Rafael Struick Tetap Bekerja Keras Sambil Menanti Peluang di Timnas Indonesia

Rafael Struick Tetap Bekerja Keras Sambil Menanti Peluang di Timnas Indonesia

Jakarta | Rafael Struick mengakui bahwa saat ini ia tidak menaruh harapan besar untuk kembali mendapat panggilan ke timnas Indonesia. Tim nasional kini berada di bawah kepemimpinan John Herdman, tetapi Struick memilih untuk tidak menjadikan peluang dipanggil sebagai hal yang ia tunggu-tunggu. Sikap tersebut mencerminkan penerimaannya terhadap keadaan dan persaingan yang ada, tanpa menyatakan bahwa dirinya telah menyerah untuk membela Indonesia. Ia memahami bahwa keputusan mengenai komposisi tim berada di tangan pelatih, sementara tugasnya adalah menjaga performa dan terus berkembang.

Dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober, Struick menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah bekerja keras bersama Dewa United. Ia ingin memaksimalkan setiap kesempatan untuk tampil, menjalani latihan dengan serius, serta memberikan kemampuan terbaik bagi klub. Bagi pemain tersebut, kerja sehari-hari di level klub merupakan hal yang dapat ia kendalikan secara langsung. Karena itu, ia tidak ingin terlalu larut memikirkan kemungkinan dipanggil atau tidak, melainkan berupaya menjalankan tanggung jawabnya dengan sebaik mungkin.

Pernyataan itu tidak berarti Struick menutup pintu bagi timnas Indonesia. Ia hanya tidak menggantungkan diri pada harapan akan panggilan dalam waktu dekat. Dengan terus bekerja keras dan menunjukkan kontribusi bersama Dewa United, ia tetap berusaha menjaga kesiapan apabila kesempatan kembali datang. Pendekatan ini membuatnya dapat berfokus pada hal-hal yang berada dalam kendalinya, termasuk kebugaran, konsistensi, dan kualitas permainan. Untuk saat ini, ia memilih membuktikan diri melalui penampilan di klub, sembari menerima bahwa peluang di tim nasional bergantung pada penilaian pelatih dan kebutuhan tim. Sikap tenang tersebut menunjukkan bahwa ia tetap menjalani karier secara profesional, tanpa membebani diri dengan ekspektasi yang belum tentu terwujud.Pada usia 23 tahun, Rafael Struick memilih menjadikan Dewa United sebagai pusat perhatian dalam perjalanan profesionalnya saat ini. Sikap tersebut menunjukkan bahwa ia ingin menjalani tanggung jawab di level klub dengan fokus dan kesungguhan. Di tengah perhatian terhadap kemungkinan kembali membela Timnas Indonesia, Struick tidak menempatkan pemanggilan sebagai satu-satunya hal yang menentukan langkahnya. Ia memilih mengarahkan energi pada pekerjaan yang berada di hadapannya: bekerja keras dan berusaha tampil sebaik mungkin bersama klubnya. Pilihan itu membuat perhatian utamanya tetap tertuju pada peran dan tugas yang ia jalani sekarang, bukan pada spekulasi mengenai kesempatan yang mungkin datang kemudian. Dengan demikian, kiprah bersama Dewa United menjadi prioritas yang dapat ia upayakan secara langsung dari hari ke hari.

Keputusan untuk memusatkan perhatian pada klub juga mencerminkan pendekatan yang realistis terhadap peluang di tim nasional. Pemanggilan Timnas Indonesia bukan sesuatu yang dapat ditentukan sendiri oleh seorang pemain. Karena itu, Struick memilih untuk tidak menggantungkan diri pada kemungkinan tersebut. Ia dapat terus mempersiapkan diri melalui kerja keras dan berusaha memberikan penampilan terbaik dalam lingkup yang menjadi tanggung jawabnya saat ini. Fokus seperti ini bukan berarti menutup harapan untuk kembali mendapat kesempatan membela negara. Sebaliknya, ia menempatkan harapan itu berdampingan dengan komitmen kepada klub, tanpa membiarkan ketidakpastian mengenai pemanggilan mengalihkan perhatiannya dari pekerjaan yang sedang dijalani. Untuk saat ini, Dewa United menjadi tempat baginya untuk terus menunjukkan keseriusan dan menjaga konsistensi usaha.

Bagi Struick, menanti peluang di Timnas Indonesia berjalan seiring dengan kewajiban untuk tetap bekerja keras bersama Dewa United. Ia tidak perlu menjadikan kabar pemanggilan sebagai ukuran tunggal atas langkah profesionalnya. Dengan memberikan perhatian penuh kepada klub, ia menjalani proses yang berada dalam kendalinya sendiri, sambil tetap membuka kemungkinan untuk dipertimbangkan kembali di kemudian hari. Pendekatan tersebut menegaskan bahwa peluang tim nasional dapat dinantikan, tetapi komitmen sehari-hari tetap perlu dijalankan. Pada usia 23 tahun, ia memilih membangun langkahnya melalui kesungguhan dan upaya untuk tampil sebaik mungkin di klub. Fokus itu menjadi prioritas Struick saat ini: menjalankan pekerjaannya bersama Dewa United dengan serius, tanpa menggantungkan diri pada kapan kesempatan membela Timnas Indonesia akan tiba.

Sudah lebih dari satu tahun Rafael Struick tidak tampil membela timnas Indonesia senior. Penampilan terakhirnya bersama skuad Garuda terjadi pada 20 Maret 2025, saat Indonesia bertandang ke markas Australia dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026. Laga tersebut menjadi kesempatan terakhir Struick merumput untuk timnas senior hingga kini, setelah sebelumnya ia beberapa kali menjadi bagian dari pilihan pelatih di lini depan.

Setelah pertandingan melawan Australia, Struick masih tercantum dalam skuad pada rangkaian putaran ketiga kualifikasi. Namun, ia hanya berada di bangku cadangan dan tidak memperoleh menit bermain. Situasi itu berlanjut hingga putaran ketiga berakhir: namanya tidak kembali muncul dalam daftar pemain yang dipanggil untuk memperkuat timnas Indonesia. Dengan demikian, jeda penampilannya bukan hanya berkaitan dengan satu pertandingan, melainkan juga dengan belum adanya kesempatan kembali masuk ke dalam skuad Garuda senior.

Di tengah periode tersebut, Struick sempat mendapat tugas bersama timnas Indonesia U-23. Ia memperkuat kelompok usia itu dalam kualifikasi Piala Asia U-23, sehingga tetap memiliki pengalaman membela Indonesia di level internasional. Akan tetapi, setelah agenda tersebut, ia tidak lagi masuk skuad Garuda, baik senior maupun kelompok usia yang terkait, dalam pemanggilan-pemanggilan berikutnya. Perjalanan itu menunjukkan bahwa keterlibatannya di tim nasional mengalami jeda, meskipun ia masih berupaya menjaga kesiapan dan menanti peluang.

Rentang waktu tanpa penampilan tentu menjadi perhatian, terutama karena Struick pernah menjadi salah satu opsi untuk menambah variasi serangan Indonesia. Namun, daftar pemanggilan dapat berubah mengikuti kebutuhan tim, kondisi pemain, serta pertimbangan pelatih. Karena itu, belum kembalinya Struick ke skuad tidak serta-merta menutup kemungkinan bagi dirinya untuk kembali. Untuk saat ini, catatan terakhirnya bersama timnas senior tetap tertuju pada laga tandang kontra Australia, sedangkan kesempatan berikutnya masih harus dinantikan.

Rafael Struick tetap menjaga tekad untuk kembali mendapat kepercayaan membela tim senior Indonesia. Meski belum mengetahui kapan kesempatan itu akan datang, ia tidak ingin menutup peluang tersebut. Baginya, jalan untuk kembali ke skuad nasional tetap terbuka selama ia terus bekerja keras dan menunjukkan perkembangan dalam setiap kesempatan bermain. Sikap itu mencerminkan kesiapannya untuk bersaing, sekaligus kesadaran bahwa keputusan pemanggilan berada di tangan pelatih.

Struick berharap penampilan dan kualitas permainannya dapat terlihat dengan jelas. Ia ingin setiap kontribusi di lapangan menjadi gambaran tentang kemampuan, kerja, dan kemajuan yang sedang ia bangun. Bukan hanya soal mencetak gol atau menghasilkan momen penting, tetapi juga tentang bagaimana ia menjalankan peran, membantu tim, serta menjaga konsistensi. Dengan menunjukkan aspek-aspek tersebut, ia berharap pelatih memiliki bahan yang cukup untuk menilai perkembangannya secara menyeluruh.

Namun, harapan untuk kembali dipanggil tidak berarti Struick menganggap tempat di tim nasional sudah pasti menjadi miliknya. Ia memahami bahwa persaingan di lini serang menuntut performa yang kuat dan berkelanjutan, sementara kebutuhan tim dapat berubah sesuai rencana pelatih. Karena itu, fokusnya adalah terus berlatih, tampil sebaik mungkin, dan meningkatkan kualitas permainan tanpa menetapkan hasil yang belum tentu terjadi. Jika suatu saat kesempatan datang, ia ingin berada dalam kondisi siap untuk menjawab kepercayaan tersebut. Struick menegaskan bahwa dirinya selalu siap apabila mendapat panggilan ke timnas senior.

Baca juga: Duel Ganda Putra Asian Games 2026: Menanti Hasil Akhir Leo/Daniel