Semarang | PSMS Medan mengamankan kemenangan 2-1 atas PSIS Semarang dalam laga lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Minggu malam. Hasil tersebut diraih di hadapan lebih dari 5.000 penonton yang menyaksikan pertandingan langsung. Tuan rumah mampu menjaga keunggulan hingga peluit akhir, meski harus menghadapi tekanan pada penghujung laga dan kehilangan pemain.
PSMS membuka keunggulan pada menit ke-22 melalui Raihan Utama. Gol itu memberi tuan rumah dorongan untuk melanjutkan permainan dengan lebih percaya diri. Sebelum babak pertama berakhir, Javier Siverio menambah gol kedua bagi PSMS. Keunggulan dua gol tersebut menjadi bekal penting bagi tim Medan untuk memasuki paruh kedua pertandingan dengan posisi yang lebih nyaman.
PSIS berupaya mengejar ketertinggalan setelah jeda dan terus mencari kesempatan untuk memperkecil selisih. PSMS berusaha mempertahankan keunggulan sekaligus mengelola jalannya pertandingan di tengah tekanan lawan. Situasi menjadi semakin menegangkan ketika pertandingan memasuki waktu tambahan. Pada menit ke-90+8, Fitra Ridwan mencetak gol balasan bagi PSIS, membuat selisih skor kembali menjadi satu gol.
Gol pada menit-menit terakhir itu membuka peluang bagi PSIS untuk mengejar hasil imbang, tetapi PSMS tidak kehilangan fokus. Para pemain tuan rumah bertahan hingga pertandingan selesai dan memastikan skor tetap 2-1. Dengan demikian, dua gol yang dicetak pada babak pertama menjadi penentu kemenangan PSMS, sementara gol Fitra Ridwan belum cukup untuk mengubah hasil akhir.
Kemenangan di Deli Serdang ini terasa penting bagi PSMS karena diraih dalam pertandingan yang berlangsung ketat sampai detik-detik terakhir. Kehadiran ribuan pendukung turut menjadi bagian dari suasana laga kandang tersebut. Meski kehilangan pemain, PSMS tetap mampu menjaga keunggulan dan menutup pertandingan dengan tiga poin. Hasil 2-1 sekaligus mencatatkan kemenangan tuan rumah atas PSIS dalam lanjutan kompetisi musim 2026/2027.
PSMS memulai pertandingan dengan mengambil inisiatif menyerang. Bermain di hadapan pendukungnya di Deli Serdang, tuan rumah berusaha menguasai bola dan menyusun serangan sejak menit-menit awal. Namun, upaya tersebut tidak langsung menghasilkan peluang bersih. Barisan belakang PSIS tampil rapat dan disiplin, sehingga pemain PSMS harus mencari celah melalui pergerakan serta kombinasi umpan yang lebih terukur.
Tim tamu yang dilatih Widodo Cahyono Putro justru sempat memberi ancaman lebih dahulu. Pada menit keempat, PSIS melancarkan serangan balik cepat ketika PSMS masih berusaha membangun permainan. Felipe Cadenazzi menjadi sosok yang menguji pertahanan tuan rumah. Penyerang itu pernah menjadi bagian dari PSMS pada musim sebelumnya, dan kali ini ia hampir membawa PSIS mencetak gol. Tembakannya mengarah ke gawang, tetapi kiper Rudi Rajak sigap mengamankan bola. Momen tersebut menjadi peringatan bagi PSMS agar tidak kehilangan konsentrasi ketika menyerang.
Setelah peluang itu, PSMS kembali berupaya menekan dan meningkatkan intensitas serangan. Pertahanan PSIS masih menyulitkan tuan rumah, tetapi ruang akhirnya terbuka di luar kotak penalti. Pada menit ke-22, Raihan Utama memperoleh kesempatan untuk melepaskan tembakan. Ia mengarahkan bola ke tiang jauh, membuat upaya itu sulit dijangkau penjaga gawang, dan membawa PSMS unggul. Gol tersebut memberi dorongan bagi tuan rumah sekaligus mengubah jalannya pertandingan, sementara PSIS harus berusaha merespons ketertinggalan.
PSMS tidak berhenti menyerang setelah memimpin. Menjelang akhir babak pertama, kerja sama di lini depan kembali menghasilkan peluang penting. Ikhsan Chan mengirimkan umpan yang membuka kesempatan bagi Javier Siverio untuk menyelesaikannya menjadi gol. Gol Siverio tercipta pada menit ke-38, sesuai kronologi pertandingan. Tambahan keunggulan itu memperkuat posisi PSMS sebelum turun minum dan menunjukkan efektivitas tim dalam memanfaatkan ruang yang tersedia. Meski sempat mendapat ancaman pada awal laga dan menghadapi pertahanan rapat, tuan rumah mampu mengubah tekanan menjadi dua gol pada paruh pertama.
Situasi pertandingan berubah pada menit ke-39 ketika Javier Siverio menerima kartu merah setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain belakang PSIS. Keputusan tersebut membuat PSMS harus melanjutkan laga dengan sepuluh pemain, sekaligus kehilangan salah satu penyerang yang menjadi bagian dari rencana awal. Bagi tim tuan rumah, pengusiran Siverio bukan sekadar mengurangi jumlah pemain di lapangan, tetapi juga menuntut penyesuaian segera terhadap cara mereka menyerang dan menjaga keseimbangan permainan. Eko Purdjianto kemudian mengubah pendekatan timnya agar PSMS tetap mampu mempertahankan keunggulan meski menghadapi tekanan yang lebih besar.
Sebelum kehilangan Siverio, PSMS berusaha menguasai bola dan mengatur tempo pertandingan. Setelah kartu merah, tim lebih memprioritaskan pertahanan, merapatkan ruang antarpemain, serta mengandalkan serangan balik ketika memperoleh kesempatan. PSMS tetap berupaya menjaga penguasaan bola, tetapi tidak lagi mengambil risiko yang sama seperti sebelumnya. Perubahan itu membantu mereka membatasi ruang gerak pemain PSIS dan mengurangi peluang lawan untuk membangun serangan dengan leluasa. Pada babak kedua, PSIS berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan meningkatkan tekanan dan mencari celah di pertahanan. Namun, barisan belakang PSMS bertahan disiplin sehingga upaya tersebut tidak mudah menghasilkan peluang yang berbahaya.
Keadaan kembali berubah pada menit ke-82. Rifki Dwi Septiawan dari PSIS menerima kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan, sehingga kedua tim kembali bermain dengan jumlah pemain yang sama. Kartu merah itu mengurangi keunggulan PSIS dalam memanfaatkan ruang, meski tim tamu tetap berusaha mengejar hasil. PSMS pun dapat menata ulang keseimbangan permainan tanpa harus menghadapi kelebihan pemain lawan. Ketegangan meningkat ketika PSIS akhirnya mencetak gol pada masa tambahan waktu. Gol tersebut membuat menit-menit terakhir berlangsung menegangkan dan memaksa PSMS menjaga fokus hingga peluit akhir. Rangkaian kartu merah dan gol penghujung laga menunjukkan betapa cepatnya dinamika pertandingan berubah, serta pentingnya disiplin dan penyesuaian taktik dalam mempertahankan hasil di tengah tekanan.
Kemenangan atas PSIS memberi PSMS tambahan tiga poin yang berharga dalam persaingan Grup A. Hasil tersebut mengangkat tim berjuluk Ayam Kinantan ke posisi kedua klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. PSMS kini berada di bawah PSPS Riau, yang masih memimpin dengan 18 poin. Sementara itu, PSIS tetap menempati peringkat kelima dengan 10 poin. Perubahan posisi ini menjadi dorongan bagi PSMS untuk menjaga konsistensi, terutama ketika persaingan di grup semakin ketat dan setiap pertandingan berpengaruh pada peluang melaju ke tahap berikutnya.
Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, mengakui timnya sempat kehilangan fokus menjelang pertandingan berakhir. Situasi itu membuat usaha mempertahankan keunggulan tidak berjalan mudah, terlebih PSMS harus menghadapi laga dalam keadaan sulit setelah kehilangan pemain. Meski demikian, Eko mengapresiasi perjuangan para pemain yang tetap berusaha menjaga hasil hingga peluit akhir. Menurutnya, kemampuan bertahan dalam tekanan menjadi bagian penting dari kemenangan tersebut. Apresiasi itu juga mencerminkan kerja kolektif skuad, yang perlu tetap disiplin ketika kondisi pertandingan berubah dan lawan berupaya memanfaatkan kesempatan.
Eko menilai kedalaman skuad menjadi modal penting untuk menghadapi jadwal kompetisi yang padat. PSMS menyiapkan 31 pemain untuk menjalani liga dan League Cup, sehingga tim memiliki pilihan ketika pemain utama tidak dapat tampil. Ia mencontohkan kontribusi Ikhsan Chan, yang menyumbangkan assist dalam pertandingan, sebagai bukti bahwa pemain dapat memberi dampak sesuai perannya. Kehadiran pemain pengganti juga membantu menutup absennya sejumlah pemain utama, termasuk Manahati. Bagi Eko, pilihan personel yang cukup memungkinkan tim menjaga daya saing tanpa hanya bergantung pada satu susunan pemain.
Baca juga: Koops TNI Habema Amankan Kampung Balamai atas, Pangkoops: Ketegasan untuk Melindungi Masyarakat dan Menjaga Ruang Damai | Tragedi di Perlintasan Kereta: Sopir Ayam Kehilangan Nyawa | Persija Jakarta Memulai Liga dengan Banjir Kemenangan



