Usai Tinggalkan Timnas Portugal, Ronaldo Masih Jadi Pemain dengan Bayaran Tertinggi

Usai Tinggalkan Timnas Portugal, Ronaldo Masih Jadi Pemain dengan Bayaran Tertinggi

Jakarta | Cristiano Ronaldo mengakhiri kiprahnya bersama tim nasional Portugal setelah lebih dari dua dekade membela negaranya. Keputusan tersebut menandai penutup babak penting dalam karier internasionalnya, yang mencakup berbagai turnamen besar dan pencapaian bersama Portugal. Namun, berakhirnya perjalanan di timnas tidak berarti Ronaldo pensiun dari sepak bola profesional. Ia masih dapat melanjutkan karier di level klub, sementara catatan panjangnya bersama negaranya menjadi bagian dari warisan olahraga yang telah ia bangun. Perjalanan selama bertahun-tahun itu juga berjalan seiring dengan pertumbuhan kekayaan yang diperoleh dari aktivitas sepak bola dan berbagai sumber pendapatan lainnya.

Menurut data Forbes per 5 November 2026, kekayaan bersih Ronaldo diperkirakan mencapai US$1,2 miliar, setara sekitar Rp21,71 triliun dengan asumsi kurs Rp18.094 per dolar AS. Angka tersebut menempatkannya di posisi ke-3.008 dalam daftar orang terkaya dunia Forbes pada tanggal itu. Perkiraan kekayaan bersih menggambarkan nilai aset setelah memperhitungkan kewajiban yang relevan, sehingga berbeda dari jumlah pendapatan yang pernah diterima sepanjang karier. Nilai tersebut juga menempatkan Ronaldo di pesepak bola yang berhasil membangun kekayaan pada skala miliaran dolar, melalui kombinasi penghasilan olahraga dan peluang bisnis.

Forbes turut mencatat bahwa pendapatan kumulatif Ronaldo telah melampaui US$2 miliar, atau sekitar Rp36,19 triliun berdasarkan kurs yang sama. Perhitungan ini mencakup pemasukan dari dalam maupun luar lapangan sebelum pajak dan biaya agen. Penghasilan di dalam lapangan terutama berkaitan dengan gaji, bonus, serta kontrak profesional, sedangkan sumber di luar lapangan dapat mencakup kerja sama komersial dan aktivitas bisnis. Karena angka pendapatan kumulatif dihitung sebelum sejumlah potongan, nilainya tidak sama dengan kekayaan bersih yang dimiliki saat ini. Dua ukuran tersebut menunjukkan sisi berbeda dari dampak finansial karier Ronaldo, bahkan ketika ia menutup satu babak penting bersama Portugal.

Meski telah menutup kiprahnya bersama tim nasional Portugal, Cristiano Ronaldo masih tercatat sebagai pesepak bola dengan bayaran tertinggi di dunia. Berakhirnya perjalanan internasional tidak mengurangi besarnya pemasukan yang ia peroleh dari klub maupun aktivitas komersial. Berdasarkan estimasi Forbes, pendapatannya pada musim 2026/2027 diperkirakan mencapai US$300 juta, atau sekitar Rp5,43 triliun. Angka tersebut menunjukkan bahwa daya tarik Ronaldo tetap kuat di tengah perubahan fase kariernya.

Sebagian besar penghasilan itu berasal dari kiprahnya bersama Al Nassr di Liga Arab Saudi. Forbes memperkirakan Ronaldo menerima sekitar US$250 juta dari klub tersebut pada musim 2026/2027, setara kurang lebih Rp4,52 triliun. Nilai itu mencakup kompensasi terkait kontrak dan perannya sebagai pemain di klub. Besarnya pembayaran mencerminkan posisi Ronaldo sebagai figur utama Al Nassr serta salah satu nama paling dikenal dalam kompetisi sepak bola Arab Saudi. Kepindahannya ke liga tersebut juga memperluas jangkauan komersial klub dan kompetisi di tingkat internasional.

Di luar lapangan, Ronaldo diperkirakan memperoleh sekitar US$50 juta, atau sekitar Rp904,7 miliar, dari sponsor dan kegiatan bisnis. Pemasukan ini bersumber dari kerja sama dengan merek, promosi, serta usaha yang memanfaatkan popularitas globalnya. Perpaduan gaji klub dan pendapatan komersial membuat total penghasilannya tetap jauh lebih tinggi dibandingkan pemain lain dalam daftar Forbes. Estimasi tersebut menempatkannya di puncak daftar pesepak bola dengan bayaran tertinggi selama empat musim berturut-turut. Dengan demikian, meskipun tidak lagi membela Portugal, pengaruh Ronaldo dalam sepak bola profesional dan pasar global masih terlihat jelas. Namun, angka itu merupakan perkiraan pendapatan untuk satu musim, bukan jumlah yang seluruhnya diterima sebagai gaji bersih. Nilai aktual dapat dipengaruhi rincian kontrak, bonus, pajak, dan perubahan kerja sama komersial. Meski begitu, pembagian sumber pemasukan memperlihatkan bahwa kontribusi Al Nassr menjadi bagian terbesar, sementara sponsor dan bisnis memberikan tambahan yang signifikan. Keduanya menopang posisi finansialnya di puncak daftar dunia.

Pada musim 2026/2027, Lionel Messi berada di posisi kedua dalam daftar pesepak bola dengan pendapatan tertinggi, jauh di bawah Cristiano Ronaldo. Estimasi menyebut Messi memperoleh US$145 juta. Dari jumlah tersebut, US$70 juta berasal dari aktivitasnya bersama Inter Miami, sedangkan US$75 juta lainnya dihimpun melalui sponsor dan kegiatan bisnis. Perbandingan ini menunjukkan bahwa pemasukan pemain elite tidak hanya bersumber dari kontrak klub, tetapi juga dari kerja sama komersial dan berbagai usaha di luar lapangan.

Daftar lima pemain teratas menempatkan Ronaldo, yang membela Al Nassr, di urutan pertama dengan pendapatan US$300 juta atau Rp5,43 triliun. Messi dari Inter Miami menyusul dengan US$145 juta atau Rp2,62 triliun. Posisi ketiga ditempati Kylian Mbappe dari Real Madrid, dengan US$100 juta atau Rp1,81 triliun. Erling Haaland dari Manchester City berada di urutan keempat dengan US$85 juta atau Rp1,54 triliun, sementara Vinicius Junior, rekan satu klub Mbappe di Real Madrid, melengkapi lima besar dengan US$76 juta atau Rp1,38 triliun.

Angka dalam dolar AS dan konversi rupiah tersebut mengikuti nilai yang dicantumkan dalam daftar sumber. Karena itu, konversi rupiah disajikan sesuai daftar tersebut, bukan diseragamkan menggunakan kurs lain. Perbedaan nilai Ronaldo dan Messi juga terlihat jelas: estimasi pendapatan Ronaldo lebih dari dua kali lipat angka yang diperoleh pemain Inter Miami itu. Jarak tersebut membuat posisi puncak Ronaldo tampak kokoh, meskipun keduanya masih menjadi nama paling dominan dalam daftar pendapatan sepak bola global.

Secara keseluruhan, sepuluh pemain dengan pendapatan tertinggi diperkirakan meraup US$942 juta pada musim 2026/2027. Jumlah ini sedikit lebih rendah dibandingkan US$945 juta pada musim sebelumnya. Meski totalnya turun tipis, konsentrasi pemasukan di kelompok teratas tetap menonjol: Ronaldo dan Messi bersama-sama menyumbang hampir separuh dari keseluruhan angka tersebut. Dalam 13 tahun terakhir, kedua pemain itu menempati dua posisi teratas sebanyak 12 kali, menegaskan konsistensi mereka sebagai figur dengan nilai komersial dan pendapatan tertinggi di sepak bola.

Ambisi Cristiano Ronaldo belum berhenti pada pencapaian yang telah ia raih bersama klub maupun tim nasional. Menurut catatan Forbes, hingga Oktober 2026 ia telah mencetak 981 gol sepanjang karier profesionalnya. Angka tersebut menempatkannya hanya 19 gol dari tonggak 1.000, sebuah target yang menjadi salah satu ukuran penting dalam fase akhir perjalanan panjangnya di sepak bola. Bagi Ronaldo, jumlah gol bukan sekadar statistik masa lalu, melainkan sasaran yang masih dapat dikejar selama ia terus bermain di level profesional.

Keinginan menjadi pesepak bola pertama yang mencapai 1.000 gol sebelum pensiun memperlihatkan bagaimana pencapaian individu tetap menjadi dorongan kuat dalam kariernya. Target itu menuntut konsistensi, kebugaran, dan kesempatan untuk tampil, terutama karena setiap musim membawa tantangan baru bagi pemain yang telah lama berkompetisi di level tertinggi. Meski telah meninggalkan tim nasional Portugal, Ronaldo masih berfokus pada performa di lapangan dan peluang menambah gol bersama klubnya. Perjalanan menuju angka tersebut juga menjadi perhatian penggemar yang mengikuti setiap penampilannya.

Popularitasnya melampaui hasil pertandingan. Pengaruh global Ronaldo tercermin dari jumlah pengikut di Instagram, Facebook, dan X yang tercatat mendekati satu miliar akun. Jangkauan tersebut menjadikannya salah satu figur olahraga paling dikenal di dunia, dengan aktivitas dan capaian karier yang terus mendapat perhatian lintas negara.

Baca juga: Perayaan Juara Timnas Indonesia di SUGBK Usai Taklukkan Thailand lewat Adu Penalti | Perayaan Juara Timnas Indonesia Bergema di SUGBK Usai Taklukkan Thailand

33 kunjungan