BEI Susun Peta Jalan hingga 2030 untuk Bersaing di Jajaran Bursa Global

BEI Susun Peta Jalan hingga 2030 untuk Bersaing di Jajaran Bursa Global

Jakarta | Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan diri menjadi salah satu dari 10 bursa terbesar di dunia. Aspirasi jangka panjang tersebut disampaikan Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rabu, 28 Oktober 2026. Target ini menjadi bagian dari Masterplan BEI 2026–2030, yang memuat arah pengembangan bursa untuk beberapa tahun mendatang.

Dalam masterplan tersebut, BEI menetapkan visi untuk mewujudkan pasar modal Indonesia yang maju, inklusif, dan berdaya saing global. Sasaran masuk jajaran 10 bursa terbesar menjadi salah satu gambaran ambisi tersebut. Posisi itu akan diukur berdasarkan dua indikator utama, yaitu kapitalisasi pasar dan nilai transaksi. Dengan demikian, pencapaian target tidak hanya mencerminkan besarnya perusahaan-perusahaan yang tercatat, tetapi juga aktivitas perdagangan di pasar modal.

Kapitalisasi pasar menggambarkan nilai agregat saham perusahaan tercatat, sedangkan nilai transaksi menunjukkan besarnya perdagangan efek dalam periode tertentu. Kedua ukuran tersebut memberi perspektif berbeda mengenai skala dan dinamika suatu bursa. Penetapan indikator itu juga menyediakan tolok ukur yang lebih terukur untuk menilai kemajuan BEI dibandingkan bursa lain di dunia.

Ambisi tersebut perlu dipahami sebagai arah strategis, bukan sekadar peringkat yang berdiri sendiri. Upaya memperbesar skala pasar perlu berjalan seiring dengan penguatan kualitas, akses, dan daya tahan ekosistem. Arah menuju pasar yang inklusif menempatkan perluasan partisipasi sebagai bagian dari agenda, sementara daya saing global menuntut pasar Indonesia mampu menarik perhatian pelaku dan investor internasional. Visi pasar yang maju juga menunjukkan pentingnya perkembangan yang berkelanjutan.

Masterplan 2026–2030 menjadi kerangka bagi BEI untuk menerjemahkan aspirasi itu ke dalam agenda pengembangan pasar modal. Keberhasilan pada 2030 akan bergantung pada perkembangan kedua indikator yang disebutkan, sekaligus konsistensi pelaksanaan arah strategisnya. Dengan menetapkan ukuran kapitalisasi pasar dan nilai transaksi, BEI memberikan dasar bagi publik untuk mengikuti kemajuan menuju sasaran tersebut. Target masuk 10 besar menandai skala cita-cita bursa nasional dalam memperkuat perannya di tingkat global.

BEI menetapkan empat sasaran kuantitatif untuk dicapai pada 2030 sebagai bagian dari peta jalan jangka panjangnya. Sasaran tersebut mencakup kapitalisasi pasar sebesar Rp30.000 triliun, rata-rata nilai transaksi harian Rp31 triliun, jumlah perusahaan tercatat sebanyak 1.100, serta 35 juta investor pasar modal. Keempat angka ini menjadi ukuran utama yang menggambarkan arah pengembangan pasar modal Indonesia hingga akhir periode peta jalan.

Target kapitalisasi pasar sebesar Rp30.000 triliun menunjukkan skala nilai pasar yang ingin dicapai. Sasaran ini berdampingan dengan rata-rata nilai transaksi harian Rp31 triliun, yang menempatkan aktivitas perdagangan sebagai salah satu aspek penting dalam agenda tersebut. Kedua ukuran itu menyoroti dimensi pasar, baik dari sisi besaran kapitalisasi maupun nilai transaksi yang berlangsung setiap hari.

Di sisi perusahaan, BEI menargetkan terdapat 1.100 perusahaan tercatat pada 2030. Angka tersebut menjadi sasaran terukur untuk memperluas basis emiten di bursa. Sementara itu, target 35 juta investor pasar modal mencerminkan dimensi partisipasi dalam peta jalan. Dengan demikian, empat sasaran tersebut mencakup nilai pasar, aktivitas transaksi, jumlah perusahaan yang tercatat, dan jumlah investor.

Secara keseluruhan, angka-angka itu menerjemahkan aspirasi jangka panjang BEI menjadi capaian yang lebih terukur. Masing-masing memberikan patokan kuantitatif pada bidang yang berbeda, tetapi ditempatkan dalam satu kerangka tujuan hingga 2030. Penyebutan sasaran secara spesifik juga membantu memperjelas hasil yang hendak dituju dalam peta jalan, tanpa mengubahnya menjadi pernyataan mengenai kondisi saat ini atau kepastian pencapaian. Fokusnya adalah arah dan ukuran target yang telah ditetapkan.

Empat sasaran ini menjadi inti dari agenda BEI untuk memperkuat pasar modal Indonesia dalam jangka panjang. Kapitalisasi pasar Rp30.000 triliun, rata-rata transaksi harian Rp31 triliun, 1.100 perusahaan tercatat, dan 35 juta investor merupakan indikator utama yang digunakan untuk menggambarkan capaian yang diharapkan pada 2030. Dengan menetapkan angka-angka tersebut, aspirasi jangka panjang disajikan melalui tujuan yang konkret dan dapat dipahami secara lebih terarah oleh para pemangku kepentingan.

Untuk mendukung sasaran yang hendak dicapai pada 2030, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusun kerangka strategi yang disebut strategy house. Kerangka ini menjadi landasan perencanaan dalam mengarahkan upaya pengembangan pasar modal Indonesia agar selaras dengan tujuan jangka panjang. Penyusunannya menunjukkan bahwa target tersebut tidak hanya ditempatkan sebagai ambisi, tetapi juga diterjemahkan ke dalam suatu struktur strategi yang dapat menjadi acuan bagi langkah-langkah BEI.

Dalam kerangka tersebut, terdapat empat pilar bisnis yang didukung oleh lima enabler. Keduanya membentuk susunan utama strategy house dan menjadi bagian dari pendekatan BEI untuk memperkuat pertumbuhan serta daya saing pasar modal Indonesia. Informasi yang tersedia menjelaskan jumlah pilar dan enabler, tetapi tidak merinci nama maupun fungsi masing-masing unsur. Karena itu, kerangka ini dapat dipahami pada tingkat tujuan dan susunannya, tanpa menambahkan penjabaran yang belum disampaikan.

Keberadaan pilar bisnis dan enabler menempatkan strategi BEI dalam satu kerangka yang saling terhubung. Pilar dan enabler tersebut menjadi landasan untuk menopang pengembangan pasar modal, sekaligus mengarahkan perhatian pada pertumbuhan dan peningkatan daya saing. Dengan susunan seperti ini, strategi untuk mencapai sasaran 2030 dipaparkan sebagai kerangka bersama, bukan sekadar kumpulan inisiatif yang berdiri sendiri. Namun, uraian mengenai bagaimana setiap bagian bekerja secara spesifik tidak tercantum dalam informasi yang menjadi dasar pembahasan ini.

Kerangka strategy house juga memberi konteks bagi pembaca untuk memahami cara BEI menata upaya menuju target jangka panjangnya. Empat pilar bisnis dan lima enabler merupakan unsur yang disebutkan sebagai penopang strategi, sementara tujuan besarnya adalah memperkuat pertumbuhan dan daya saing pasar modal Indonesia. Rincian pelaksanaan, prioritas tiap unsur, maupun ukuran keberhasilan khususnya tidak dijelaskan di sini. Dengan demikian, yang dapat ditegaskan adalah peran kerangka tersebut sebagai fondasi strategi BEI dalam mendukung sasaran 2030 dan memperkuat posisi pasar modal Indonesia.

Dalam peta jalan hingga 2030, BEI menyiapkan tiga kelompok inisiatif flagship yang saling melengkapi. Kelompok pertama berfokus pada penguatan likuiditas dan akses pasar. Arah ini ditujukan untuk meningkatkan kedalaman pasar, sehingga aktivitas perdagangan dapat ditopang oleh partisipasi dan pilihan akses yang lebih luas. Penguatan likuiditas juga menjadi bagian penting dalam membangun pasar modal yang mampu melayani kebutuhan beragam pelaku. Menurut Jeffrey, peningkatan kedalaman dan likuiditas merupakan salah satu sasaran utama dari rangkaian inisiatif tersebut, sejalan dengan upaya memperkuat daya saing bursa.

Kelompok kedua mencakup perluasan fundraising serta pembentukan modal. Inisiatif pada area ini diarahkan untuk memperluas sumber pendanaan yang dapat dimanfaatkan perusahaan, sekaligus mendukung fungsi pasar modal dalam mempertemukan kebutuhan pendanaan dan ketersediaan modal. Dengan pilihan penghimpunan dana yang lebih beragam, perusahaan diharapkan memiliki ruang lebih luas untuk mengakses pembiayaan melalui pasar. Tujuannya bukan hanya memperbesar aktivitas pasar, tetapi juga memperkuat perannya sebagai sumber modal bagi perusahaan. Jeffrey menyebut perluasan sumber pendanaan perusahaan sebagai sasaran yang ingin dicapai melalui peta jalan tersebut.

Kelompok ketiga berisi pengembangan produk dan infrastruktur baru. Fokusnya adalah menghadirkan produk serta layanan yang semakin sesuai dengan kebutuhan pelaku pasar, dengan dukungan infrastruktur yang menunjang kegiatan pasar.

Baca juga: Turnamen Voli Piala Panglima TNI di Samarinda Resmi Ditutup, PB Tesla Raih Juara Pertama SAMARINDA – Turnamen Bola Voli Putri Piala Panglima TNI dalam rangka memperingati HUT TNI ke-81 Tahun 2026 di wilayah Kodim 0901/Samarinda resmi ditutup, Minggu (27/9/2026) malam. Acara penutupan yang berlangsung di Lapangan Voli RT 17, Jl. Mulawarman Gang Tukang, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, tersebut berlangsung meriah dan dihadiri sekitar 500 orang yang terdiri dari tamu undangan, peserta turnamen, penonton, serta masyarakat sekitar. Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0901/Samarinda Kolonel Inf Arif Hermad, S.I.P., M.M., Kasdim 0901/Samarinda Letkol Inf Y. Menri Sarungallo, S.E., M.Han., para Perwira Staf Kodim 0901/Samarinda, para Danramil jajaran Kodim 0901/Samarinda, Tokoh Masyarakat Kampung Bayur Hartoyo, perwakilan sponsorship PT BAS H. Padil, para peserta turnamen dan masyarakat. Dalam sambutannya, Tokoh Masyarakat Kampung Bayur, Hartoyo, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan turnamen tersebut. Ia juga mengapresiasi peran TNI yang selama ini turut membantu masyarakat Kampung Bayur, Ia berharap TNI semakin solid dan kuat dalam menjaga keamanan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sementara itu, Dandim 0901/Samarinda Kolonel Inf Arif Hermad menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya masyarakat Kampung Bayur Kelurahan Sempaja Utara, yang telah mendukung dan menyukseskan turnamen tersebut. “Turnamen Voli Piala Panglima TNI ini sudah berlangsung selama kurang lebih 10 hari dan malam ini merupakan puncaknya,” kata Dandim. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat kerja sama dan silaturahmi antara TNI dengan masyarakat. Dandim berharap turnamen serupa dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun sehingga dapat menjadi wadah untuk mencari dan mengembangkan bibit-bibit atlet bola voli di Kota Samarinda. Rangkaian penutupan dilanjutkan dengan doa, pertandingan perebutan juara ketiga dan harapan satu antara PB Gajah Mungkur melawan PB Predator. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh PB Gajah Mungkur. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian doorprize dan lomba busana dalam rangka HUT TNI ke-81 Tahun 2026, sebelum memasuki pertandingan final perebutan juara pertama dan kedua. Pada pertandingan final, PB Tesla berhadapan dengan PB RR. Pertandingan berlangsung kompetitif hingga akhirnya PB Tesla berhasil meraih kemenangan dan keluar sebagai juara pertama. Adapun hasil akhir Turnamen Bola Voli Putri Piala Panglima TNI di wilayah Kodim 0901/Samarinda yaitu Juara 1 PB Tesla, Juara 2 PB RR, Juara 3 PB Gajah Mungkur, dan Juara Harapan PB Predator. Seluruh rangkaian kegiatan penutupan Turnamen Voli Piala Panglima TNI selesai pada pukul 00.10 WITA. Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Turnamen tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan peringatan HUT TNI ke-81 Tahun 2026, sekaligus mempererat kebersamaan antara TNI, masyarakat, dan insan olahraga di wilayah Kota Samarinda.