Kabupaten Bogor | Pelita Jaya menundukkan Satya Wacana Salatiga dengan skor 72-55 pada laga keempat sekaligus pertandingan terakhir penyisihan Grup B IBL All Indonesian 2026. Pertandingan berlangsung Kamis di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hasil tersebut menutup penampilan Pelita Jaya di fase grup dengan kemenangan, meski kepastian mereka melaju ke semifinal masih menanti hasil pertandingan lain dan perhitungan klasemen.
Tim asuhan Johannis Winar, yang dikenal sebagai Coach Ahang, mampu menjaga keunggulan sejak awal hingga akhir laga. Pelita Jaya membuka pertandingan dengan memimpin 26-16 pada kuarter pertama. Mereka kemudian memperlebar jarak secara signifikan sebelum turun minum, dengan kedudukan 47-21. Keunggulan 26 poin itu memberi ruang bagi Pelita Jaya untuk mengendalikan tempo dan menjaga jarak dari upaya Satya Wacana mengejar.
Memasuki kuarter ketiga, Pelita Jaya tetap berada di depan dan menutup periode tersebut dengan skor 59-37. Satya Wacana berusaha memperbaiki keadaan pada kuarter terakhir, tetapi selisih angka yang sudah terbentuk membuat mereka belum mampu membalikkan jalannya pertandingan. Pelita Jaya mempertahankan kontrol hingga buzzer akhir, memastikan kemenangan dengan skor 72-55. Rangkaian skor tiap kuarter menunjukkan bahwa mereka memimpin pada seluruh periode pertandingan.
Kemenangan atas Satya Wacana juga menyusul hasil positif Pelita Jaya pada laga sebelumnya, ketika mereka mengalahkan Hangtuah JG Liem Jakarta dengan skor 81-49. Dua kemenangan tersebut menjadi penutup yang kuat bagi perjalanan tim di Grup B, sekaligus menjaga peluang untuk melanjutkan kompetisi. Namun, hasil melawan Satya Wacana belum dengan sendirinya memastikan tiket semifinal. Posisi akhir Pelita Jaya tetap bergantung pada hasil laga lain serta ketentuan klasemen yang berlaku. Dengan demikian, kemenangan 72-55 menjadi modal penting, sementara penantian untuk mengetahui kelolosan mereka masih berlanjut.
Catatan statistik pertandingan mencatat Putu Pande sebagai pencetak angka terbanyak bagi Pelita Jaya saat menghadapi Satya Wacana. Center tersebut membukukan 15 poin, tujuh rebound, dan satu assist. Rincian itu menempatkan Putu Pande di posisi teratas dalam perolehan angka Pelita Jaya pada laga ini, sekaligus memperlihatkan kontribusinya dalam tiga kategori statistik yang tercantum. Angka tersebut merujuk pada data resmi penyelenggara pertandingan.
Di rekan setimnya, Andrew Lensun mencatat 13 poin, sedangkan Reza Guntara menyumbangkan 11 poin. Dengan demikian, catatan kedua pemain itu mengikuti perolehan Putu Pande dalam daftar pencetak angka Pelita Jaya yang tersedia. Informasi statistik yang dirilis penyelenggara menyajikan poin mereka sebagai kontribusi masing-masing pemain. Tidak ada rincian tambahan mengenai kategori statistik lain untuk Andrew Lensun maupun Reza Guntara dalam data yang menjadi dasar uraian ini.
Dari kubu Satya Wacana, Samuel Kafiar memimpin perolehan angka tim dengan 10 poin. Statistik penyelenggara juga mencatat lima rebound dan dua assist untuk Samuel. Ketiga angka tersebut merupakan rincian kontribusinya yang tersedia dalam catatan pertandingan. Dengan penyebutan data kedua tim, gambaran pencetak angka utama dapat disampaikan tanpa mengubah atau menafsirkan lebih jauh statistik yang tercatat. Pelita Jaya memiliki catatan poin tertinggi melalui Putu Pande, sementara Samuel menjadi pencetak angka terbanyak bagi Satya Wacana.
Seluruh rincian pemain dalam bagian ini bersumber dari statistik yang disediakan penyelenggara. Data tersebut mencantumkan 15 poin, tujuh rebound, dan satu assist untuk Putu Pande; 13 poin untuk Andrew Lensun; serta 11 poin untuk Reza Guntara. Untuk Satya Wacana, catatan Samuel Kafiar adalah 10 poin, lima rebound, dan dua assist. Penyajian ini terbatas pada nama pemain dan angka yang tercantum, tanpa menambahkan statistik pertandingan lain atau membuat penilaian atas penampilan mereka.
Kemenangan atas Satya Wacana menutup rangkaian pertandingan Pelita Jaya di Grup B dengan catatan tiga kali menang dan satu kali kalah. Dari empat laga yang dijalani, tim tersebut mengumpulkan tujuh poin. Hasil itu menjaga peluang Pelita Jaya untuk melaju ke fase gugur, tetapi belum cukup untuk memastikan kelolosan mereka ke semifinal. Posisi akhir dan nasib tim masih ditentukan oleh hasil pertandingan terakhir grup, sehingga kemenangan ini menjadi modal penting, bukan penentu tunggal perjalanan mereka di turnamen.
Pelita Jaya kini harus menunggu duel Dewa United Banten dan Kesatria Bengawan Solo. Hasil laga tersebut akan melengkapi persaingan di Grup B dan menentukan apakah tujuh poin yang telah dikumpulkan Pelita Jaya cukup untuk membawa mereka melangkah ke babak berikutnya. Karena pertandingan itu belum berlangsung, kepastian mengenai semifinal belum dapat diperoleh. Situasi ini membuat perhatian tim dan pendukung tertuju pada hasil kedua pesaing tersebut. Pelita Jaya telah menuntaskan seluruh empat pertandingan grupnya, sehingga tidak memiliki kesempatan menambah poin melalui laga lain. Mereka hanya dapat memantau perkembangan klasemen setelah pertandingan penutup digelar.
Di sisi lain, Satya Wacana mengakhiri fase grup dengan hasil yang jauh berbeda. Tim asuhan Jerry Lolowang tidak berhasil meraih kemenangan dalam empat pertandingan dan mencatat rekor 0-4, dengan total empat poin. Kekalahan dari Pelita Jaya memastikan Satya Wacana gagal mencapai semifinal. Dengan demikian, hasil pertandingan ini berdampak langsung pada catatan akhir kedua klub: Pelita Jaya masih menantikan kepastian kelolosan, sedangkan peluang Satya Wacana telah tertutup. Perbedaan tersebut mencerminkan posisi kedua tim setelah seluruh laga Satya Wacana selesai dan Pelita Jaya menunggu hasil terakhir Grup B untuk mengetahui apakah mereka dapat melanjutkan persaingan menuju gelar.
IBL All Indonesian 2026 menjadi panggung persaingan bagi sepuluh klub peserta, dengan format yang memberi perhatian khusus pada kontribusi pemain lokal. Turnamen ini berlangsung pada 24 Oktober hingga 1 November di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di luar hasil pertandingan, ajang tersebut menyediakan kesempatan bagi para pemain untuk memperoleh menit bermain yang lebih banyak, menguji kemampuan dalam atmosfer kompetitif, dan membangun kepercayaan diri sebelum kompetisi reguler IBL 2027 dimulai.
Sepuluh peserta dibagi ke dalam dua grup. Grup A dihuni Bogor Hornbills, Pacific Caesar, Satria Muda Pertamina Bandung, RANS Simba Bogor, dan Rajawali Medan. Sementara itu, Grup B terdiri atas Dewa United Banten, Pelita Jaya Basketball Jakarta, Hangtuah Jakarta, Satya Wacana Salatiga, serta Kesatria Bengawan Solo. Pembagian ini mempertemukan klub-klub dengan latar dan kekuatan berbeda, sekaligus memberi ruang bagi pemain lokal dari setiap tim untuk tampil dan memperlihatkan kualitas mereka.
Babak grup menjadi penentu utama perjalanan menuju fase gugur. Hanya dua tim teratas dari masing-masing grup yang berhak melaju ke semifinal, sehingga setiap pertandingan dapat berpengaruh pada peluang lolos. Dua laga semifinal dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober. Para pemenang kemudian akan bertemu di partai final pada 1 November untuk memperebutkan gelar juara. Dengan jadwal yang berlangsung selama lebih dari sepekan, persaingan tidak hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga konsistensi dan kesiapan tim dalam menjaga performa. Bagi Pelita Jaya maupun klub lain, hasil di turnamen ini menjadi bagian dari evaluasi, sementara kesempatan bermain yang tersedia dapat membantu pelatih menilai perkembangan pemain lokal menjelang musim reguler mendatang.
Baca juga: Duel Ganda Putra Asian Games 2026: Menanti Hasil Akhir Leo/Daniel






