Bandung | Persib Bandung berhak mengantongi total hadiah dan bonus sekitar Rp8,07 miliar setelah meraih tiga kemenangan pada fase grup AFC Champions League Two 2026/2027. Kemenangan terbaru didapat saat menghadapi Melbourne Victory dengan skor 2-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu, 28 Oktober 2026. Hasil tersebut bukan hanya memperkuat posisi Persib dalam persaingan grup, tetapi juga menambah pemasukan klub dari kompetisi antarklub Asia.
Balsa Sekulic menjadi penentu kemenangan lewat dua gol yang dicetak pada menit ke-47 dan ke-67. Gol pertama membuka keunggulan Persib setelah pertandingan berjalan ketat pada babak pertama, sedangkan gol keduanya memastikan tuan rumah menjaga kendali hingga laga berakhir. Tambahan bonus pertandingan untuk kemenangan itu mencapai 50 ribu dolar AS, atau sekitar Rp896,5 juta. Nilai tersebut menjadi bagian dari total hak finansial yang telah dikumpulkan Persib melalui tiga kemenangan di fase grup.
Dengan hasil atas Melbourne Victory, tim asuhan Igor Tolic kini mengoleksi sembilan poin dan semakin kokoh di puncak Grup E. Raihan tersebut mencerminkan konsistensi Persib dalam mengamankan hasil positif sekaligus memberi keuntungan finansial yang berarti bagi klub. Setiap kemenangan di fase grup membawa bonus tersendiri, sehingga keberhasilan menjaga performa di pertandingan berikutnya berpeluang menambah pemasukan. Meski demikian, posisi di klasemen dan jumlah hadiah yang terkumpul masih bergantung pada hasil laga-laga selanjutnya. Persib perlu mempertahankan fokus dan disiplin agar dapat melanjutkan langkah di kompetisi, memperbesar peluang lolos dari fase grup, serta menjaga momentum setelah menaklukkan lawan asal Australia tersebut. Bagi pendukung, kemenangan ini menjadi kabar menggembirakan karena menghadirkan hasil di lapangan sekaligus dampak finansial yang nyata bagi klub kebanggaan Bandung.
Pemasukan Persib dari kiprahnya di AFC Champions League Two 2026/2027 terdiri atas dua komponen utama: uang partisipasi bagi klub yang tampil pada fase grup dan bonus berdasarkan hasil pertandingan. Skema tersebut membuat pendapatan klub tidak hanya bergantung pada jumlah laga yang dijalani, tetapi juga pada kemenangan yang berhasil diraih sepanjang kompetisi.
Berdasarkan ketentuan yang menjadi acuan, setiap klub yang mencapai fase grup memperoleh uang partisipasi sebesar 300 ribu dolar AS. Dengan kurs yang digunakan dalam perhitungan sumber, nilai tersebut setara sekitar Rp5,379 miliar. Pembayaran partisipasi ini merupakan bagian dasar dari pemasukan Persib di kompetisi, terlepas dari hasil yang kemudian diperoleh dalam pertandingan fase grup.
Di samping dana partisipasi, regulasi juga memberikan bonus sebesar 50 ribu dolar AS untuk setiap kemenangan. Persib telah mencatat tiga kemenangan, sehingga akumulasi bonus hasil pertandingan mencapai 150 ribu dolar AS. Perhitungan ini berasal dari tiga kali bonus kemenangan, bukan dari jumlah gol atau selisih skor. Setiap kemenangan menambah pemasukan klub sebesar nilai yang telah ditetapkan dalam skema penghargaan tersebut.
Jika kedua komponen itu digabungkan, Persib memperoleh 300 ribu dolar AS sebagai uang partisipasi dan 150 ribu dolar AS dari tiga kemenangan. Totalnya adalah 450 ribu dolar AS. Dengan asumsi kurs yang sama seperti yang digunakan untuk mengonversi uang partisipasi, jumlah tersebut setara sekitar Rp8.068.500.000, atau sekitar Rp8,07 miliar. Angka rupiah dapat berubah apabila dihitung menggunakan kurs yang berbeda, sementara nilai dalam dolar AS menjadi dasar penjumlahan.
Rincian ini menunjukkan bagaimana performa di lapangan berpengaruh langsung terhadap tambahan pemasukan klub. Uang partisipasi memberi dasar pendapatan setelah Persib mencapai fase grup, sedangkan bonus kemenangan bertambah seiring hasil positif. Karena telah menang tiga kali, Persib mengumpulkan bonus sebesar separuh dari nilai uang partisipasinya. Gabungan kedua sumber tersebut menjadi gambaran nilai finansial yang diperoleh klub dari pencapaian fase grup dan kemenangan-kemenangan tersebut, sesuai perhitungan yang disampaikan.
Perolehan bonus pertandingan Persib terbentuk melalui tiga kemenangan yang diraih secara berurutan di Grup E. Hasil pertama datang ketika Persib bertandang ke Korea Selatan untuk menghadapi FC Seoul pada 16 September 2026. Dalam pertandingan tersebut, Persib menang dengan skor 1-0. Kemenangan itu menjadi awal rangkaian hasil positif sekaligus menambah satu kemenangan dalam catatan Persib di kompetisi Asia. Karena bonus pertandingan berkaitan dengan hasil yang dicapai, kemenangan atas FC Seoul menjadi bagian pertama dari akumulasi hak finansial Persib.
Setelah kemenangan pembuka itu, Persib kembali meraih hasil maksimal saat berhadapan dengan wakil Vietnam, The Cong-Viettel. Pertandingan yang berlangsung pada 14 Oktober tersebut berakhir dengan skor 1-0 untuk Persib. Hasil ini menjadi kemenangan kedua dalam rangkaian yang menghasilkan bonus pertandingan. Dengan menundukkan lawan dari Vietnam, Persib menjaga catatan kemenangan di Grup E dan menambah hasil yang diperhitungkan dalam akumulasi hak finansial. Urutan ini menunjukkan bahwa perolehan bonus Persib bukan berasal dari satu pertandingan saja, melainkan terkumpul melalui setiap kemenangan yang dicatat di fase grup.
Kemenangan ketiga diraih Persib ketika menghadapi Melbourne Victory. Pada pertandingan itu, Persib menang 2-0. Hasil tersebut melengkapi tiga kemenangan yang menjadi dasar perolehan bonus pertandingan Persib. Rangkaian skor tersebut terdiri atas dua kemenangan dengan selisih satu gol, masing-masing melawan FC Seoul dan The Cong-Viettel, serta kemenangan dua gol atas Melbourne Victory. Setiap hasil menjadi bagian dari perjalanan Persib di Grup E dan berkontribusi terhadap hak finansial yang diperoleh dari pertandingan. Secara berurutan, kemenangan di Korea Selatan, keberhasilan menundukkan wakil Vietnam, lalu kemenangan atas Melbourne Victory membentuk catatan tiga hasil maksimal Persib di Asia. Ketiganya menjadi dasar perhitungan bonus pertandingan dalam total hak finansial yang diberitakan mencapai Rp8,07 miliar. Dengan demikian, jumlah tersebut berkaitan dengan capaian Persib yang terhimpun sepanjang rangkaian pertandingan, bukan hanya dengan satu kemenangan tertentu. Urutan hasil juga memperlihatkan bagaimana Persib menambah capaian tersebut dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya di Grup E.
Hak finansial Persib yang disebut mencapai sekitar Rp8,07 miliar memberi gambaran besarnya imbalan yang telah dikumpulkan klub setelah meraih tiga kemenangan di kompetisi Asia. Angka tersebut dapat dibandingkan dengan nilai pasar Shinji Kagawa, mantan pemain Manchester United asal Jepang yang kini ditaksir sekitar Rp2,61 miliar. Perbandingan ini merujuk pada dua ukuran berbeda: satu merupakan hak finansial klub dari kompetisi, sedangkan yang lain adalah taksiran nilai pasar seorang pemain.
Secara nominal, hak finansial Persib lebih tinggi sekitar Rp5,46 miliar dibandingkan taksiran nilai pasar Kagawa. Jumlahnya juga sedikit lebih dari tiga kali nilai yang dilekatkan pada pemain tersebut. Perbandingan ini membantu menunjukkan skala nominal capaian Persib, tetapi tidak berarti kedua angka memiliki dasar penghitungan atau makna ekonomi yang sama. Nilai pasar pemain merupakan estimasi, sementara hak finansial kompetisi berkaitan dengan pembayaran yang diperoleh klub berdasarkan pencapaian dan ketentuan turnamen.
Di luar nominal yang telah disebutkan, Persib masih berpeluang memperoleh hadiah tambahan apabila berhasil lolos ke babak 16 besar. Klub yang mencapai tahap tersebut berhak atas uang partisipasi sebesar 80 ribu dolar AS. Dengan asumsi kurs yang sama seperti penghitungan nilai dalam pemberitaan, jumlah itu setara sekitar Rp1,43 miliar. Tambahan tersebut dapat menjadi insentif finansial berikutnya, sekaligus memperbesar total hak yang mungkin diterima Persib dari kiprahnya di kompetisi Asia.
Namun angka Rp1 43 miliar itu merupakan peluang bersyarat bukan pemasukan yang.






