Belajar, Bergerak, dan Bermusik: Kegiatan di Sekolah Lansia Fatmawati

Belajar, Bergerak, dan Bermusik: Kegiatan di Sekolah Lansia Fatmawati

Jakarta | Sejumlah warga lanjut usia mengikuti kegiatan Sekolah Lansia Fatmawati di RPTRA Pinang Pola, Cilandak, Jakarta, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Pertemuan ini menjadi ruang bagi peserta untuk belajar, menjaga kebugaran, memeriksa kondisi kesehatan, dan berinteraksi melalui kegiatan yang menyenangkan. Rangkaian kegiatan dirancang agar peserta dapat memperoleh pengalaman yang beragam dalam satu kesempatan, dengan perhatian pada kebutuhan dan kemampuan warga lanjut usia.

Kegiatan kali ini mengangkat tema “Dimensi Intelektual Kecerdasan Lansia”. Tema tersebut menempatkan proses belajar dan pengembangan pengetahuan sebagai bagian penting dalam kehidupan pada usia lanjut. Melalui pembelajaran, peserta diajak untuk terus mengenali hal-hal baru dan mengasah kemampuan berpikir. Pendekatan ini juga memberi kesempatan bagi para peserta untuk berbagi pengalaman serta mengikuti kegiatan bersama dalam suasana yang mendukung.

Acara mencakup pemeriksaan kesehatan, senam, sesi pembelajaran, dan permainan angklung. Pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu bagian dari rangkaian, sementara senam memberi ruang bagi peserta untuk bergerak dan menjaga kebugaran. Setelah itu, kegiatan belajar mengangkat tema intelektual, sebelum peserta terlibat dalam permainan angklung. Perpaduan aktivitas fisik, pembelajaran, dan musik menghadirkan variasi kegiatan yang dapat diikuti sesuai kemampuan masing-masing.

Sekolah Lansia Fatmawati bertujuan menambah pengetahuan dan keterampilan para peserta sekaligus mendukung kualitas hidup mereka. Tujuan ini diwujudkan melalui kesempatan untuk belajar, berlatih, dan berpartisipasi dalam kegiatan bersama. Dengan adanya rangkaian yang mencakup kesehatan, gerak tubuh, materi pembelajaran, dan musik, peserta memperoleh pengalaman yang tidak hanya berfokus pada satu aspek. Kegiatan semacam ini juga membantu menghadirkan ruang pertemuan yang mendorong keterlibatan aktif warga lanjut usia. Tema kecerdasan intelektual menjadi pengingat bahwa proses belajar tetap dapat berlangsung sepanjang hayat, sementara kegiatan yang disusun memberi peserta kesempatan untuk menjaga kebugaran, mengembangkan keterampilan, serta menikmati kebersamaan di lingkungan komunitas.Kegiatan di Sekolah Lansia Fatmawati diawali dengan pemeriksaan kesehatan bagi para peserta. Tahap ini menjadi kesempatan untuk memantau kondisi fisik masing-masing lansia sebelum mereka mengikuti rangkaian aktivitas berikutnya. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari susunan kegiatan, sehingga kondisi peserta dapat diperhatikan sejak awal. Dengan memulai hari melalui pemeriksaan, kegiatan memberi ruang bagi peserta untuk mengetahui keadaan fisik mereka pada saat itu. Tahap awal ini juga membantu menata jalannya aktivitas bersama, karena peserta dapat mengikuti acara setelah pemeriksaan selesai. Pemeriksaan kesehatan bukan satu-satunya agenda, melainkan pembuka sebelum peserta bergerak dan berinteraksi dalam kegiatan kelompok.

Setelah pemeriksaan, para lansia mengikuti senam bersama. Aktivitas ini mengajak peserta bergerak dalam suasana kelompok, mengikuti kegiatan yang telah disiapkan, serta mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing. Senam menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran dalam rangkaian kegiatan sekolah lansia. Peserta tidak hanya menjalani aktivitas secara perorangan, tetapi juga berkumpul dan bergerak bersama teman-teman mereka. Suasana tersebut menjadikan senam sebagai kegiatan fisik sekaligus momen kebersamaan. Sesudahnya, rangkaian dilanjutkan dengan permainan aktif yang memberi kesempatan kepada peserta untuk tetap bergerak sambil mengikuti kegiatan bersama. Urutan dari pemeriksaan, senam, lalu permainan membuat agenda berlangsung bertahap.

Permainan aktif melengkapi kegiatan fisik dengan suasana yang lebih interaktif. Para peserta dapat terlibat, memperhatikan jalannya permainan, dan berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya. Baik saat senam maupun permainan, kebersamaan menjadi bagian yang terlihat dari kegiatan. Peserta memiliki ruang untuk bertegur sapa, saling merespons, dan berbagi pengalaman selama mengikuti agenda. Interaksi tersebut berlangsung dalam konteks aktivitas yang dilakukan bersama, tanpa memisahkan kebugaran dari kehidupan sosial di sekolah. Dengan demikian, rangkaian awal kegiatan menggabungkan pemantauan kondisi fisik, gerak bersama, dan permainan. Pemeriksaan menjadi pembuka, sedangkan senam dan permainan aktif mengisi waktu berikutnya dengan kesempatan untuk tetap bergerak serta menjalin hubungan antarpeserta. Seluruh tahapan tersusun sebagai kegiatan bersama bagi para lansia di Sekolah Lansia Fatmawati.

Sesi pembelajaran di Sekolah Lansia Fatmawati menjadi kesempatan bagi peserta untuk menambah wawasan dan membuka ruang bagi pengetahuan baru. Dalam kegiatan ini, belajar tidak hanya dipahami sebagai proses menerima informasi, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman bersama yang mendorong peserta untuk tetap terlibat. Suasana kegiatan memberi kesempatan untuk menyimak, mengikuti alur pembelajaran, dan memperhatikan hal-hal yang dibahas tanpa harus terburu-buru. Setiap peserta dapat hadir dengan pengalaman dan sudut pandang masing-masing, sehingga proses belajar berlangsung sebagai kegiatan yang terbuka dan bermakna. Kesempatan untuk terus belajar menunjukkan bahwa rasa ingin tahu dapat dijaga pada berbagai tahap kehidupan.

Selain menyimak, peserta juga dapat berbagi pengalaman selama kegiatan berlangsung. Percakapan dan pertukaran cerita menghadirkan ruang untuk saling mendengarkan, sekaligus mempertemukan pengetahuan baru dengan pengalaman yang telah dimiliki. Berbagi dalam suasana kelompok dapat membuat kegiatan terasa lebih dekat dengan keseharian, tanpa mengurangi perhatian pada proses pembelajaran. Pengalaman setiap orang tentu berbeda, dan ruang bersama memungkinkan perbedaan itu hadir dengan saling menghargai. Tidak perlu mengasumsikan cerita atau kesimpulan tertentu; nilai kegiatan terlihat pada tersedianya kesempatan untuk berpartisipasi, mendengarkan, serta menanggapi sesuai kenyamanan masing-masing peserta.

Kegiatan belajar juga mendukung peserta agar tetap aktif secara intelektual. Mengikuti pembahasan, menerima gagasan, dan menghubungkannya dengan pengalaman merupakan bentuk keterlibatan pikiran yang dapat terus diasah. Hal ini selaras dengan tema acara yang menggabungkan belajar, bergerak, dan bermusik sebagai bagian dari kegiatan di sekolah lansia. Pembelajaran menjadi salah satu unsur yang melengkapi rangkaian tersebut, dengan memberi perhatian pada wawasan dan interaksi. Ketika peserta diberi ruang untuk belajar bersama, kegiatan tidak hanya menjadi agenda yang diikuti, tetapi juga kesempatan untuk menjaga semangat mencari tahu dan terhubung dengan orang lain. Suasana yang mendukung dapat membantu pengalaman belajar terasa nyaman, sekaligus mendorong partisipasi tanpa menetapkan kemampuan atau hasil yang sama bagi semua orang.

Menjelang akhir acara, suasana di Sekolah Lansia Fatmawati terasa semakin meriah. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan belajar dan bergerak, para peserta berkumpul untuk memainkan angklung bersama. Alunan nada yang muncul dari alat musik tradisional itu menghadirkan suasana hangat dan penuh semangat. Setiap peserta berusaha mengikuti irama, menggerakkan angklung pada waktunya, dan menyimak arahan agar bunyi yang dihasilkan terdengar selaras.

Permainan bersama ini menjadi momen yang dinanti karena memberi kesempatan kepada para lansia untuk terlibat aktif dalam kegiatan seni. Mereka memainkan “Can't Help Falling in Love”, lagu yang akrab di telinga, lalu melanjutkan dengan lagu nasional “Maju Tak Gentar”. Perbedaan karakter kedua lagu membuat penutup acara terasa beragam: satu menghadirkan suasana lembut, sementara lagu nasional membangkitkan semangat dan kebersamaan. Ketika angklung dimainkan serempak, peserta dapat merasakan bahwa kontribusi setiap orang penting bagi terbentuknya irama yang utuh.

Kegiatan bermusik tersebut bukan sekadar hiburan. Bermain angklung melibatkan perhatian, koordinasi gerak, dan kemampuan mendengarkan, sekaligus membuka ruang bagi peserta untuk saling berinteraksi. Mereka dapat menikmati proses latihan, tersenyum saat nada terdengar tepat, dan tetap bersemangat ketika perlu mencoba kembali. Pengalaman sederhana semacam ini turut menciptakan suasana akrab peserta dan pendamping, serta memberi penutup yang menyenangkan bagi rangkaian aktivitas hari itu.

Melalui kegiatan yang memadukan pembelajaran, gerak tubuh, dan musik, Sekolah Lansia Fatmawati menjadi wadah bagi para lansia untuk terus belajar, menjaga kebugaran, dan mempererat hubungan sosial.

Baca juga: Turnamen Voli Piala Panglima TNI di Samarinda Resmi Ditutup, PB Tesla Raih Juara Pertama SAMARINDA – Turnamen Bola Voli Putri Piala Panglima TNI dalam rangka memperingati HUT TNI ke-81 Tahun 2026 di wilayah Kodim 0901/Samarinda resmi ditutup, Minggu (27/9/2026) malam. Acara penutupan yang berlangsung di Lapangan Voli RT 17, Jl. Mulawarman Gang Tukang, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, tersebut berlangsung meriah dan dihadiri sekitar 500 orang yang terdiri dari tamu undangan, peserta turnamen, penonton, serta masyarakat sekitar. Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0901/Samarinda Kolonel Inf Arif Hermad, S.I.P., M.M., Kasdim 0901/Samarinda Letkol Inf Y. Menri Sarungallo, S.E., M.Han., para Perwira Staf Kodim 0901/Samarinda, para Danramil jajaran Kodim 0901/Samarinda, Tokoh Masyarakat Kampung Bayur Hartoyo, perwakilan sponsorship PT BAS H. Padil, para peserta turnamen dan masyarakat. Dalam sambutannya, Tokoh Masyarakat Kampung Bayur, Hartoyo, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan turnamen tersebut. Ia juga mengapresiasi peran TNI yang selama ini turut membantu masyarakat Kampung Bayur, Ia berharap TNI semakin solid dan kuat dalam menjaga keamanan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sementara itu, Dandim 0901/Samarinda Kolonel Inf Arif Hermad menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya masyarakat Kampung Bayur Kelurahan Sempaja Utara, yang telah mendukung dan menyukseskan turnamen tersebut. “Turnamen Voli Piala Panglima TNI ini sudah berlangsung selama kurang lebih 10 hari dan malam ini merupakan puncaknya,” kata Dandim. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat kerja sama dan silaturahmi antara TNI dengan masyarakat. Dandim berharap turnamen serupa dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun sehingga dapat menjadi wadah untuk mencari dan mengembangkan bibit-bibit atlet bola voli di Kota Samarinda. Rangkaian penutupan dilanjutkan dengan doa, pertandingan perebutan juara ketiga dan harapan satu antara PB Gajah Mungkur melawan PB Predator. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh PB Gajah Mungkur. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian doorprize dan lomba busana dalam rangka HUT TNI ke-81 Tahun 2026, sebelum memasuki pertandingan final perebutan juara pertama dan kedua. Pada pertandingan final, PB Tesla berhadapan dengan PB RR. Pertandingan berlangsung kompetitif hingga akhirnya PB Tesla berhasil meraih kemenangan dan keluar sebagai juara pertama. Adapun hasil akhir Turnamen Bola Voli Putri Piala Panglima TNI di wilayah Kodim 0901/Samarinda yaitu Juara 1 PB Tesla, Juara 2 PB RR, Juara 3 PB Gajah Mungkur, dan Juara Harapan PB Predator. Seluruh rangkaian kegiatan penutupan Turnamen Voli Piala Panglima TNI selesai pada pukul 00.10 WITA. Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Turnamen tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan peringatan HUT TNI ke-81 Tahun 2026, sekaligus mempererat kebersamaan antara TNI, masyarakat, dan insan olahraga di wilayah Kota Samarinda. | Penangkapan Bupati Bolaang Mongondow Utara dan Kegiatan di Jakarta | Ferdy Sambo Terlibat Aktif dalam Kegiatan Keagamaan di Lapas Cibinong