Rincian Tarif BBM Pertamina pada 30 Oktober 2026: Produk yang Naik dan Tetap

Rincian Harga BBM Pertamina pada 16 Oktober 2026: Perubahan dan Tarif yang Bertahan

Jakarta | Pada Jumat, 30 Oktober 2026, harga BBM nonsubsidi yang dijual Pertamina masih sama seperti pada periode sebelumnya. Hingga tanggal tersebut, belum ada penyesuaian harga baru untuk produk nonsubsidi selama Oktober. Dengan demikian, perubahan harga yang mungkin diberlakukan pada periode lain tidak serta-merta berarti terjadi perubahan pada bulan ini. Informasi harga pada tanggal tersebut menunjukkan bahwa tarif yang berlaku tetap mengikuti ketentuan sebelumnya, sementara konsumen dapat memeriksa rincian setiap produk melalui kanal resmi Pertamina sebelum membeli.

Kondisi harga yang tetap ini berlaku untuk BBM nonsubsidi Pertamina, yakni produk yang harganya dapat disesuaikan secara berkala sesuai kebijakan dan pertimbangan perusahaan. Tidak adanya penyesuaian baru pada Oktober berarti konsumen tidak perlu menganggap ada tarif baru hanya karena memasuki periode kalender yang berbeda. Untuk memastikan angka yang berlaku di daerah masing-masing, masyarakat sebaiknya merujuk pada pengumuman resmi atau informasi di stasiun pengisian bahan bakar. Ketersediaan produk maupun informasi harga dapat diperiksa melalui sumber Pertamina yang diperbarui.

Pertamina mempertimbangkan berbagai faktor serta kondisi masyarakat sebelum menetapkan perubahan harga BBM nonsubsidi. Karena itu, penjelasan mengenai harga yang berlaku sebaiknya dibatasi pada informasi yang disampaikan perusahaan, tanpa mengaitkannya dengan satu alasan tertentu yang belum dinyatakan. Keputusan untuk mempertahankan tarif pada Oktober mencerminkan belum adanya penyesuaian baru dalam periode tersebut, bukan kepastian bahwa harga akan selalu sama pada bulan berikutnya. Masyarakat yang merencanakan pengeluaran untuk bahan bakar dapat mengikuti pembaruan resmi agar memperoleh informasi yang akurat dan sesuai dengan waktu serta wilayah pembelian.

Di wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sejumlah daerah di sekitarnya, Pertamax Turbo dibanderol Rp19.600 per liter. Tarif tersebut naik dibandingkan harga sebelumnya, yakni Rp18.300 per liter. Dengan demikian, konsumen di wilayah yang menggunakan acuan PBBKB 5 persen perlu memperhitungkan perubahan sebesar Rp1.300 per liter saat membeli produk beroktan tinggi ini. Harga yang tercantum berlaku untuk wilayah tersebut dan dapat berbeda di daerah lain apabila ketentuan pajak bahan bakar setempat tidak sama.

Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan pada kelompok wilayah yang sama. Produk ini dijual seharga Rp19.150 per liter, sedangkan sebelumnya berada pada angka Rp16.600 per liter. Selisihnya mencapai Rp2.550 per liter. Perubahan itu membuat harga Pertamax Green 95 kini lebih dekat dengan tarif Pertamax Turbo daripada sebelumnya, meskipun keduanya tetap memiliki harga jual berbeda. Pengendara yang memilih bahan bakar dapat membandingkan tarif terbaru dengan kebutuhan kendaraan dan ketersediaan produk di SPBU, serta memastikan harga yang berlaku di lokasi pembelian.

Angka untuk Pertamax Turbo dan Pertamax Green 95 tersebut mengacu pada harga yang berlaku sejak 2 September 2026. Karena tanggal pemberlakuan menjadi dasar perbandingan, informasi harga sebelumnya dapat membantu pembaca melihat besaran kenaikan secara langsung. Rincian ini secara khusus menggambarkan wilayah dengan PBBKB 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya, bukan seluruh daerah di Indonesia. Harga BBM nonsubsidi dapat berbeda menurut wilayah, sehingga konsumen sebaiknya memeriksa papan harga di SPBU atau kanal resmi Pertamina sebelum mengisi bahan bakar. Dengan mencermati tarif sesuai lokasi, pengendara dapat menyiapkan anggaran perjalanan secara lebih akurat dan menghindari kekeliruan membandingkan harga antarwilayah. Kenaikan masing-masing produk juga tidak sama: Pertamax Turbo bertambah Rp1.300 per liter, sementara Pertamax Green 95 bertambah Rp2.550 per liter. Selisih tersebut merupakan perbandingan dengan harga yang disebutkan sebelumnya, bukan perkiraan untuk periode mendatang. Informasi ini memberi gambaran ringkas mengenai dua produk yang mengalami perubahan harga pada acuan wilayah tersebut.Perubahan harga BBM nonsubsidi pada 30 Oktober 2026 mencakup dua produk diesel Pertamina, yaitu Dexlite dan Pertamina Dex. Dexlite tercatat menjadi Rp23.700 per liter, dibandingkan harga sebelumnya sebesar Rp19.700 per liter. Dengan demikian, terdapat kenaikan Rp4.000 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex naik menjadi Rp25.200 per liter dari harga sebelumnya Rp21.150 per liter, atau bertambah Rp4.050 per liter. Angka-angka tersebut menunjukkan penyesuaian pada kedua produk, dengan harga Pertamina Dex tetap lebih tinggi daripada Dexlite.

Harga yang dipaparkan ini berkaitan dengan periode pemberlakuan sejak 2 September 2026. Karena itu, penyebutan tanggal tersebut memberi konteks waktu untuk memahami daftar harga yang berlaku dan perubahan dari angka sebelumnya. Pada perbandingan itu, Dexlite mengalami kenaikan nominal sedikit lebih rendah daripada Pertamina Dex. Selisih harga kedua produk pada angka terbaru adalah Rp1.500 per liter, sedangkan berdasarkan harga sebelumnya selisihnya Rp1.450 per liter. Perbandingan ini dapat membantu pembaca melihat perubahan tiap produk secara terpisah maupun hubungan harganya.

Untuk membaca rincian tersebut, perhatikan nama produk, harga terdahulu, dan harga yang kini tercantum. Dexlite bergerak dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex berubah dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter. Perbedaan nominal kenaikan sebesar Rp50 per liter tidak mengubah urutan harga: Pertamina Dex masih berada di atas Dexlite. Informasi ini hanya merinci angka kedua jenis diesel nonsubsidi beserta periode harga yang disebutkan, tanpa merinci wilayah pemberlakuannya. Dengan demikian, pembaca dapat membandingkan harga Dexlite dan Pertamina Dex berdasarkan data tersebut sebelum memilih produk yang sesuai dengan kebutuhannya.Berdasarkan informasi sumber untuk 30 Oktober 2026, tiga jenis BBM yang disebut tetap adalah Pertamax, Pertalite, dan Bio Solar. Harga Pertamax tercatat Rp15.950 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, sedangkan Bio Solar Rp6.800 per liter. Dengan demikian, untuk ketiga produk tersebut, tidak terdapat perubahan harga dibandingkan keterangan yang menjadi acuan dalam informasi ini.

Rincian ini memberi gambaran bagi konsumen yang menggunakan salah satu dari ketiga produk tersebut saat merencanakan pengeluaran bahan bakar. Pengguna Pertamax dapat menjadikan angka Rp15.950 per liter sebagai patokan, sementara pengguna Pertalite dapat memperhatikan harga Rp10.000 per liter. Bagi pengguna Bio Solar, harga yang tercantum adalah Rp6.800 per liter. Angka-angka tersebut merujuk pada harga per liter, bukan total biaya pengisian kendaraan.

Pernyataan bahwa harga tetap perlu dipahami secara terbatas. Artinya, berdasarkan informasi sumber, Pertamax, Pertalite, dan Bio Solar masing-masing tidak mengalami perubahan pada rincian yang disampaikan. Keterangan tersebut hanya berlaku untuk tiga produk yang disebutkan di sini. Informasi ini tidak menjadi dasar untuk menyimpulkan perubahan ataupun kestabilan harga produk BBM lain, dan tidak pula digunakan untuk membuat klaim mengenai wilayah yang tidak tercakup dalam sumber.

Karena itu, pembaca sebaiknya mencermati nama produk serta satuan harga ketika menggunakan rincian ini. Perbedaan jenis BBM dapat membuat harga per liter tidak sama, sehingga angka Pertamax tidak dapat dipertukarkan dengan angka Pertalite atau Bio Solar. Untuk kebutuhan transaksi, jumlah pembayaran tetap mengikuti banyaknya liter yang dibeli pada harga yang berlaku bagi produk bersangkutan. Pada tanggal tersebut, informasi yang tersedia menyebut ketiganya bertahan pada harga masing-masing: Pertamax Rp15.950 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, dan Bio Solar Rp6.800 per liter. Penegasan ini terbatas pada informasi sumber dan tiga harga tersebut.

Baca juga: Turnamen Voli Piala Panglima TNI di Samarinda Resmi Ditutup, PB Tesla Raih Juara Pertama SAMARINDA – Turnamen Bola Voli Putri Piala Panglima TNI dalam rangka memperingati HUT TNI ke-81 Tahun 2026 di wilayah Kodim 0901/Samarinda resmi ditutup, Minggu (27/9/2026) malam. Acara penutupan yang berlangsung di Lapangan Voli RT 17, Jl. Mulawarman Gang Tukang, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, tersebut berlangsung meriah dan dihadiri sekitar 500 orang yang terdiri dari tamu undangan, peserta turnamen, penonton, serta masyarakat sekitar. Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0901/Samarinda Kolonel Inf Arif Hermad, S.I.P., M.M., Kasdim 0901/Samarinda Letkol Inf Y. Menri Sarungallo, S.E., M.Han., para Perwira Staf Kodim 0901/Samarinda, para Danramil jajaran Kodim 0901/Samarinda, Tokoh Masyarakat Kampung Bayur Hartoyo, perwakilan sponsorship PT BAS H. Padil, para peserta turnamen dan masyarakat. Dalam sambutannya, Tokoh Masyarakat Kampung Bayur, Hartoyo, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan turnamen tersebut. Ia juga mengapresiasi peran TNI yang selama ini turut membantu masyarakat Kampung Bayur, Ia berharap TNI semakin solid dan kuat dalam menjaga keamanan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sementara itu, Dandim 0901/Samarinda Kolonel Inf Arif Hermad menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya masyarakat Kampung Bayur Kelurahan Sempaja Utara, yang telah mendukung dan menyukseskan turnamen tersebut. “Turnamen Voli Piala Panglima TNI ini sudah berlangsung selama kurang lebih 10 hari dan malam ini merupakan puncaknya,” kata Dandim. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat kerja sama dan silaturahmi antara TNI dengan masyarakat. Dandim berharap turnamen serupa dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun sehingga dapat menjadi wadah untuk mencari dan mengembangkan bibit-bibit atlet bola voli di Kota Samarinda. Rangkaian penutupan dilanjutkan dengan doa, pertandingan perebutan juara ketiga dan harapan satu antara PB Gajah Mungkur melawan PB Predator. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh PB Gajah Mungkur. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian doorprize dan lomba busana dalam rangka HUT TNI ke-81 Tahun 2026, sebelum memasuki pertandingan final perebutan juara pertama dan kedua. Pada pertandingan final, PB Tesla berhadapan dengan PB RR. Pertandingan berlangsung kompetitif hingga akhirnya PB Tesla berhasil meraih kemenangan dan keluar sebagai juara pertama. Adapun hasil akhir Turnamen Bola Voli Putri Piala Panglima TNI di wilayah Kodim 0901/Samarinda yaitu Juara 1 PB Tesla, Juara 2 PB RR, Juara 3 PB Gajah Mungkur, dan Juara Harapan PB Predator. Seluruh rangkaian kegiatan penutupan Turnamen Voli Piala Panglima TNI selesai pada pukul 00.10 WITA. Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Turnamen tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan peringatan HUT TNI ke-81 Tahun 2026, sekaligus mempererat kebersamaan antara TNI, masyarakat, dan insan olahraga di wilayah Kota Samarinda. | Penawaran Spesial Pertamina untuk Pengemudi Ojol