Taeyong NCT Menyusuri Sisi Lain Jakarta, dari JPO hingga Warung Kerek

Taeyong NCT Menyusuri Sisi Lain Jakarta, dari JPO hingga Warung Kerek

KOTA JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Taeyong NCT 127 membagikan pengalaman berbeda selama berada di Jakarta. Di sela-sela agenda konsernya di Indonesia, ia menyempatkan diri berjalan-jalan santai untuk melihat lebih dekat suasana ibu kota. Alih-alih hanya mendatangi tempat-tempat yang umum dikenal wisatawan, Taeyong memilih menyusuri sejumlah sudut kota yang memperlihatkan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Momen tersebut dibagikan melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu (3/10). Dalam rangkaian unggahan itu, Taeyong tampak menikmati perjalanan dengan suasana yang lebih sederhana dan dekat dengan lingkungan warga. Ia tidak berfokus pada pusat hiburan atau destinasi ikonis, tetapi mengamati permukiman, jalanan, serta ruang publik yang menjadi bagian dari rutinitas masyarakat Jakarta.

Pilihan lokasi tersebut membuat pengalaman Taeyong terasa berbeda dari kunjungan selebritas pada umumnya. Perjalanannya memperlihatkan ketertarikan untuk mengenal kota bukan hanya melalui bangunan terkenal, melainkan juga dari interaksi dengan lingkungan dan aktivitas warga. Pemandangan di sekitar permukiman menjadi latar bagi momen-momen kasual yang ia abadikan selama berada di Jakarta.

Kehadiran Taeyong di sejumlah kawasan itu pun menarik perhatian publik, terutama para penggemar NCT. Bagi mereka, unggahan tersebut memberikan gambaran tentang sisi lain sang idola ketika tidak sedang menjalani jadwal panggung. Taeyong terlihat menggunakan waktu luangnya untuk menikmati atmosfer lokal secara lebih tenang, sebelum kembali mengikuti rangkaian kegiatan konser di Indonesia.

Rangkaian penjelajahan itu kemudian menjadi pembuka kisah mengenai cara Taeyong menikmati Jakarta dari sudut pandang yang lebih dekat dengan keseharian. Dari perjalanan yang tampak sederhana tersebut, ia memperlihatkan bahwa pengalaman mengenal sebuah kota dapat muncul dari tempat-tempat yang sering terlewatkan, termasuk lingkungan warga dan ruang publik yang menjadi bagian penting dari kehidupan ibu kota.

Dalam perjalanan menyusuri Jakarta, Taeyong memilih berjalan kaki dan melintasi sebuah jembatan penyeberangan orang (JPO). Dari atas jembatan tersebut, ia dapat melihat wajah ibu kota dari sudut yang berbeda. Langkah sederhana itu membawanya menjauh sejenak dari hiruk-pikuk jalan raya sekaligus memberinya ruang untuk mengamati kehidupan kota yang terus bergerak. Ketinggian jembatan menghadirkan perspektif luas, sehingga pemandangan di bawah dan di kejauhan tampak tersusun dalam satu lanskap Jakarta yang khas.

Dari sana, Taeyong mengabadikan pemandangan yang memperlihatkan kontras kuat kawasan permukiman padat di tepi sungai dan deretan gedung pencakar langit. Rumah-rumah yang berdiri rapat menunjukkan sisi Jakarta yang lekat dengan aktivitas warga sehari-hari, sementara gedung-gedung tinggi di kejauhan mencerminkan pertumbuhan, kemajuan, serta wajah modern ibu kota. Perbedaan tersebut terlihat jelas ketika dipandang dari atas jembatan, dengan sungai dan jalan menjadi bagian yang menghubungkan dua karakter kawasan dalam satu bingkai. Pemandangan itu tidak hanya menghadirkan panorama kota, tetapi juga memperlihatkan kehidupan Jakarta secara lebih utuh.

Ketertarikan Taeyong terhadap lanskap tersebut ia sampaikan melalui keterangan singkat, “nice view”. Ungkapan itu menggambarkan apresiasinya ketika menyaksikan perpaduan permukiman, aliran sungai, lalu lintas, dan gedung-gedung tinggi dari ketinggian. Momen tersebut menunjukkan bahwa daya tarik Jakarta tidak selalu hadir dari tempat-tempat ikonik, melainkan juga dari pemandangan yang ditemui saat berjalan kaki. Sebuah jembatan penyeberangan dapat menjadi titik pengamatan sederhana, tetapi mampu memperlihatkan lapisan kehidupan ibu kota dengan cara yang dekat dan menarik.

Di tengah perjalanan menyusuri sisi jalan Jakarta, Taeyong NCT mengalami momen spontan yang menarik perhatian. Seekor anak kucing liar terlihat berada di dekatnya dan terus mengikuti langkahnya. Kehadiran hewan kecil itu membuat suasana perjalanan yang semula berfokus pada berbagai sudut kota berubah menjadi lebih hangat dan menggemaskan. Taeyong tampak menyadari bahwa anak kucing tersebut tidak segera menjauh, melainkan tetap berjalan mengiringinya di tepi jalan.

Momen itu kemudian diabadikan oleh Taeyong dan dibagikan melalui media sosial. Dalam unggahannya, ia menuliskan keterangan, “kenapa terus-terusan ngikutin aku?”. Kalimat tersebut menggambarkan keterkejutannya sekaligus rasa ingin tahu terhadap tingkah anak kucing yang terus berada di belakangnya. Unggahan itu memperlihatkan sisi natural Taeyong ketika berhadapan dengan kejadian kecil yang tidak direncanakan selama perjalanan, tanpa mengubahnya menjadi peristiwa yang berlebihan.

Interaksi singkat tersebut juga menunjukkan perhatian Taeyong kepada anak kucing yang ditemuinya. Ia memperlihatkan ketertarikan untuk membawa pulang kucing tersebut, sehingga momen di pinggir jalan itu terasa semakin personal. Sikap spontan tersebut menambah warna pada penjelajahannya di Jakarta, karena pengalaman yang berkesan tidak hanya datang dari tempat yang dikunjungi, tetapi juga dari pertemuan sederhana dengan hewan di sepanjang perjalanan. Anak kucing yang terus mengikutinya pun menjadi salah satu momen paling menggemaskan dalam rangkaian kunjungan Taeyong.

Perjalanan Taeyong NCT di Jakarta berlanjut ke bantaran Kali Mampang, tepatnya di kawasan Kampung Kebalen VII, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Setelah menyusuri sejumlah sudut kota, ia memperlihatkan suasana permukiman di tepi sungai yang memiliki cara unik dalam melayani pelanggan. Salah satu hal yang menarik perhatiannya adalah warung kerek, tempat berjualan sederhana yang memanfaatkan aliran Kali Mampang sebagai jalur pengantaran.

Warung kerek berada di sisi sungai dan melayani warga yang tinggal atau beraktivitas di seberang kali. Mekanismenya cukup sederhana, tetapi fungsional. Pesanan makanan atau minuman ditempatkan di dalam ember yang terikat pada tali. Setelah itu, ember ditarik menggunakan katrol secara manual hingga mencapai pelanggan di sisi seberang. Cara tersebut membuat warga tidak perlu berjalan memutar untuk mengambil pesanan, terutama ketika akses penyeberangan tidak berada tepat di dekat warung.

Dalam rekamannya, Taeyong tampak mengamati proses pengantaran tersebut dengan rasa ingin tahu. Ia merekam ketika pesanan yang telah dimasukkan ke dalam ember ditarik melintasi aliran sungai menuju pelanggan. Pemandangan sehari-hari itu menjadi pengalaman yang berbeda bagi Taeyong karena memperlihatkan kreativitas warga dalam memanfaatkan ruang dan kondisi lingkungan sekitar. Sambil memperhatikan isi ember yang dikirim, ia menuliskan pertanyaan, “kira-kira apa isi di dalamnya ya?”.

Kunjungan Taeyong ke kawasan tersebut berlangsung setelah NCT 127 menggelar konser di Indonesia Arena, Jakarta, pada Sabtu (3/10). Konser itu merupakan bagian dari rangkaian tur kelima mereka, “Neo City: The Redline”, yang menjadi bagian dari perjalanan tur dunia NCT 127 di Asia Tenggara. Di sela agenda tersebut, Taeyong memilih menyusuri sisi lain Jakarta dan memperkenalkan pengalaman lokal, termasuk keberadaan warung kerek di bantaran Kali Mampang.