal untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai lokasi dan kondisi terkait peristiwa tersebut. Proses ini mencakup komunikasi jajaran Polda Metro Jaya, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, serta kepolisian di wilayah yang berkaitan dengan informasi tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa penelusuran awal mengarah pada kapal yang berada di perairan sekitar Kepulauan Aru, Maluku. Keterangan itu menjadi bagian dari upaya aparat untuk memastikan keberadaan dan keselamatan ABK yang disebut dalam informasi awal.
Polisi belum menyampaikan identitas kapal maupun rincian lain yang berkaitan dengan dugaan kejadian tersebut. Aparat masih mengumpulkan informasi dan berkoordinasi dengan pihak berwenang di daerah setempat. Pemantauan dilakukan agar setiap perkembangan dapat segera ditindaklanjuti sesuai prosedur, terutama yang berkaitan dengan keselamatan para ABK.
Koordinasi antarkepolisian ini juga diperlukan untuk memverifikasi informasi berdasarkan kondisi di lapangan. Dengan penelusuran yang masih berlangsung, polisi berupaya memastikan fakta mengenai lokasi kapal serta keadaan para ABK sebelum menyampaikan keterangan lebih lanjut kepada publik. Masyarakat diminta menunggu informasi resmi dari aparat selama proses pemeriksaan dan pemantauan berjalan.
Setelah mengetahui posisi para anak buah kapal (ABK) yang diduga menjadi korban, kepolisian segera mengambil langkah untuk memastikan keselamatan mereka. Aparat bergerak menuju lokasi perairan yang dimaksud dan mengamankan para ABK dari tempat tersebut. Tindakan ini dilakukan sebagai respons cepat atas informasi yang diterima, sekaligus untuk memastikan para korban tidak terus berada di lokasi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Pengamanan tersebut kemudian dilanjutkan dengan proses evakuasi. Para ABK dibawa meninggalkan kawasan perairan untuk memperoleh pertolongan medis. Evakuasi menjadi langkah penting setelah aparat menemukan dan memastikan keberadaan mereka, karena para korban perlu ditempatkan di fasilitas kesehatan agar dapat menjalani pemeriksaan serta menerima penanganan dari tenaga medis.
Berdasarkan keterangan Budi Hermanto, para korban telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dobo. Pemindahan ke rumah sakit dilakukan setelah aparat mengamankan mereka dari lokasi perairan. Di RSUD Dobo, para ABK menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhan yang dinilai oleh petugas kesehatan.
Langkah kepolisian tersebut menunjukkan bahwa keselamatan para ABK menjadi perhatian segera setelah posisi mereka diketahui. Proses evakuasi juga memastikan penanganan berikutnya dapat dilakukan di tempat yang memiliki fasilitas dan tenaga medis. Informasi mengenai kondisi kesehatan, jenis luka, maupun hasil pemeriksaan para korban belum disampaikan dalam keterangan yang tersedia. Karena itu, perkembangan mengenai keadaan mereka masih menunggu informasi resmi dari pihak berwenang atau rumah sakit.
Polda Metro Jaya bersama jajaran kepolisian di wilayah setempat masih memantau perkembangan kondisi kesehatan para anak buah kapal (ABK) yang diduga menjadi korban penganiayaan. Pemantauan dilakukan untuk memastikan para korban memperoleh penanganan yang diperlukan sekaligus mengetahui perkembangan kondisi mereka setelah peristiwa tersebut dilaporkan. Informasi mengenai keadaan masing-masing korban masih menunggu pembaruan dari pihak yang melakukan pemeriksaan dan perawatan medis.
Selain memperhatikan aspek kesehatan, kepolisian juga terus menjalankan langkah-langkah penanganan perkara sesuai dengan kewenangan yang berlaku. Tindakan kepolisian lebih lanjut berkaitan dengan dugaan penganiayaan dilakukan melalui pengumpulan informasi, pendalaman keterangan, serta koordinasi Polda Metro Jaya dan aparat di wilayah terkait. Setiap informasi yang diperoleh masih perlu diperiksa dan dicocokkan dengan keterangan lain sebelum dapat menjadi bagian dari gambaran perkara secara menyeluruh.
Proses tersebut masih berjalan sehingga belum terdapat kesimpulan akhir mengenai pihak yang bertanggung jawab, motif yang melatarbelakangi dugaan penganiayaan, maupun lokasi pasti terjadinya peristiwa. Kepolisian juga belum menyampaikan hasil penyelidikan secara menyeluruh kepada publik. Karena itu, perkembangan perkara tetap perlu menunggu keterangan resmi berdasarkan hasil pemeriksaan dan penelusuran yang dilakukan aparat.
Di tengah proses penanganan, keselamatan serta pemulihan para ABK menjadi perhatian kepolisian. Pemantauan terhadap kondisi mereka diharapkan dapat berlangsung seiring dengan pemeriksaan hukum, tanpa mengganggu proses medis yang sedang dijalani. Aparat masih berupaya memastikan informasi yang dihimpun berasal dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, sementara perkembangan selanjutnya akan disampaikan berdasarkan hasil penanganan resmi.
Informasi awal mengenai dugaan kekerasan terhadap anak buah kapal (ABK) muncul setelah unggahan di Instagram melalui akun @bndct.id beredar di masyarakat. Unggahan tersebut menampilkan sebuah video yang disebut memperlihatkan tindakan penyiksaan terhadap sejumlah pekerja di atas kapal penangkap ikan berbendera Indonesia. Materi itu kemudian menjadi perhatian karena memuat gambaran perlakuan kasar yang diduga dialami para ABK selama berada di kapal.
Berdasarkan keterangan yang tercantum dalam unggahan, beberapa pekerja disebut mengalami kekerasan berupa pemukulan dan tendangan ketika dianggap melakukan kesalahan. Unggahan yang sama juga menyertakan percakapan yang memuat kesaksian mengenai perlakuan tersebut. Namun, isi video, narasi, dan percakapan dalam unggahan itu masih merupakan informasi awal yang perlu diverifikasi melalui pemeriksaan saksi, korban, serta bukti lain yang relevan.
Akun @bndct.id belum menyebutkan lokasi pasti kejadian karena tempat peristiwa tersebut belum diketahui. Di sisi lain, muncul dugaan bahwa kapal yang berkaitan dengan video itu memiliki hubungan dengan kawasan Muara Baru, Jakarta. Dugaan tersebut tidak dapat diperlakukan sebagai kepastian sebelum terdapat hasil penelusuran dan konfirmasi resmi dari pihak berwenang.
Polisi telah menindaklanjuti informasi yang beredar dengan memeriksa berbagai keterangan dan menelusuri identitas serta keberadaan para ABK yang diduga menjadi korban. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan mereka sekaligus menguji kebenaran informasi yang disampaikan melalui media sosial. Dengan demikian, pemberitaan perlu membedakan secara jelas materi yang terdapat dalam unggahan Instagram dan fakta yang telah dikonfirmasi atau sedang ditangani oleh kepolisian. Penetapan lokasi, kronologi, pihak yang terlibat, serta bentuk pelanggaran tetap menunggu hasil penyelidikan resmi.

