JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 21 September 2026, Pada tahun 2023, PT Telkom Indonesia resmi meluncurkan kerangka kerja yang dinamakan Scale, yang merupakan bagian integral dari upaya transformasi digital perusahaan. Dengan diluncurkannya Scale, Telkom bertujuan untuk memberikan solusi yang lebih terstruktur dan efisien dalam pengelolaan teknologi di level internal. Hal ini menjadi sangat penting, mengingat kompleksitas operasional yang harus dihadapi oleh perusahaan dalam rangka menghadapi persaingan yang semakin ketat di era digital ini.
Kerangka kerja Scale dirancang untuk menyederhanakan dan memperjelas struktur tata kelola teknologi informasi dalam grup Telkom. Melalui implementasi Scale, perusahaan berharap dapat menciptakan sinergi yang lebih baik antar entitas di dalam grup, sehingga investasi yang dilakukan akan lebih optimal dan produktif. Diharapkan dengan standar yang ditetapkan dalam kerangka kerja ini, proyek-proyek teknologi di dalam grup Telkom dapat berjalan dengan lebih terkoordinasi dan terencana.
Salah satu tujuan utama dari Scale adalah untuk mendorong efisiensi dan efektivitas dalam pengeluaran teknologi. Dengan adanya kerangka kerja yang jelas, Telkom dapat lebih baik dalam mengalokasikan sumber daya dan melakukan evaluasi terhadap setiap inisiatif yang dijalankan. Keterlibatan semua pihak di dalam grup juga diperhatikan, dengan memberikan pelatihan serta sosialisasi terkait kerangka kerja ini untuk memastikan semua stakeholder memahami pentingnya tata kelola yang baik.
Lebih jauh, peluncuran Scale menandakan komitmen Telkom dalam menciptakan value yang lebih besar bagi semua pemangku kepentingan, baik dari sisi internal maupun eksternal. Dengan pendekatan yang berbasis pada data dan teknologi terkini, diharapkan Telkom dapat mencapai efisiensi operasional yang maksimal, serta membawa inovasi yang lebih berkembang dalam layanan yang diberikan kepada masyarakat luas.
Scale merupakan sebuah program inovatif yang diluncurkan oleh Telkom dalam upayanya untuk memperkuat tata kelola teknologi. Tidak hanya sebagai sekadar modernisasi teknologi, Scale juga bertujuan untuk mengoptimalkan efisiensi operasional dan menghadirkan otomatisasi dalam proses kerja perusahaan. Strategi yang diterapkan dalam program ini berfokus pada integrasi kapabilitas yang tersebar di berbagai lini perusahaan, sehingga memungkinkan perusahaan untuk menjawab tantangan yang dihadapi dalam industri digital yang terus berubah.
Salah satu tujuan utama dari Scale adalah untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas layanan yang disediakan oleh Telkom. Dengan menggunakan teknologi terkini, perusahaan berupaya untuk menyederhanakan proses dan mengurangi waktu yang dibutuhkan dalam penyampaian layanan kepada pelanggan. Hal ini tidak hanya meningkatkan kepuasan pelanggan, tetapi juga meminimalkan biaya operasional yang mungkin dihasilkan oleh proses yang kurang efisien.
Di sisi lain, Scale juga berfokus pada peningkatan kolaborasi antardivisi. Dengan menghubungkan berbagai kapabilitas, Telkom menekankan pentingnya sinergi dalam mencapai tujuan perusahaan. Kolaborasi ini penting, karena setiap inisiatif yang dilakukan harus berada dalam satu arah yang sama, sehingga perubahan yang diimplementasikan dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap keseluruhan operasional perusahaan.
Melalui pendekatan ini, Telkom berkomitmen untuk tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga untuk menjadi pemimpin dalam penerapan teknologi digital di Indonesia. Dengan menerapkan strategi Scale, Telkom berharap dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap perkembangan industri telekomunikasi dan teknologi informasi di tanah air.
Inovasi Digital Telkom menghadirkan pendekatan strategis yang terbagi menjadi lima pilar utama, yang masing-masing dirancang untuk memperkuat tata kelola teknologi yang lebih modern. Dalam implementasinya, tahap ini terdiri dari 13 program operasional yang saling melengkapi untuk mencapai tujuan besar, yakni meningkatkan efisiensi dan integrasi infrastruktur IT.
Pilar pertama yang diusung adalah pembentukan pusat kecerdasan buatan. Pusat ini berfungsi sebagai penggerak inovasi melalui penerapan algoritma canggih dan analisis data yang mendalam. Dengan kecerdasan buatan, Telkom berupaya mengoptimalkan banyak aspek operasi, mulai dari layanan pelanggan hingga pengelolaan jaringan. Tujuannya adalah untuk menciptakan solusi yang lebih proaktif dan responsif terhadap kebutuhan pengguna.
Pilar kedua mencakup peningkatan model operasi keamanan siber. Dengan semakin kompleksnya ancaman digital, Telkom menyadari pentingnya memiliki sistem keamanan yang handal. Oleh karena itu, program ini bertujuan untuk memperkuat pertahanan terhadap serangan siber dengan menerapkan teknologi terkini dan melakukan pelatihan berkala untuk staf IT. Penekanan pada keamanan siber tidak hanya bertujuan melindungi infrastruktur tetapi juga menjaga kepercayaan pelanggan terhadap layanan yang diberikan.
Pilar ketiga adalah transformasi sistem berbasis cloud. Pendekatan ini tidak hanya menekankan pada pengurangan biaya operasional tetapi juga meningkatkan fleksibilitas dalam menghadapi kebutuhan perubahan bisnis. Dengan memanfaatkan solusi cloud, Telkom dapat menawarkan layanan yang lebih scalable dan responsif terhadap dinamika pasar yang cepat.
Kesuksesan dari kelima pilar ini bergantung pada kolaborasi yang erat semua divisi dalam perusahaan, serta dukungan dari stakeholder eksternal. Melalui investasi yang tepat dan komitmen yang kuat, Telkom berambisi untuk menjadikan teknologi sebagai enabler utama dalam mewujudkan visi digital yang progresif dan menyeluruh.
Implementasi Scale pada Telkom diharapkan menjadi titik balik yang signifikan dalam tata kelola teknologi perusahaan, terutama dengan meningkatnya kompleksitas dunia digital saat ini. Dengan mengadopsi pendekatan yang lebih tangkas dan responsif, Telkom dapat beradaptasi dengan cepat terhadap kemajuan teknologi yang terus berkembang, termasuk integrasi kecerdasan buatan dalam berbagai operasional. Ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga tentang membangun fondasi yang solid untuk inovasi yang lebih lanjut.
Salah satu harapan utama dari langkah ini adalah terwujudnya sistem shared services yang dapat dimanfaatkan oleh anak perusahaan Telkom secara lebih optimal. Dengan sistem ini, berbagai fungsi dan layanan yang sebelumnya berdiri sendiri dapat disinergikan, sehingga menciptakan sebuah ekosistem yang lebih kohesif dan terintegrasi. Pendekatan ini memiliki potensi untuk mengurangi biaya investasi yang diperlukan dalam pengembangan teknologi baru dan layanan digital, memungkinkan perusahaan untuk mengalihkan sumber dayanya ke bidang yang lebih strategis dan inovatif.
Kemajuan digital yang berkelanjutan merupakan salah satu tujuan jangka panjang yang ingin dicapai melalui implementasi Scale. Dengan lebih sedikit biaya operasional dan proses yang lebih efisien, Telkom tidak hanya dapat memfasilitasi pertumbuhan bisnis digital yang lebih cepat, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan dan keberlanjutan dalam industri telekomunikasi. Dalam konteks ini, kehadiran kecerdasan buatan diharapkan dapat memperkuat analitik dan pengambilan keputusan, yang pada gilirannya mendorong pengembangan produk dan layanan yang lebih baik ke depannya.
Secara keseluruhan, dampak dan harapan untuk masa depan sangat relevan dengan visi Telkom dalam menjadi pemimpin di era digital. Melalui transformasi ini, diharapkan Telkom tidak hanya menjadi lebih produktif, tetapi juga lebih inovatif, menciptakan nilai tambah bagi pelanggan dan stakeholder secara keseluruhan.







