Evakuasi Jasad Perempuan Tanpa Identitas di Lereng Kebun Jati Sukabumi Berlangsung Sulit

Evakuasi Jasad Perempuan Tanpa Identitas di Lereng Kebun Jati Sukabumi Berlangsung Sulit

medan | Jasad seorang perempuan tanpa identitas ditemukan di area perkebunan jati Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa, 13 Oktober 2026. Penemuan tersebut mengundang perhatian warga karena lokasi berada cukup jauh dari permukiman dan memiliki medan yang sulit dijangkau. Hingga jasad ditemukan, belum diketahui identitas maupun penyebab kematian perempuan tersebut.

Lokasi penemuan berada di sebuah lereng miring yang dipenuhi ilalang kering. Jasad itu terletak tepat di bawah jalur setapak berbatu, dengan jarak sekitar 350 meter dari permukiman warga. Kondisi medan yang menurun, permukaan tanah tidak rata, serta tutupan ilalang membuat area tersebut tidak mudah dilalui, terutama bagi warga yang hendak mendekati titik penemuan.

Keberadaan jasad pertama kali diketahui Jumrowi, seorang petani setempat, sekitar pukul 07.05 WIB. Saat itu, Jumrowi sedang mengarit rumput di sekitar perkebunan jati. Ia kemudian mencium bau busuk yang menyengat dari arah lereng. Setelah mencari sumber bau tersebut, saksi terkejut ketika melihat tubuh seorang perempuan tergeletak di bawah jalur setapak.

Jumrowi lalu memanggil warga lain untuk memastikan temuan tersebut. Warga yang datang kemudian melaporkan kejadian itu kepada perangkat Desa Girimukti dan kepolisian setempat. Laporan tersebut menjadi dasar bagi petugas untuk mendatangi lokasi, melakukan pemeriksaan awal, serta mengupayakan proses evakuasi jasad dari lereng perkebunan. Karena titik penemuan berada di area miring dan tertutup ilalang, penanganan tidak dapat dilakukan secara cepat.

Petugas juga perlu memastikan lokasi tetap terjaga sebelum jasad dipindahkan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Proses identifikasi diharapkan dapat mengungkap data diri perempuan tersebut dan membantu menjelaskan bagaimana ia berada di area perkebunan jati itu. Polisi masih menghimpun keterangan dari saksi serta warga sekitar yang mungkin mengetahui aktivitas atau keberadaan korban sebelum ditemukan.

Tim gabungan kepolisian mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga mengenai adanya jasad perempuan tanpa identitas di kawasan lereng kebun jati, Sukabumi. Petugas terlebih dahulu memastikan informasi tersebut dengan mendekati titik yang dimaksud. Lokasi penemuan berada sekitar 100 meter dari akses jalan, sehingga kendaraan tidak dapat menjangkau area tersebut secara langsung.

Untuk mencapai titik penemuan, petugas harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Medan perkebunan yang miring dan dipenuhi batu membuat langkah menuju lokasi tidak mudah. Kondisi itu juga menyulitkan petugas ketika harus membawa keluar jasad dari area lereng. Peralatan dan proses pengangkutan disesuaikan dengan keadaan medan agar tetap dapat dilakukan secara aman.

Kapolsek Ciemas AKP Deni Miharja menyampaikan bahwa kondisi medan cukup menyulitkan proses evakuasi. Menurutnya, petugas perlu berjalan kaki dari akses jalan menuju lokasi karena titik penemuan berada di area yang tidak dapat dilalui kendaraan. Kemiringan tanah dan permukaan berbatu menjadi kendala utama yang harus dihadapi selama proses tersebut.

Setelah memastikan laporan warga, petugas melakukan evakuasi dengan kehati-hatian. Jasad diangkat dan dibawa melalui jalur yang sama menuju akses jalan untuk kemudian ditangani sesuai prosedur. Langkah tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lereng serta keselamatan personel yang terlibat. Proses evakuasi berlangsung dengan dukungan tim gabungan kepolisian hingga jasad berhasil dikeluarkan dari lokasi penemuan.

Pemeriksaan awal petugas di tempat kejadian menunjukkan bahwa jasad perempuan tersebut telah mengalami pembusukan lanjut. Kondisi itu membuat pemeriksaan fisik secara langsung menjadi terbatas, terutama untuk mengenali ciri-ciri yang dapat membantu proses identifikasi. Petugas juga menemukan kerusakan parah pada bagian wajah dan kaki. Dengan keadaan tersebut, identitas korban belum dapat dipastikan saat pemeriksaan berlangsung. Penjelasan mengenai kondisi jasad ini sepenuhnya bersumber dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, bukan dari dugaan mengenai latar belakang korban.

Di tengah proses pemeriksaan, petugas mencatat pakaian yang masih melekat pada jasad. Korban diketahui mengenakan celana jeans panjang berwarna biru gelap dan kaos berwarna hitam. Kedua pakaian tersebut ditemukan dalam kondisi tidak rapi. Catatan mengenai jenis, warna, dan keadaan pakaian dibuat sebagai bagian dari pendataan awal serta dapat digunakan untuk mendukung proses pencarian informasi mengenai identitas korban. Namun, keterangan tersebut belum cukup untuk memastikan siapa korban karena belum ada data pembanding yang dapat menguatkan identifikasi.

Selain pakaian yang dikenakan, petugas menemukan sebuah jaket berwarna abu-abu kusam di dekat kepala korban. Jaket tersebut memiliki corak sablon berwarna merah keunguan. Berdasarkan pemeriksaan di lokasi, jaket itu hanya dicatat sebagai barang yang berada di sekitar jasad. Belum dapat dipastikan apakah jaket tersebut milik korban, berkaitan dengan peristiwa yang terjadi, atau ditinggalkan oleh pihak lain. Karena itu, temuan tersebut tidak dikaitkan dengan identitas korban maupun penyebab kematian. Penentuan identitas dan keterangan mengenai penyebab kematian masih menunggu pemeriksaan lanjutan oleh pihak berwenang.

Setelah jasad berhasil dievakuasi dari lereng kebun jati, petugas melanjutkan penanganan dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kegiatan tersebut dilakukan bersama tim Inafis Polres Sukabumi untuk mendokumentasikan kondisi lokasi dan mengumpulkan informasi awal yang berkaitan dengan penemuan jasad perempuan tersebut. Setiap temuan di sekitar lokasi menjadi bagian dari proses pemeriksaan yang dilakukan secara resmi.

Olah TKP diperlukan untuk membantu penyidik memperoleh gambaran awal mengenai kondisi tempat ditemukannya jasad. Petugas juga menghimpun keterangan dan informasi lain yang dapat mendukung proses penyelidikan. Langkah ini dilakukan setelah proses evakuasi yang berlangsung sulit, sehingga penanganan selanjutnya dapat berjalan sesuai prosedur dan menghasilkan data yang diperlukan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Namun, berdasarkan pemeriksaan luar, identitas korban belum diketahui. Untuk mendukung penyelidikan, jenazah kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Di rumah sakit tersebut, jenazah dijadwalkan menjalani autopsi oleh pihak berwenang. Pemeriksaan medis ini ditujukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian melalui pemeriksaan yang lebih menyeluruh.

Hasil autopsi diharapkan dapat memberikan informasi medis yang diperlukan dalam proses penyelidikan. Temuan dari pemeriksaan tersebut akan menjadi bahan bagi petugas untuk melengkapi penanganan perkara dan menentukan langkah penyelidikan berikutnya. Pada tahap ini, petugas masih berfokus pada pengumpulan data, pemeriksaan tempat kejadian, serta analisis hasil pemeriksaan jenazah sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Evakuasi Penumpang Kapal MV Haida Di Banjarmasin | Kecelakaan Minibus di Depok: Penyelidikan Sedang Berlangsung | Peningkatan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Kota Malang