Jakarta | TNI mengerahkan tiga pesawat angkut untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC). Pengerahan tersebut berlangsung pada Minggu (25/10), sebagaimana disampaikan dalam siaran pers Pusat Penerangan TNI yang diterima di Jakarta pada Senin. Langkah ini menempatkan kemampuan transportasi udara TNI sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya penanganan karhutla.
Tiga pesawat yang terlibat dalam operasi itu terdiri atas Hercules C-130, CN-295, dan Cassa-212. Ketiganya merupakan pesawat angkut yang dikerahkan untuk menjalankan OMC. Informasi yang disampaikan TNI menyebut jenis pesawat serta waktu pengerahan, tanpa merinci tahun pelaksanaan atau wilayah tertentu di Kalimantan. Karena itu, keterangan mengenai operasi ini berfokus pada bentuk dukungan udara dan unsur pesawat yang dilibatkan.
OMC menjadi bagian dari dukungan penanganan kebakaran hutan dan lahan yang dijalankan melalui pengerahan armada udara tersebut. TNI menyatakan keterlibatan tiga pesawat angkut sebagai dukungan bagi operasi, sementara siaran pers yang diterima di Jakarta menjadi sumber informasi mengenai pengerahan pada Minggu itu. Penggunaan beberapa jenis pesawat menunjukkan bahwa dukungan udara dalam operasi ini melibatkan armada yang beragam, yakni Hercules C-130, CN-295, dan Cassa-212.
Pengerahan tersebut menegaskan partisipasi TNI dalam upaya mendukung penanganan karhutla di Kalimantan melalui operasi modifikasi cuaca. Keterangan resmi yang tersedia tidak mencantumkan rincian tambahan mengenai pelaksanaan teknis, sasaran khusus, ataupun hasil OMC. Dengan demikian, informasi pokok yang dapat dipastikan adalah bahwa tiga pesawat angkut TNI dikerahkan pada Minggu (25/10) untuk menjalankan operasi tersebut. Dukungan itu disampaikan melalui siaran pers Pusat Penerangan TNI yang diterima di Jakarta pada Senin, dengan tiga jenis pesawat yang disebutkan sebagai unsur armada dalam kegiatan OMC.
Dalam misi dukungan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, tiga pesawat TNI membawa lebih dari 10 ton bahan untuk disebarkan di langit wilayah tersebut. Bahan yang disebutkan dalam siaran pers terdiri atas natrium klorida (NaCl), atau garam, serta dry ice. Rincian muatan dan pelaksanaan penerbangan dicatat menurut masing-masing pesawat, sehingga angka untuk satu misi tidak tercampur dengan angka pesawat lainnya.
Hercules C-130 melaksanakan penyemaian dengan membawa 4,8 ton garam. Sementara itu, pesawat CN-295 menyemai 2 ton garam. Kedua rincian tersebut secara khusus merujuk pada muatan natrium klorida yang digunakan oleh masing-masing pesawat. Siaran pers tidak menyebutkan dry ice sebagai muatan dalam dua rincian misi tersebut, sehingga bahan itu tidak perlu dikaitkan dengan Hercules C-130 atau CN-295.
Adapun Cassa-212 menjalankan lima sortie penerbangan. Dalam rangkaian sortie itu, pesawat tersebut menyemai 622 kilogram garam dan 2,7 ton dry ice. Kedua angka ini merupakan rincian bahan untuk misi Cassa-212, bukan keterangan muatan bagi pesawat lain. Jumlah sortie menunjukkan frekuensi penerbangannya, sedangkan berat garam dan dry ice menunjukkan jenis serta kuantitas bahan yang disebarkan.
Pemaparan terpisah ini penting untuk menjaga ketepatan informasi mengenai operasi udara tersebut. Angka 4,8 ton, 2 ton, 622 kilogram, dan 2,7 ton memiliki pasangan pesawat dan bahan yang berbeda. Dengan demikian, keterangan muatan dapat dibaca sesuai pembagian yang disampaikan: Hercules C-130 membawa garam, CN-295 membawa garam, sedangkan Cassa-212 menyebarkan garam dan dry ice dalam lima sortie. Penyebaran bahan di langit Kalimantan menjadi bagian dari dukungan udara dalam upaya penanganan karhutla. Rincian itu memberi gambaran mengenai jenis material dan tugas setiap pesawat tanpa mengubah angka yang tercantum dalam siaran pers atau menambahkan pembagian muatan yang tidak disebutkan.
Operasi modifikasi cuaca (OMC) menjadi salah satu langkah pendukung dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Melalui kegiatan ini, penyemaian bahan ke awan ditujukan untuk membantu proses pembentukan awan hujan. Upaya tersebut diharapkan dapat melengkapi langkah pemadaman yang dilakukan petugas di lapangan, terutama ketika kondisi cuaca dan akses menuju titik kebakaran menjadi tantangan. OMC bukan pengganti pemadaman langsung, melainkan dukungan yang dirancang untuk membantu menyediakan kondisi yang lebih menunjang penanganan karhutla.
Perhatian khusus diberikan pada kawasan gambut dan hutan yang terdampak kebakaran. Api di lahan gambut dapat menjadi sulit ditangani karena pembakaran dapat berlangsung di bawah permukaan, sementara kebakaran hutan berpotensi meluas ketika kondisi lingkungan mendukung. Dalam konteks tersebut, tambahan curah hujan diharapkan membantu upaya pemadaman dan mengurangi beban tim yang bekerja di darat. Namun, penyemaian awan tidak menjamin hujan akan terbentuk atau turun di lokasi sasaran. Hasil OMC bergantung pada keadaan atmosfer dan ketersediaan awan yang sesuai, sehingga pelaksanaannya tetap perlu dipahami sebagai bagian dari rangkaian penanganan.
TNI berharap hujan buatan dapat membantu pemadaman kebakaran di wilayah terdampak, khususnya pada kawasan gambut dan hutan di Kalimantan. Harapan itu disertai dukungan kesiapsiagaan sarana udara untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca sesuai kebutuhan. TNI menyatakan akan terus menyiagakan pesawat angkut agar dapat digunakan dalam pelaksanaan OMC di daerah yang mengalami karhutla. Kesiapan tersebut memungkinkan dukungan udara dikerahkan ketika diperlukan, dengan mempertimbangkan koordinasi bersama pihak terkait serta kondisi operasional. Sementara itu, pemadaman langsung dan penanganan di lapangan tetap menjadi bagian penting dalam merespons titik api. Dengan demikian, OMC diharapkan memperkuat upaya bersama, tanpa menganggap bahwa hujan telah dihasilkan atau bahwa dampak tertentu telah dipastikan.
Sebelum tiga pesawat TNI dikerahkan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, TNI lebih dahulu mengoperasikan pesawat Hercules dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Selatan. Pengerahan pesawat tersebut berlangsung pada Selasa (20/10) sebagai bagian dari upaya membantu mempercepat penanganan karhutla di wilayah yang terdampak. Langkah itu menunjukkan dukungan operasi udara telah dilakukan sebelum penambahan armada berikutnya, dengan membawa bahan yang diperlukan untuk mendukung kegiatan modifikasi cuaca.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyebut pengerahan Hercules tersebut sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Arahan itu ditujukan untuk mempercepat penanganan karhutla di wilayah terdampak. Dalam misi sebelumnya, pesawat membawa 2,6 ton dry ice dan 7 ton garam. Bahan-bahan tersebut diangkut dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menuju Kalimantan Selatan untuk mendukung pelaksanaan OMC. Penggunaan pesawat angkut memungkinkan bahan dibawa dari pangkalan menuju lokasi operasi sebagai bagian dari dukungan logistik udara.
Pengerahan Hercules itu menjadi konteks bagi dukungan udara TNI yang kemudian diperkuat dengan pengerahan tiga pesawat. Operasi penanganan karhutla melibatkan koordinasi lintas instansi agar penggunaan armada dan pelaksanaan kegiatan di wilayah terdampak dapat berjalan sesuai kebutuhan. TNI menyatakan bahwa dukungan operasi udara dikoordinasikan dengan instansi terkait. Tujuannya adalah membantu penanganan karhutla sekaligus mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat di wilayah terdampak. Dengan demikian, pengerahan pesawat tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung penanganan kebakaran dan melindungi warga dari gangguan asap.
Baca juga: Lanud Sjamsudin Noor Dukung Operasi Modifikasi Cuaca, Perkuat Upaya Penanganan Karhutla Kalimantan | Turnamen Voli Piala Panglima TNI di Samarinda Resmi Ditutup, PB Tesla Raih Juara Pertama SAMARINDA – Turnamen Bola Voli Putri Piala Panglima TNI dalam rangka memperingati HUT TNI ke-81 Tahun 2026 di wilayah Kodim 0901/Samarinda resmi ditutup, Minggu (27/9/2026) malam. Acara penutupan yang berlangsung di Lapangan Voli RT 17, Jl. Mulawarman Gang Tukang, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, tersebut berlangsung meriah dan dihadiri sekitar 500 orang yang terdiri dari tamu undangan, peserta turnamen, penonton, serta masyarakat sekitar. Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0901/Samarinda Kolonel Inf Arif Hermad, S.I.P., M.M., Kasdim 0901/Samarinda Letkol Inf Y. Menri Sarungallo, S.E., M.Han., para Perwira Staf Kodim 0901/Samarinda, para Danramil jajaran Kodim 0901/Samarinda, Tokoh Masyarakat Kampung Bayur Hartoyo, perwakilan sponsorship PT BAS H. Padil, para peserta turnamen dan masyarakat. Dalam sambutannya, Tokoh Masyarakat Kampung Bayur, Hartoyo, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan turnamen tersebut. Ia juga mengapresiasi peran TNI yang selama ini turut membantu masyarakat Kampung Bayur, Ia berharap TNI semakin solid dan kuat dalam menjaga keamanan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sementara itu, Dandim 0901/Samarinda Kolonel Inf Arif Hermad menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya masyarakat Kampung Bayur Kelurahan Sempaja Utara, yang telah mendukung dan menyukseskan turnamen tersebut. “Turnamen Voli Piala Panglima TNI ini sudah berlangsung selama kurang lebih 10 hari dan malam ini merupakan puncaknya,” kata Dandim. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat kerja sama dan silaturahmi antara TNI dengan masyarakat. Dandim berharap turnamen serupa dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun sehingga dapat menjadi wadah untuk mencari dan mengembangkan bibit-bibit atlet bola voli di Kota Samarinda. Rangkaian penutupan dilanjutkan dengan doa, pertandingan perebutan juara ketiga dan harapan satu antara PB Gajah Mungkur melawan PB Predator. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh PB Gajah Mungkur. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian doorprize dan lomba busana dalam rangka HUT TNI ke-81 Tahun 2026, sebelum memasuki pertandingan final perebutan juara pertama dan kedua. Pada pertandingan final, PB Tesla berhadapan dengan PB RR. Pertandingan berlangsung kompetitif hingga akhirnya PB Tesla berhasil meraih kemenangan dan keluar sebagai juara pertama. Adapun hasil akhir Turnamen Bola Voli Putri Piala Panglima TNI di wilayah Kodim 0901/Samarinda yaitu Juara 1 PB Tesla, Juara 2 PB RR, Juara 3 PB Gajah Mungkur, dan Juara Harapan PB Predator. Seluruh rangkaian kegiatan penutupan Turnamen Voli Piala Panglima TNI selesai pada pukul 00.10 WITA. Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Turnamen tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan peringatan HUT TNI ke-81 Tahun 2026, sekaligus mempererat kebersamaan antara TNI, masyarakat, dan insan olahraga di wilayah Kota Samarinda. | Komandan Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla Kalsel dalam Rapat Evaluasi






