Jakarta | Instagram tengah menguji fitur bernama Features yang memungkinkan kreator mengunggah video horizontal berdurasi hingga 90 menit. Fitur ini memberi ruang bagi format yang lebih panjang daripada unggahan video singkat yang selama ini banyak diasosiasikan dengan platform tersebut. Melalui Features, kreator dapat menyajikan percakapan, pertunjukan, dan materi berdurasi panjang tanpa harus memecahnya menjadi beberapa bagian. Pengujian ini juga menjadi langkah untuk melihat bagaimana audiens merespons pengalaman menonton video yang lebih menyerupai tayangan panjang.
Sasaran awalnya mencakup podcaster, komedian, serta kreator lain yang terbiasa membuat konten berdurasi panjang. Bagi podcaster, format horizontal hingga 90 menit dapat menampung percakapan utuh, sementara komedian bisa membagikan pertunjukan yang lebih lengkap. Kreator juga berpotensi menggunakan fitur tersebut untuk mengembangkan jenis konten yang tidak mudah disesuaikan dengan durasi video pendek. Namun, fitur ini masih berada dalam tahap uji coba dan belum menjadi pilihan yang tersedia luas bagi seluruh pengguna Instagram.
Pengujian terbaru dimulai pada Senin dengan melibatkan kreator terpilih di Amerika Serikat. Sebelumnya, Instagram telah mencoba fitur tersebut di Brasil, sehingga peluncuran uji di AS memperluas cakupan pengumpulan masukan dari kreator. Langkah ini berlangsung di tengah persaingan layanan hiburan digital, terutama dengan YouTube yang telah lama menjadi tempat bagi video panjang dan kanal kreator. Dengan menawarkan durasi lebih panjang, Instagram berupaya memperluas perannya dalam konsumsi hiburan serta menarik kreator yang mencari lebih banyak pilihan distribusi. Uji coba ini khusus berlangsung bersama peserta di pasar yang disebutkan; pengujian video panjang tersebut tidak dinyatakan sedang berlangsung di Indonesia.
Fitur Features dirancang untuk membantu kreator menghubungkan Reels pendek dengan video versi lengkap. Dengan demikian, klip yang berfungsi sebagai pengenalan tidak harus menjadi pengalaman tontonan yang terpisah: kreator dapat mengarahkan orang yang tertarik untuk melanjutkan ke konten utuh. Pendekatan ini memberi ruang bagi video panjang untuk ditemukan melalui format singkat yang sudah akrab di Instagram, sekaligus menyediakan jalur yang jelas dari cuplikan menuju materi utama. Bagi penonton, hubungan tersebut dapat mengurangi kesulitan mencari sumber atau versi penuh setelah melihat potongan yang menarik. Bagi kreator, fitur ini berpotensi membuat cuplikan promosi lebih terhubung dengan karya lengkapnya.
Wakil Presiden Produk Instagram, Tessa Lyons, menjelaskan bahwa pengguna dapat mengeklik klip untuk membuka versi lengkap dan mendalami kontennya. Mekanisme itu juga berlaku bagi potongan podcast: seseorang yang menemukan bagian percakapan melalui Reels dapat beralih ke episode utuh tanpa berhenti pada cuplikan. Dengan cara ini, kreator bisa menggunakan momen penting, kutipan, atau bagian yang paling menarik sebagai pintu masuk bagi audiens. Penonton kemudian memperoleh kesempatan mengikuti alur dan konteks yang lebih lengkap, sementara kreator memiliki sarana untuk mengarahkan perhatian dari satu format ke format lain. Tautan klip dan video penuh menjadi inti pengalaman Features.
Instagram berencana memperluas pengujian Features kepada puluhan ribu kreator di Amerika Serikat. Di samping tautan dari klip, platform juga akan merekomendasikan video melalui halaman Explore dan bagian lain Instagram, sehingga video panjang berpeluang menjangkau penonton yang mungkin belum mengikuti kreatornya. Perluasan rekomendasi ini dapat membantu konten muncul berdasarkan minat pengguna dan memperbesar peluang penemuan di luar halaman profil. Meski begitu, pada tahap awal, fitur tersebut hanya tersedia melalui perangkat seluler. Artinya, kreator dan penonton perlu menggunakan aplikasi Instagram di ponsel untuk memanfaatkan alur dari Reels ke video lengkap. Pengujian ini akan memberi Instagram kesempatan menilai bagaimana pengguna menemukan dan menonton konten yang lebih panjang.
Instagram sedang menyiapkan pengalaman menonton video berdurasi panjang yang dirancang untuk layar televisi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya platform tersebut memperluas cara pengguna menikmati konten kreator, tidak hanya melalui ponsel. Dengan menghadirkan Instagram for TV, perusahaan ingin memberi ruang bagi video yang lebih panjang untuk ditonton dalam format yang terasa lebih nyaman di rumah. Pengalaman tersebut juga memungkinkan pengguna menjelajahi konten dan menontonnya pada layar yang lebih luas daripada layar perangkat seluler.
Dukungan Instagram for TV kini diperluas ke Apple TV di Amerika Serikat. Sebelumnya, layanan tersebut telah tersedia pada sejumlah perangkat televisi dan pemutar media, termasuk Samsung, Fire TV, serta Google TV. Perluasan ini menunjukkan bahwa Instagram berupaya menjangkau beragam ekosistem perangkat ruang keluarga. Namun, ketersediaan di Apple TV yang disebutkan untuk pasar AS tidak dengan sendirinya berarti layanan itu sudah hadir di Indonesia. Peluncuran untuk wilayah lain dapat bergantung pada rencana perusahaan dan dukungan perangkat setempat.
Menurut Lyons, layar besar dengan orientasi horizontal dinilai paling sesuai untuk menikmati konten horizontal berdurasi panjang. Format tersebut dapat memberikan pengalaman menonton yang lebih alami, terutama ketika video dibuat untuk ditampilkan melebar, bukan dalam bingkai vertikal yang lazim digunakan pada ponsel. Pengguna juga dapat menyaksikan konten bersama orang lain atau menontonnya dari jarak yang lebih nyaman. Pertimbangan ini menjadi salah satu alasan Instagram membawa pengalaman video ke perangkat televisi, sekaligus menyesuaikan cara penyajian konten dengan kebiasaan menonton di ruang keluarga.
Lyons juga menyampaikan bahwa Instagram memperkirakan sebagian besar aktivitas menonton secara mendalam pada akhirnya akan berlangsung di layar tersebut. Perkiraan itu menggambarkan arah yang mungkin diambil oleh kebiasaan pengguna, bukan kepastian bahwa semua penonton akan beralih dari ponsel ke televisi. Ponsel tetap menawarkan kemudahan untuk menonton kapan saja, sementara layar TV berpotensi lebih menarik untuk sesi yang lebih panjang. Karena itu, Instagram tampaknya ingin menyediakan pilihan lintas perangkat agar kreator dapat menjangkau penonton dalam berbagai situasi, termasuk ketika mereka memilih menikmati video panjang melalui layar besar.
Selain menguji video berdurasi lebih panjang, Instagram tengah mengembangkan Series, fitur yang dirancang untuk menampung Reels episodik dalam beberapa bagian. Format ini dapat membantu kreator menyajikan cerita secara berkelanjutan, alih-alih mengandalkan satu video singkat untuk menyampaikan seluruh alur. Salah satu jenis konten yang berpotensi memanfaatkan pendekatan tersebut adalah mikrodrama, yakni cerita fiksi berseri dengan episode ringkas yang dibuat untuk ditonton melalui perangkat seluler.
Pengembangan Series masih berada pada tahap pengujian dan perlu dibedakan dari uji coba Features. Keduanya merupakan inisiatif yang berbeda, sehingga pengujian satu fitur tidak serta-merta menandakan bahwa fitur lainnya sudah tersedia secara luas. Sejak Juni, Instagram telah menghubungi sejumlah studio mikrodrama di Asia Tenggara untuk membahas dan menguji kemungkinan penggunaan Series. Keterlibatan studio dapat memberi masukan tentang kebutuhan produksi, penyusunan episode, serta cara penonton mengikuti cerita dari satu bagian ke bagian berikutnya.
Instagram berencana memperluas pengujian Series ke lebih banyak negara. Perusahaan juga menargetkan uji coba di Amerika Serikat pada akhir 2026 atau awal 2027. Jadwal tersebut menunjukkan bahwa fitur ini masih dikembangkan dan belum menjadi layanan yang dapat digunakan secara umum. Bagi kreator, format serial berpotensi membuka ruang untuk membangun cerita berulang dan mendorong audiens kembali menonton episode baru, tetapi cara distribusi dan ketersediaannya masih bergantung pada hasil pengujian.
Perubahan lain yang lebih dekat dengan pengalaman pengguna adalah pengujian integrasi siaran langsung ke tab Reels. Instagram juga menguji rekomendasi siaran kepada pengguna yang belum mengikuti akun kreator, sehingga jangkauan siaran tidak hanya bergantung pada pengikut yang sudah ada.
Baca juga: Jadwal dan Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 | Resiko Kesehatan akibat Kemarau Panjang di Jakarta






