Banyuwangi | Kebakaran melanda area dapur dan gudang rumah milik Subroto Adi Pratomo, 55 tahun, di Jalan Mayor Supono, Gang 1, Kelurahan Tukangkayu, Banyuwangi. Peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 07.19 WIB, ketika proses penggantian tabung LPG sedang berlangsung. Api kemudian muncul di area dapur dan merambat hingga mengenai bagian gudang rumah.
Situasi itu sempat menimbulkan kepanikan karena dapur merupakan lokasi yang berdekatan dengan tempat penyimpanan berbagai barang. Kobaran api juga berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani. Namun, berdasarkan informasi awal mengenai kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kebakaran ini. Penghuni rumah dapat menyelamatkan diri sehingga peristiwa itu tidak menimbulkan dampak terhadap keselamatan warga.
Kebakaran diduga berkaitan dengan proses pergantian tabung LPG yang dilakukan pada saat kejadian. Aktivitas tersebut menjadi perhatian karena gas yang bocor atau tersulut dapat memicu api dalam waktu singkat, terutama di ruang yang digunakan untuk kegiatan memasak. Meski penyebab pastinya masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan, munculnya api ketika penggantian tabung berlangsung menjadi bagian penting dalam penanganan peristiwa ini.
Selain menghanguskan atau merusak bagian dapur dan gudang, kebakaran tersebut menimbulkan kerugian materiil bagi pemilik rumah. Nilai kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Besarnya kerugian itu mencakup kerusakan pada bangunan serta barang-barang yang berada di area terdampak. Peristiwa di Tukangkayu ini kembali menunjukkan pentingnya kehati-hatian saat memasang atau mengganti tabung LPG, termasuk memastikan sambungan terpasang dengan benar dan tidak terdapat indikasi kebocoran sebelum aktivitas memasak dilanjutkan.
Kebakaran bermula ketika Nyonya Subroto sedang memasak di dapur rumahnya. Berdasarkan keterangan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Banyuwangi, kegiatan memasak tersebut menggunakan dua kompor gas. Pada saat proses memasak berlangsung, salah satu kompor kehabisan gas sehingga diperlukan penggantian tabung LPG agar kegiatan memasak dapat dilanjutkan.
Nyonya Subroto kemudian mengambil tabung LPG pengganti dan mulai memasangnya pada kompor yang sudah tidak memiliki persediaan gas. Dalam proses tersebut, diduga kompor lainnya masih dalam keadaan menyala karena belum dimatikan. Kondisi itu menjadi faktor penting dalam kemunculan api, sebab sumber nyala dari kompor tersebut berada di dekat tabung LPG yang sedang dipasang.
Menurut Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Damkarmat Banyuwangi, Salam Bikwanto, api kemudian menyambar tabung LPG yang tengah diganti. Sambarannya menimbulkan kobaran api di area dapur. Api yang muncul secara tiba-tiba membuat situasi menjadi berbahaya, terlebih karena terdapat bahan dan peralatan rumah tangga di sekitar lokasi kejadian.
Kobaran tersebut selanjutnya memicu kebakaran yang tidak hanya berdampak pada dapur, tetapi juga merembet ke bagian gudang rumah. Rangkaian kejadian ini menunjukkan bahwa penggantian tabung LPG perlu dilakukan setelah seluruh kompor dan sumber api di sekitarnya dipastikan sudah dimatikan. Pemeriksaan terhadap kondisi kompor, regulator, serta sambungan tabung juga penting dilakukan sebelum pemasangan berlangsung.
Keterangan awal dari Damkarmat Banyuwangi menjadi dasar untuk memahami bagaimana kebakaran terjadi. Insiden tersebut diduga bermula dari penggantian tabung LPG ketika salah satu kompor masih menyala, lalu api menyambar tabung yang sedang dipasang dan menyebabkan kobaran di dalam rumah.
Setelah mengetahui munculnya api di area dapur, Nyonya Subroto bersama anaknya segera berupaya melakukan pemadaman secara mandiri. Keduanya memanfaatkan peralatan yang tersedia di rumah untuk mengurangi kobaran api sebelum membesar. Namun, situasi berlangsung cepat dan menimbulkan kepanikan, sehingga usaha tersebut tidak berjalan sebagaimana diharapkan. Api yang muncul saat pergantian tabung LPG sulit dikendalikan karena berada di sekitar bagian dapur dan peralatan rumah tangga.
Dalam kondisi panik, tabung LPG tersebut terguling. Perubahan posisi tabung membuat kobaran api semakin sulit dikuasai dan memperbesar risiko api menyebar ke bagian lain. Nyonya Subroto dan anaknya tetap berusaha memadamkan api, tetapi peralatan seadanya tidak cukup untuk menghentikan penjalaran api. Kobaran kemudian merambat menuju gudang yang berada di sekitar rumah.
Gudang tersebut digunakan untuk menyimpan berbagai barang bekas. Material yang tersimpan di dalamnya membuat api dengan cepat membakar bagian ruangan tersebut. Selain gudang, kobaran juga mengenai bagian pintu dan jendela rumah yang berada di sisi belakang. Kondisi ini membuat kebakaran semakin berisiko meluas, terutama karena api telah menjangkau lebih dari satu bagian bangunan.
Melihat api semakin membesar, pemilik rumah kemudian meminta bantuan kepada warga sekitar. Warga yang datang segera turut melakukan pemadaman dengan memanfaatkan air dari selang. Mereka berusaha membatasi pergerakan api agar tidak menjalar ke bagian rumah lainnya maupun bangunan di sekitar lokasi. Upaya bersama tersebut dilakukan hingga kobaran api dapat dikendalikan dan proses pemadaman berlangsung lebih terarah.
Setelah menerima laporan mengenai kebakaran, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan segera bergerak menuju lokasi kejadian. Tim datang untuk menangani api yang muncul di area dapur dan gudang rumah warga di Banyuwangi. Kehadiran petugas dilakukan secepat mungkin agar kobaran tidak semakin meluas ke bagian lain bangunan.
Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman dengan peralatan yang tersedia. Upaya tersebut diarahkan untuk menekan kobaran api dan mengamankan area sekitar rumah. Proses pemadaman berlangsung selama beberapa menit hingga api berhasil dikendalikan. Setelah kobaran tidak lagi terlihat, petugas tetap melanjutkan penanganan untuk memastikan kondisi di lokasi benar-benar aman.
Tahap berikutnya dilakukan melalui proses pendinginan. Petugas menyemprotkan air ke area yang sebelumnya terbakar dan bagian-bagian yang masih berpotensi menyimpan panas. Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang dapat kembali menyala. Pemeriksaan dan pendinginan dilakukan sampai situasi dinyatakan terkendali, sehingga tidak menimbulkan ancaman lanjutan bagi penghuni maupun lingkungan di sekitar rumah.
Penanganan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan berlangsung hingga seluruh proses pemadaman dan pendinginan selesai. Berdasarkan informasi yang disebutkan sumber, tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, pemilik rumah mengalami kerugian materiil yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Informasi tersebut menjadi catatan akhir dari penanganan kebakaran yang terjadi di area dapur dan gudang rumah warga di Banyuwangi.


