TNI  

Kasrem 084/BJ Pimpin Apel PAM VVIP, Seluruh Jajaran Diminta Waspadai Potensi Gangguan

Kasrem 084/BJ Pimpin Apel PAM VVIP, Seluruh Jajaran Diminta Waspadai Potensi Gangguan

Surabaya, 29 Juni 2026 — Sejak dini hari, suasana di Lapangan Makorem 084/Bhaskara Jaya, Jalan Ahmad Yani Surabaya, sudah tampak berbeda dari biasanya. Ratusan personel berseragam lengkap dari berbagai unsur TNI, Polri, dan instansi pendukung mulai memenuhi area apel dengan formasi teratur. Udara pagi yang masih lembap menjadi saksi kesiapan operasi pengamanan terbuka yang digelar dalam rangka kunjungan kerja Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, di wilayah Jawa Timur.

Apel gelar pasukan pengamanan VVIP tersebut dimulai tepat pukul 05.20 WIB dan berlangsung hingga 06.13 WIB. Kegiatan ini dipimpin oleh Kasrem 084/BJ, Kolonel Inf Nico Reza H. Dipura, S.H., M.M., yang bertindak sebagai pimpinan apel sekaligus penanggung jawab kesiapan pengamanan di sektor wilayah Korem 084/BJ. Total personel yang dilibatkan dalam kegiatan ini tercatat sekitar 669 orang, terdiri dari berbagai satuan dengan pembagian tugas berlapis sesuai skema pengamanan VVIP.

Sejak awal apel, alur kegiatan berjalan disiplin. Setelah pasukan disiapkan dan formasi dinyatakan lengkap, komandan apel memasuki lapangan, disusul pimpinan apel yang kemudian menerima penghormatan pasukan. Pemeriksaan kesiapan dilakukan secara menyeluruh, mencakup personel, perlengkapan, hingga kesiapan taktis di tiap unsur pengamanan.

Kegiatan apel ini tidak hanya bersifat seremonial, namun juga menjadi momentum pengecekan akhir sebelum seluruh unsur bergerak mengamankan rute dan titik-titik vital kunjungan kerja Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, beserta rombongan.

Dalam apel tersebut, jajaran pejabat Korem 084/BJ turut hadir lengkap, mulai dari Kasiren, Kasiintel, Kasiops, Kasilog, Kasiter, hingga para Dandim jajaran dan pejabat satuan balak. Kehadiran para pejabat ini mempertegas bahwa pengamanan VVIP bukan sekadar tugas sektoral, melainkan kerja terpadu lintas fungsi yang menuntut koordinasi ketat di lapangan.

Usai pemeriksaan pasukan, pimpinan apel menyampaikan amanat yang menitikberatkan pada kesiapan operasional seluruh unsur pengamanan. Dalam arahannya, Kasrem menegaskan bahwa pengamanan VVIP menuntut kewaspadaan penuh tanpa celah, mengingat dinamika di lapangan yang selalu memiliki potensi perubahan situasi secara cepat.

Ia menekankan bahwa seluruh personel harus memahami prosedur tetap (protap) pengamanan VVIP sesuai tugas masing-masing. Setiap unsur diminta untuk tidak hanya memahami perintah, tetapi juga mampu membaca situasi dan bertindak cepat dalam koridor komando yang jelas. Menurutnya, keberhasilan pengamanan sangat bergantung pada disiplin prosedur dan kepekaan terhadap potensi gangguan sekecil apa pun.

Dalam amanatnya, juga ditekankan pentingnya menjaga koordinasi lintas instansi, mulai dari TNI, Polri, hingga unsur pemerintah daerah yang terlibat. Sinergi ini menjadi kunci utama dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan kunjungan kerja berjalan tanpa hambatan.

Selain itu, pimpinan apel mengingatkan agar seluruh personel tetap menjaga kondisi fisik dan fokus selama pelaksanaan tugas. Kelelahan, kelengahan, maupun sikap terlalu percaya diri menjadi faktor yang harus dihindari dalam pengamanan pejabat negara setingkat Wakil Presiden.

Pengamanan dalam kegiatan ini disusun secara berlapis. Lapisan pertama atau ring-1 ditempatkan pada area paling dekat dengan objek utama pengamanan. Unsur ini terdiri dari personel inti gabungan TNI, tim kesehatan bergerak, satuan komunikasi dan elektronik, unsur peralatan lapangan, hingga personel Polisi Militer dan pengawalan PJR Polda Jatim. Semua elemen tersebut disiapkan untuk memastikan perlindungan langsung terhadap VVIP dalam kondisi paling krusial.

Sementara itu, ring-2 disebar pada jalur rute yang melintasi beberapa wilayah strategis, termasuk Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Di masing-masing wilayah, pengamanan melibatkan unsur Kodim setempat, Polres jajaran, satuan Dalmas, serta dukungan dari Dinas Perhubungan dan Pemadam Kebakaran. Fungsi mereka tidak hanya menjaga kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga mengantisipasi potensi gangguan di sepanjang rute perjalanan.

Di Surabaya, kekuatan pengamanan ring-2 diperkuat dengan puluhan personel gabungan dari Kodim, Polrestabes, serta tim pendukung teknis seperti derek kendaraan dan pemadam kebakaran. Hal serupa juga diterapkan di Sidoarjo dan Gresik, dengan penyesuaian kekuatan sesuai karakteristik wilayah dan titik rawan masing-masing.

Sementara itu, ring-3 ditempatkan sebagai lapisan pengamanan luar yang berfungsi menjaga stabilitas situasi secara umum. Unsur ini terdiri dari satuan tempur dan satuan taktis yang disiagakan untuk merespons cepat jika terjadi eskalasi situasi di luar prediksi.

Selain pasukan yang tersebar di lapangan, Korem 084/BJ juga menyiapkan cadangan pasukan dalam status siaga di markas komando. Kekuatan cadangan ini mencakup unsur sniper, tim medis mini ICU, tim reaksi cepat, hingga kendaraan lapis baja yang disiapkan untuk mendukung mobilitas taktis jika dibutuhkan sewaktu-waktu. Unsur Brimob Polda Jatim juga disiagakan sebagai bagian dari penguatan pengamanan respon cepat.

Dalam skema ini, dukungan logistik dan teknis turut disiapkan, termasuk penerangan, intelijen, serta unsur komunikasi yang terus memantau perkembangan situasi di lapangan secara real time. Seluruh perangkat ini diintegrasikan dalam sistem komando terpadu agar setiap perkembangan dapat segera direspons tanpa jeda waktu yang signifikan.

Setelah seluruh rangkaian pengecekan dan pengarahan selesai, apel kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh rangkaian pengamanan dapat berjalan lancar. Pada pukul 06.11 WIB, laporan akhir disampaikan kepada pimpinan apel, dilanjutkan dengan penghormatan pasukan sebagai tanda berakhirnya kegiatan resmi.

Tepat pukul 06.13 WIB, apel gelar pasukan pengamanan VVIP dalam rangka kunjungan kerja Wakil Presiden RI dinyatakan selesai. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dalam catatan akhir laporan, pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa apel gelar ini menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan seluruh unsur pengamanan, baik dari sisi personel maupun perlengkapan. Evaluasi kesiapan ini juga menjadi dasar penyesuaian taktis di lapangan agar setiap potensi gangguan dapat dicegah sejak dini.

Lebih jauh, kegiatan ini sekaligus mempertegas bahwa pengamanan pejabat negara tidak hanya bertumpu pada kekuatan fisik personel, tetapi juga pada kemampuan koordinasi, kecepatan komunikasi, serta ketepatan dalam mengambil keputusan di lapangan.

Dengan demikian, apel gelar pasukan ini bukan hanya formalitas, melainkan bagian dari sistem kerja pengamanan terintegrasi yang dirancang untuk menjamin kelancaran agenda kenegaraan, khususnya dalam kunjungan kerja Wakil Presiden RI di wilayah Jawa Timur.

Laporan ditutup dengan pernyataan bahwa seluruh personel telah siap melaksanakan tugas pengamanan sesuai sektor masing-masing, dengan tetap berpedoman pada prosedur, disiplin komando, dan prinsip kewaspadaan penuh hingga seluruh rangkaian kegiatan VVIP selesai dilaksanakan di wilayah Korem 084/BJ.

Pewarta: Abdul Latif

📚 Artikel Terkait: