Pencarian Pekerja Migran Asal Bandung Barat Mengarah ke Ajman

Pencarian Pekerja Migran Asal Bandung Barat Mengarah ke Ajman

Bandung | Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat terus berupaya menelusuri keberadaan Sri Nurhaida Pratiwi, pekerja migran asal Cililin, Kabupaten Bandung Barat, yang diduga disekap di Uni Emirat Arab (UEA). Informasi terakhir yang diterima keluarga menyebutkan Sri berada di wilayah Ajman. Keterangan itu kini diharapkan dapat menjadi petunjuk penting bagi perwakilan Republik Indonesia dan otoritas setempat dalam memastikan keberadaan serta kondisi pekerja migran tersebut.

Kepala BP3MI Jawa Barat, Kombes Singgih Hermawan, menyampaikan bahwa lokasi Ajman berasal dari informasi yang dibagikan Sri kepada keluarganya. Informasi tersebut menjadi salah satu bahan untuk menelusuri keberadaannya lebih lanjut. Meski belum dengan sendirinya memastikan posisi Sri saat ini, petunjuk mengenai wilayah tempat ia berada dapat membantu pihak terkait mengarahkan upaya pencarian dan meminta pemeriksaan kepada pihak berwenang di UEA.

Penelusuran lintas negara memerlukan koordinasi, terutama untuk menghubungkan keterangan keluarga dengan informasi yang dapat diverifikasi di lapangan. Perwakilan RI di UEA diharapkan dapat menindaklanjuti petunjuk Ajman melalui komunikasi dengan otoritas setempat. BP3MI Jawa Barat juga berupaya menghimpun keterangan yang relevan agar proses pencarian dapat dilakukan berdasarkan informasi yang tersedia, sembari menjaga komunikasi dengan keluarga Sri.

Dugaan penyekapan membuat kepastian mengenai keselamatan Sri menjadi perhatian utama. Namun, informasi yang beredar perlu diperiksa sebelum disimpulkan sebagai fakta, termasuk mengenai lokasi terkini dan situasi yang dialaminya. Karena itu, keterangan keluarga dan hasil koordinasi dengan pihak terkait menjadi penting untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas. Setiap perkembangan yang dapat dikonfirmasi diharapkan membantu mempersempit pencarian.

Bagi keluarga, kabar bahwa Sri mungkin berada di Ajman menjadi harapan sekaligus petunjuk untuk mendorong tindak lanjut. BP3MI Jawa Barat terus berupaya menelusuri informasi tersebut bersama pihak-pihak yang memiliki kewenangan. Langkah berikutnya bergantung pada verifikasi lokasi dan koordinasi dengan otoritas di UEA, sehingga keberadaan Sri dapat dipastikan dan bantuan yang sesuai dapat diupayakan apabila diperlukan.

Komunikasi keluarga dengan Sri terakhir kali berlangsung melalui panggilan video WhatsApp pada Senin, 12 Oktober. Setelah panggilan tersebut, keluarga belum kembali berbicara langsung dengannya. Informasi mengenai keadaan Sri sejak saat itu terutama berasal dari pesan suara yang diterima keluarga, bukan dari percakapan langsung yang dapat memastikan kondisinya. Karena itu, rentang waktu setelah panggilan video menjadi perhatian keluarga dalam mencari kabar dan memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Dalam panggilan video itu, Sri terlihat berada di sebuah ruangan tertutup bersama seseorang yang identitasnya belum diketahui. Berdasarkan keterangan yang tersedia, Sri menyampaikan kepada keluarganya bahwa dirinya disekap. Gambaran yang terlihat dalam panggilan tersebut dan pernyataan Sri menjadi informasi penting bagi keluarga, tetapi belum cukup untuk menjelaskan siapa orang yang berada bersamanya, di mana tepatnya ia berada, atau bagaimana situasi yang dialaminya. Hal-hal tersebut masih belum dapat dipastikan dari komunikasi yang sempat berlangsung.

Tidak lama setelah panggilan video berakhir, keluarga menerima pesan suara dari sebuah nomor yang tidak dikenal. Dalam rekaman itu, pengirim mengatakan bahwa Sri berada dalam kondisi baik. Namun, keluarga belum dapat memastikan kebenaran kabar tersebut karena pesan itu bukan disampaikan langsung oleh Sri dalam percakapan yang dapat mereka verifikasi. Identitas pengirim maupun dasar pernyataannya juga belum diketahui dari informasi yang tersedia.

Dengan demikian, terdapat dua informasi berbeda yang diterima keluarga dalam waktu berdekatan: pengakuan Sri saat panggilan video bahwa ia disekap, lalu pesan suara dari nomor tak dikenal yang menyebut kondisinya baik. Sampai Sri dapat dihubungi kembali secara langsung, keluarga belum memiliki konfirmasi mengenai keselamatan dan keadaan sebenarnya. Perbedaan kedua kabar itu membuat komunikasi langsung menjadi penting untuk mengklarifikasi situasi. Untuk saat ini, keluarga hanya dapat berpegang pada kronologi yang mereka terima, sembari menunggu kesempatan memperoleh keterangan langsung dari Sri dan memastikan kabar yang beredar tidak disimpulkan secara prematur.

BP3MI Jawa Barat menduga Sri Nurhaida Pratiwi berangkat ke Uni Emirat Arab melalui jalur nonprosedural. Dugaan tersebut disampaikan berdasarkan penelusuran pada laman Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI). Singgih menjelaskan, pencarian dalam sistem itu tidak menemukan data penempatan atas nama Sri Nurhaida Pratiwi ke Persatuan Emirat Arab. Karena itu, keberangkatannya diduga tidak tercatat sebagai penempatan resmi pekerja migran Indonesia.

Meski demikian, ketiadaan data dalam sistem tersebut menjadi dasar dugaan, bukan kepastian bahwa seluruh rangkaian keberangkatan Sri telah diketahui. Informasi yang dapat disampaikan dari penelusuran itu terbatas pada tidak ditemukannya catatan penempatan dengan nama dan negara tujuan tersebut. Status keberangkatan serta pihak yang diduga terlibat masih perlu ditelusuri lebih lanjut oleh instansi terkait. Penjelasan BP3MI juga penting dibedakan dari kabar yang beredar di media sosial, yang memuat informasi awal mengenai perjalanan Sri.

Dalam unggahan yang sebelumnya beredar, Sri disebut berangkat pada 14 September 2026 dengan tujuan Dubai, Uni Emirat Arab. Tak lama setelah berpamitan kepada keluarga, ia dikabarkan menghubungi mereka dan menyampaikan bahwa dirinya menjadi korban penyekapan. Informasi tersebut merupakan keterangan yang beredar di media sosial dan belum dengan sendirinya membuktikan kondisi maupun lokasi Sri saat ini. Keluarga dan pihak berwenang masih memerlukan informasi yang dapat diverifikasi untuk memastikan kronologi kejadian.

Perbedaan tujuan yang disebut dalam unggahan, yakni Dubai, dan pencarian yang mengarah ke Ajman menjadi bagian dari informasi yang perlu diklarifikasi. Keduanya berada di Uni Emirat Arab, tetapi kabar mengenai tujuan awal tidak otomatis memastikan keberadaan Sri sekarang. Penelusuran data penempatan resmi dapat membantu mengidentifikasi apakah keberangkatan tercatat melalui jalur yang sesuai, sementara pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk menguji dugaan dan memperoleh kepastian. Sampai ada informasi terverifikasi, keberangkatan ilegal sebaiknya tetap disebut sebagai dugaan BP3MI Jawa Barat, bukan fakta yang telah dipastikan.

BP3MI Jawa Barat menyatakan akan melanjutkan upaya untuk mencari keberadaan Sri, pekerja migran asal Bandung Barat yang pencariannya mengarah ke Ajman. Lembaga tersebut menyebut pencarian akan dilakukan dengan melibatkan instansi terkait. Pernyataan ini menegaskan bahwa keberadaan Sri masih menjadi hal yang ditelusuri dan belum ada kepastian yang dapat disampaikan dalam informasi yang tersedia. BP3MI juga tidak menyatakan bahwa pencarian telah menghasilkan temuan tertentu. Karena itu, perkembangan mengenai lokasi maupun keadaan Sri tetap perlu menunggu informasi yang dapat dipastikan dari pihak-pihak terkait.

Selain melanjutkan pencarian, BP3MI Jawa Barat menyatakan siap mendampingi keluarga apabila mereka hendak melapor kepada kepolisian. Pendampingan tersebut berkaitan dengan upaya menelusuri dugaan keterlibatan calo atau pihak sponsor yang mungkin memfasilitasi keberangkatan Sri. Keterlibatan pihak-pihak itu masih merupakan dugaan, bukan kesimpulan atau temuan penyelidikan. Laporan kepada kepolisian dapat menjadi langkah yang dipilih keluarga untuk meminta penelusuran atas hal tersebut. Namun, hingga informasi ini disampaikan, tidak disebutkan bahwa keluarga telah membuat laporan ataupun bahwa kepolisian telah mengambil tindakan tertentu.

BP3MI menyampaikan kesiapan untuk membantu keluarga jika mereka memutuskan menempuh jalur pelaporan, sementara lembaga itu akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam pencarian Sri. Kedua langkah tersebut merupakan komitmen yang dinyatakan BP3MI, bukan penanda bahwa keberadaan Sri telah diketahui atau dugaan mengenai proses keberangkatannya telah terbukti. Informasi lanjutan mengenai pencarian maupun dugaan keterlibatan calo atau sponsor perlu merujuk pada keterangan resmi yang disampaikan kemudian.

Baca juga: Persib Bandung Ciptakan Sejarah Baru dengan Kemenangan Pertama atas Klub Korea Selatan | Pameran Otomotif Giias Bandung 2026 Resmi Dimulai dengan Hadirnya 19 Merek Terkenal | Persib Bandung Siap Tantang FC Seoul di AFC Champions League