Tulungagung, Ungkapfakta.net – Peran keluarga dinilai menjadi faktor utama dalam membentuk karakter sekaligus menjaga kesehatan fisik dan mental anak di tengah derasnya arus informasi serta tantangan era digital. Pesan tersebut mengemuka dalam podcast edukasi publik “Karneni Talk” yang digelar RSUD Campurdarat dr. Karneni Kabupaten Tulungagung, Kamis (2/7/2026).
Podcast yang disiarkan secara langsung itu mengangkat tema “Peran Keluarga Terhadap Perkembangan Anak” dengan menghadirkan narasumber dari unsur tenaga kesehatan, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan tokoh kepemudaan. Kegiatan ini merupakan agenda rutin bulanan RSUD Campurdarat sebagai upaya memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Dokter Umum IGD RSUD Campurdarat, dr. Faradila Praginta, mengatakan keluarga merupakan sistem pendukung pertama dalam menjaga tumbuh kembang anak. Menurutnya, perhatian orang tua sejak dini sangat menentukan kondisi kesehatan anak, terutama pada masa golden age atau usia emas.
Selain pemenuhan gizi dan stimulasi tumbuh kembang, keharmonisan keluarga juga berpengaruh terhadap kesehatan anak. Berdasarkan pengalamannya menangani pasien di IGD, tidak sedikit anak mengalami penurunan daya tahan tubuh hingga keluhan psikosomatis akibat tekanan psikologis di lingkungan keluarga.
“Orang tua harus menjadi pihak pertama yang mengenali tanda bahaya kesehatan anak, baik secara fisik maupun psikis. Jangan menunggu kondisi memburuk baru datang ke IGD. Kepekaan keluarga menjadi kunci penanganan sejak dini,” ujar dr. Faradila.
Sementara itu, Penanggung Jawab BNN, Dinar Mayasari, S.K.M., menegaskan bahwa ketahanan keluarga merupakan benteng utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba pada anak dan remaja.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka, hangat, dan tidak menghakimi menjadi modal penting agar anak merasa nyaman menyampaikan setiap persoalan yang dihadapi.
“Saat orang tua menemukan indikasi awal penyalahgunaan zat, jangan langsung memarahi anak. Rangkul mereka, bangun komunikasi, kemudian segera berkonsultasi dengan tenaga profesional atau BNN agar mendapatkan penanganan yang tepat,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Lembaga 212 “Loro Siji Loro”, Rahmat Putra Perdana, menilai pembentukan karakter anak tidak hanya dilakukan di rumah, tetapi juga melalui lingkungan pergaulan yang positif.
Ia mengatakan orang tua perlu memberi ruang bagi anak untuk mengembangkan potensi melalui organisasi maupun kegiatan kepemudaan yang produktif, dengan tetap memberikan pendampingan dan pengawasan.
“Anak membutuhkan ruang berekspresi sekaligus pendampingan. Organisasi kepemudaan dapat menjadi wadah untuk menyalurkan energi, kreativitas, dan membangun karakter sehingga terhindar dari perilaku negatif,” ujarnya.
Podcast yang dipandu Intan Faizatun, Amd.Kep. tersebut berlangsung interaktif dan melibatkan diskusi dari berbagai perspektif. Dari pembahasan yang berlangsung, para narasumber sepakat bahwa keberhasilan membentuk generasi yang sehat dan berkarakter memerlukan sinergi antara keluarga, tenaga kesehatan, lembaga pencegahan narkoba, serta organisasi kepemudaan.
Di penghujung acara, seluruh narasumber mengajak para orang tua untuk lebih banyak meluangkan waktu berkualitas bersama anak sebagai bentuk investasi dalam membangun generasi masa depan.
Melalui program “Karneni Talk” yang digelar setiap bulan, RSUD Campurdarat terus memperkuat perannya sebagai pusat edukasi kesehatan masyarakat. Tidak hanya memberikan layanan kuratif, rumah sakit juga berkomitmen mendorong upaya promotif dan preventif melalui penyebaran informasi kesehatan yang mudah diakses masyarakat Kabupaten Tulungagung. (Edi)



