Harga BBM 24 Oktober 2026: Mayoritas Stabil, Shell V-Power Diesel Naik

Harga BBM 24 Oktober 2026: Mayoritas Stabil, Shell V-Power Diesel Naik

Jakarta | Harga BBM di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia pada Sabtu, 24 Oktober 2026, masih menunjukkan variasi antaroperator dan jenis produk. Secara umum, mayoritas harga BBM yang dipasarkan Pertamina, BP-AKR, dan Vivo belum mengalami perubahan dibandingkan periode sebelumnya. Namun, terdapat pergerakan pada salah satu produk Shell, yakni Shell V-Power Diesel, yang tercatat mengalami kenaikan. Informasi yang tersedia tidak mencantumkan besaran kenaikan tersebut.

Perbedaan harga di setiap jaringan SPBU dapat dipengaruhi oleh jenis bahan bakar, spesifikasi produk, serta kebijakan penetapan harga masing-masing perusahaan. Karena itu, kondisi bahwa sebagian besar harga bertahan tidak berarti seluruh produk di semua wilayah memiliki harga yang sama. Konsumen tetap perlu memperhatikan daftar harga yang berlaku di SPBU tujuan, terutama jika hendak membandingkan pilihan bahan bakar untuk kendaraan.

Untuk Pertamina, BP-AKR, dan Vivo, belum ada perubahan harga pada mayoritas produk yang menjadi perhatian dalam pembaruan kali ini. Sementara itu, kenaikan Shell V-Power Diesel menjadi catatan tersendiri di tengah kondisi harga yang relatif stabil pada sejumlah operator. Perubahan tersebut tidak dapat digeneralisasi sebagai kenaikan bagi seluruh produk Shell, sebab informasi yang dilaporkan secara khusus merujuk pada V-Power Diesel.

Pembaruan harga BBM secara berkala penting dicermati karena dapat membantu masyarakat memperkirakan pengeluaran bahan bakar dan menentukan tempat pengisian yang sesuai. Meski demikian, harga yang berlaku dapat berbeda menurut lokasi dan waktu pembelian. Sebelum mengisi, konsumen sebaiknya memeriksa papan harga di SPBU atau kanal resmi penyedia BBM untuk memastikan informasi terbaru. Dengan demikian, gambaran pada 24 Oktober ini menunjukkan mayoritas harga masih stabil, dengan kenaikan yang tercatat pada Shell V-Power Diesel tanpa rincian nilai kenaikannya.

PT Pertamina Patra Niaga menyampaikan bahwa kebijakan harga bahan bakar minyak pada periode ini tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku untuk masing-masing jenis BBM. Untuk BBM subsidi, penetapan harga mengikuti kebijakan pemerintah. Harga BBM subsidi tersebut dinyatakan tetap hingga akhir 2026. Dengan demikian, konsumen dapat merujuk pada ketentuan pemerintah mengenai harga BBM subsidi selama periode tersebut, tanpa perubahan harga sampai penghujung tahun 2026.

Keterangan itu disampaikan oleh P Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora. Ia menjelaskan bahwa harga BBM subsidi berada dalam kebijakan pemerintah dan tidak berubah hingga akhir 2026. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa acuan harga untuk BBM subsidi tetap sama selama rentang waktu yang disebutkan. Dalam keterangan yang sama, Pertamina Patra Niaga juga menyampaikan keadaan harga untuk produk BBM nonsubsidi pada periode ini.

Menurut Kitty Andhora, harga BBM nonsubsidi masih sama dengan harga pada periode sebelumnya. Pertimbangan dalam penetapan harga mencakup berbagai faktor serta kondisi masyarakat. Karena itu, harga produk nonsubsidi pada periode ini tidak mengalami perubahan dibandingkan periode sebelumnya. Keterangan tersebut mencakup kebijakan harga BBM subsidi yang mengikuti kebijakan pemerintah dan tetap sampai akhir 2026, serta harga BBM nonsubsidi yang masih sama dengan periode sebelumnya. Penyampaian ini merupakan keterangan P Corporate Communication Pertamina Patra Niaga mengenai kebijakan harga yang berlaku, tanpa mengubah acuan harga subsidi maupun harga nonsubsidi yang telah disampaikan untuk periode tersebut.

Untuk wilayah DKI Jakarta, harga BBM di SPBU Pertamina pada 24 Oktober 2026 mencakup beberapa produk dengan tarif yang berbeda menurut jenis bahan bakarnya. Pertalite dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar dibanderol Rp6.800 per liter. Kedua harga tersebut menjadi acuan bagi konsumen yang menggunakan BBM bersubsidi di wilayah ibu kota.

Di kelompok BBM nonsubsidi, Pertamax tercatat seharga Rp15.950 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 dipasarkan dengan harga Rp19.150 per liter dan Pertamax Turbo Rp19.600 per liter. Dengan demikian, di tiga produk nonsubsidi yang disebutkan, Pertamax Turbo memiliki harga per liter paling tinggi, sedangkan Pertamax berada pada tingkat harga paling rendah.

Rincian tersebut perlu dibaca sebagai harga yang secara khusus dinyatakan untuk DKI Jakarta, bukan sebagai daftar tarif seragam untuk seluruh Indonesia. Harga BBM dapat berbeda antardaerah karena penetapannya mempertimbangkan wilayah pemasaran dan ketentuan yang berlaku. Konsumen di luar DKI Jakarta sebaiknya memeriksa informasi harga sesuai provinsi atau wilayah masing-masing sebelum mengisi bahan bakar.

Angka untuk produk Pertamina di atas juga berbeda konteks dengan daftar harga yang merujuk pada data 23 Oktober 2026. Data bertanggal 23 Oktober merupakan acuan berdasarkan tanggal tersebut, sedangkan rincian Pertalite, Biosolar, Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo di sini disajikan secara khusus untuk DKI Jakarta pada pembahasan harga 24 Oktober. Karena itu, tanggal dan cakupan wilayah perlu diperhatikan saat membandingkan harga, agar data dari hari atau daerah berbeda tidak dianggap sebagai satu daftar yang sama.

Bagi pengendara, perbandingan ini dapat membantu memperkirakan biaya pengisian berdasarkan jenis BBM dan kebutuhan kendaraan. Pastikan pula untuk mengecek pembaruan resmi apabila hendak membeli, terutama jika terdapat perubahan tarif atau informasi yang diumumkan setelah data tersebut diterbitkan.

Selain produk bensin reguler, daftar harga per 23 Oktober 2026 juga memuat beberapa bahan bakar beroktan tinggi dan diesel dari sejumlah operator. Untuk Pertamina, Pertamax dengan RON 92 tercatat Rp15.950 per liter. Pertamax Green 95, yang memiliki RON 95, dijual Rp19.150 per liter, sedangkan Pertamax Turbo dengan RON 98 tercantum Rp19.600 per liter. Angka-angka tersebut merupakan harga yang tertera dalam daftar untuk periode yang dibahas, bukan jaminan bahwa tarifnya sama di setiap daerah.

Pada kategori diesel Pertamina, Dexlite dengan CN 51 tercatat Rp23.700 per liter dan Pertamina Dex dengan CN 53 sebesar Rp25.200 per liter. Daftar yang sama mencantumkan BP Ultimate Diesel seharga Rp25.420 per liter. Sementara itu, Shell V-Power Diesel juga berada di angka Rp25.420 per liter. Dengan demikian, kedua produk diesel premium yang disebutkan dari BP-AKR dan Shell memiliki nominal yang sama dalam data tersebut. Informasi ini membantu pembaca membandingkan harga produk yang tersedia, tetapi tidak menjelaskan perbedaan spesifikasi, ketersediaan stok, atau cakupan wilayah masing-masing produk.

Untuk produk Shell lainnya, harga Shell V-Power dan Shell V-Power Nitro tidak tercantum pada daftar yang menjadi acuan. Sumber menyatakan bahwa cakupan daftar meliputi Pertamina, BP-AKR, Shell, dan Vivo, tetapi tidak menyajikan rincian harga Vivo ataupun seluruh produk yang dijual oleh masing-masing operator. Karena itu, ketiadaan suatu produk atau nominal pada daftar tidak dapat dianggap sebagai tanda bahwa produk tersebut tidak dijual. Pembaca yang membutuhkan harga terkini untuk produk yang belum tercantum sebaiknya memeriksa informasi resmi operator atau menanyakan langsung kepada SPBU terkait sebelum mengisi bahan bakar.

Harga yang tertera dapat berbeda menurut wilayah dan ketersediaan produk di masing-masing SPBU. Perbedaan distribusi, kebijakan harga setempat, maupun stok dapat membuat nominal di lokasi tertentu tidak sama dengan angka dalam daftar. Gunakan data per 23 Oktober 2026 ini sebagai acuan sesuai tanggalnya, dan pastikan kembali harga yang berlaku di daerah tujuan, terutama jika membandingkan beberapa merek atau merencanakan pembelian dalam jumlah besar.