Pelatihan Komunikasi untuk Lurah Finalis Benyamin S Award 2026

Pelatihan Komunikasi untuk Lurah Finalis Benyamin S Award 2026

Jakarta | Biro Kerja Sama Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengadakan pelatihan kehumasan dan komunikasi publik bagi 10 lurah finalis Benyamin S Award 2026. Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Perhumas sebagai bagian dari rangkaian pembekalan menjelang malam penganugerahan, yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 30 Oktober. Melalui pelatihan tersebut, para finalis mendapat kesempatan memperkuat kemampuan menyampaikan informasi mengenai wilayah dan program yang dijalankan kepada masyarakat.

Pembekalan komunikasi ini melengkapi proses penilaian yang menjadi bagian dari ajang penghargaan. Benyamin S Award tidak semata-mata berkaitan dengan pencarian kelurahan paling bersih. Penilaian dan pembinaan juga mendorong perhatian pada kepemimpinan, inovasi, serta kualitas pelayanan di tingkat kelurahan. Karena itu, kemampuan mengomunikasikan kerja pemerintah menjadi aspek penting agar berbagai upaya tersebut tidak hanya terlihat dalam kegiatan internal, tetapi juga dapat dipahami oleh warga yang menjadi penerima manfaat.

Dalam konteks pemerintahan daerah, informasi yang disampaikan secara jelas membantu masyarakat mengetahui tujuan, cara kerja, serta dampak suatu program. Lurah berhadapan langsung dengan warga dan menjadi salah satu penghubung kebijakan pemerintah dengan kebutuhan lingkungan setempat. Keterampilan kehumasan dapat mendukung mereka menjelaskan kebijakan, menyampaikan perkembangan kegiatan, serta merespons pertanyaan publik dengan tepat. Komunikasi yang terbuka dan mudah dipahami juga dapat membantu membangun kepercayaan serta mendorong keterlibatan warga.

Pelatihan bagi para finalis diarahkan agar inovasi dan program pemerintah daerah dapat tersampaikan secara lebih efektif, sekaligus benar-benar dirasakan masyarakat. Inovasi yang bermanfaat perlu dikenali warga, sementara informasi yang akurat membantu mereka memahami peluang untuk berpartisipasi atau mengakses layanan. Dengan demikian, pembekalan ini tidak hanya menunjang kesiapan para lurah menghadapi malam penganugerahan, tetapi juga relevan bagi pelaksanaan tugas sehari-hari. Penguatan kapasitas komunikasi diharapkan membantu para finalis menghubungkan capaian kelurahan dengan pengalaman warga dan menjadikan pelayanan publik lebih dekat, informatif, serta tanggap terhadap kebutuhan setempat.

Ketua Bidang Pelatihan Perhumas, Willy Bachtiar, menilai kemampuan komunikasi publik merupakan unsur penting bagi lurah dalam menjalankan tugas pemerintahan. Lurah tidak hanya perlu memahami program yang disampaikan, tetapi juga mampu menerangkannya dengan bahasa yang jelas, relevan, dan mudah dipahami warga. Kejelasan informasi membantu masyarakat mengetahui tujuan program, manfaat yang diharapkan, serta cara mereka dapat berpartisipasi. Dalam konteks pelayanan di tingkat kelurahan, komunikasi yang terencana dapat menjembatani kebijakan pemerintah dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Menurut Willy, penyampaian informasi juga perlu disertai keterlibatan komunikasi personal. Interaksi langsung memungkinkan lurah mendengar masukan, memahami persoalan warga, dan mendorong masyarakat berperan dalam pelaksanaan program. Pendekatan tersebut dapat memperkuat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar menjadikan warga penerima informasi. Lurah juga perlu mampu mengemas program kehumasan dengan tepat, sehingga pesan pemerintah tersampaikan secara menarik tanpa mengubah substansinya. Keterampilan membuat konten dengan narasi positif menjadi bagian dari upaya itu. Konten yang informatif dan disusun dengan konteks yang jelas dapat membantu warga mengenali manfaat program serta mengikuti perkembangannya.

Willy mengingatkan bahwa komunikasi yang kurang baik berisiko menimbulkan kebingungan di tengah warga. Informasi yang tidak jelas atau tidak disampaikan secara konsisten dapat membuat masyarakat keliru memahami maksud suatu kebijakan. Dampaknya tidak terbatas pada kesulitan pelaksanaan program, tetapi juga dapat memengaruhi kepercayaan warga terhadap inisiatif pemerintah. Karena itu, kemampuan menyusun pesan dan memilih cara penyampaian yang sesuai perlu menjadi perhatian dalam pelatihan bagi para lurah.

Dukungan terhadap pentingnya aspek tersebut disampaikan Lurah Taman Sari, Abdul Malik. Ia menyebut lurah sebagai ujung tombak penyampaian program pemerintah secara langsung kepada masyarakat. Posisi ini membuat kualitas komunikasi sehari-hari berpengaruh terhadap cara warga menerima dan menilai program. Abdul Malik juga menilai pola komunikasi yang buruk dapat menurunkan kepercayaan publik. Dengan komunikasi yang terbuka, jelas, dan dekat dengan warga, lurah dapat membantu memastikan informasi tersampaikan sekaligus menjaga hubungan pemerintah dengan masyarakat.

Willy menjelaskan bahwa kerja kehumasan bukan kegiatan yang dilakukan sesekali, melainkan siklus berkelanjutan yang dimulai dari riset, dilanjutkan dengan perencanaan, implementasi, lalu evaluasi. Riset membantu kelurahan memahami kebutuhan warga, konteks wilayah, serta isu yang berkembang. Temuan tersebut menjadi dasar untuk menentukan tujuan komunikasi, kelompok sasaran, pesan, kanal, dan waktu penyampaian informasi. Setelah program dijalankan, evaluasi diperlukan untuk menilai efektivitas kegiatan dan menentukan perbaikan berikutnya. Dengan cara ini, komunikasi publik dapat disusun berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar respons spontan terhadap suatu peristiwa.

Materi pelatihan bagi para finalis disusun bersama tim Perhumas dengan merujuk pada delapan unit Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia. Di cakupan yang dibahas adalah pemetaan pemangku kepentingan, penyusunan rencana program komunikasi kehumasan, serta pemantauan digital. Pemetaan membantu aparatur mengenali pihak yang perlu dilibatkan dan memahami hubungan mereka dengan isu kelurahan. Sementara itu, rencana program memberi arah bagi pelaksanaan komunikasi, termasuk pembagian tahapan dan penentuan ukuran keberhasilan. Pemantauan digital membantu kelurahan mengikuti percakapan serta melihat bagaimana informasi diterima masyarakat di kanal daring.

Willy juga mengapresiasi upaya komunikasi yang telah dilakukan para finalis, terutama dalam mengelola media sosial kelurahan sebagai sarana menyampaikan informasi kepada warga. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah wilayah tidak terlambat menyusun narasi dan menyampaikan informasi. Ketika penjelasan resmi tertunda, ruang komunikasi dapat lebih dahulu diisi oleh kabar yang belum lengkap atau tidak akurat. Karena itu, kelurahan perlu menyiapkan pesan dengan cermat, menyampaikannya melalui kanal yang sesuai, dan memperbaruinya ketika keadaan berubah. Ia mendorong setiap wilayah memiliki rencana program komunikasi yang lebih terstruktur, dengan hasil serta manfaat yang dapat diukur. Ukuran tersebut membantu aparatur menilai apakah pesan menjangkau sasaran, dipahami warga, dan mendukung kebutuhan pelayanan. Pengelolaan yang terencana menjadikan komunikasi kelurahan lebih konsisten, tanggap, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pelatihan komunikasi yang diikuti para finalis Benyamin S Award (BSA) 2026 mendapat sambutan positif dari peserta. Kegiatan ini dinilai relevan karena memberikan bekal yang dapat digunakan dalam menjalankan tugas pemerintahan di tingkat kelurahan. Selain memperkuat cara menyampaikan pesan, materi pelatihan juga membantu peserta memahami bagaimana informasi mengenai program dan kegiatan dapat disajikan secara lebih jelas kepada masyarakat. Bekal tersebut penting agar komunikasi pemerintah kelurahan berlangsung terarah, mudah dipahami, dan mampu menjangkau warga melalui berbagai saluran. Para peserta melihat pelatihan sebagai ruang untuk menambah wawasan sekaligus mempertajam keterampilan praktis yang mendukung pelayanan publik.

Nani, Lurah Kelapa Gading Timur, menilai materi yang diperoleh dapat menunjang kinerja dalam menjalankan tugas. Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan komunikasi dari pelatihan dapat membantu kelurahan mempromosikan program serta mengekspos informasi tentang berbagai kegiatan yang telah dilakukan. Penyampaian informasi yang baik memungkinkan warga mengetahui program secara lebih luas dan memahami manfaatnya. Tanggapan tersebut menggambarkan bahwa pelatihan tidak hanya memberi tambahan pengetahuan, tetapi juga memiliki kegunaan langsung bagi pekerjaan sehari-hari. Sejumlah finalis BSA 2025 turut mengikuti rangkaian pelatihan bersama 10 finalis tahun 2026, sehingga kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman dan memperluas perspektif antarpeserta.

Para finalis 2026 telah melalui beberapa tahapan dalam rangkaian BSA, mulai dari babak penyisihan, penyelenggaraan festival, hingga presentasi final. Sepuluh kelurahan yang diwakili adalah Pulau Panggang, Kelapa Gading Timur, Malaka Sari, Utan Kayu Selatan, Srengseng, Sukabumi Utara, Taman Sari, Kebon Baru, Cilandak Barat, dan Kebon Sirih.

Baca juga: Turnamen Voli Piala Panglima TNI di Samarinda Resmi Ditutup, PB Tesla Raih Juara Pertama SAMARINDA – Turnamen Bola Voli Putri Piala Panglima TNI dalam rangka memperingati HUT TNI ke-81 Tahun 2026 di wilayah Kodim 0901/Samarinda resmi ditutup, Minggu (27/9/2026) malam. Acara penutupan yang berlangsung di Lapangan Voli RT 17, Jl. Mulawarman Gang Tukang, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, tersebut berlangsung meriah dan dihadiri sekitar 500 orang yang terdiri dari tamu undangan, peserta turnamen, penonton, serta masyarakat sekitar. Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0901/Samarinda Kolonel Inf Arif Hermad, S.I.P., M.M., Kasdim 0901/Samarinda Letkol Inf Y. Menri Sarungallo, S.E., M.Han., para Perwira Staf Kodim 0901/Samarinda, para Danramil jajaran Kodim 0901/Samarinda, Tokoh Masyarakat Kampung Bayur Hartoyo, perwakilan sponsorship PT BAS H. Padil, para peserta turnamen dan masyarakat. Dalam sambutannya, Tokoh Masyarakat Kampung Bayur, Hartoyo, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan turnamen tersebut. Ia juga mengapresiasi peran TNI yang selama ini turut membantu masyarakat Kampung Bayur, Ia berharap TNI semakin solid dan kuat dalam menjaga keamanan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sementara itu, Dandim 0901/Samarinda Kolonel Inf Arif Hermad menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya masyarakat Kampung Bayur Kelurahan Sempaja Utara, yang telah mendukung dan menyukseskan turnamen tersebut. “Turnamen Voli Piala Panglima TNI ini sudah berlangsung selama kurang lebih 10 hari dan malam ini merupakan puncaknya,” kata Dandim. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat kerja sama dan silaturahmi antara TNI dengan masyarakat. Dandim berharap turnamen serupa dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun sehingga dapat menjadi wadah untuk mencari dan mengembangkan bibit-bibit atlet bola voli di Kota Samarinda. Rangkaian penutupan dilanjutkan dengan doa, pertandingan perebutan juara ketiga dan harapan satu antara PB Gajah Mungkur melawan PB Predator. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh PB Gajah Mungkur. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian doorprize dan lomba busana dalam rangka HUT TNI ke-81 Tahun 2026, sebelum memasuki pertandingan final perebutan juara pertama dan kedua. Pada pertandingan final, PB Tesla berhadapan dengan PB RR. Pertandingan berlangsung kompetitif hingga akhirnya PB Tesla berhasil meraih kemenangan dan keluar sebagai juara pertama. Adapun hasil akhir Turnamen Bola Voli Putri Piala Panglima TNI di wilayah Kodim 0901/Samarinda yaitu Juara 1 PB Tesla, Juara 2 PB RR, Juara 3 PB Gajah Mungkur, dan Juara Harapan PB Predator. Seluruh rangkaian kegiatan penutupan Turnamen Voli Piala Panglima TNI selesai pada pukul 00.10 WITA. Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Turnamen tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan peringatan HUT TNI ke-81 Tahun 2026, sekaligus mempererat kebersamaan antara TNI, masyarakat, dan insan olahraga di wilayah Kota Samarinda. | Pelatihan Timnas U20 Indonesia: Nazriel Alvaro dan Rafi Syafiq Dapat Kesempatan Emas