Jakarta | Sebanyak 62,2 persen responden menyatakan setuju terhadap perombakan atau pergantian menteri di Kabinet Merah Putih. Angka tersebut menjadi temuan utama survei terbaru Parameter Politik Indonesia (PPI), yang menunjukkan bahwa dukungan terhadap reshuffle kabinet datang dari mayoritas warga yang disurvei. Hasil itu disampaikan Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno dalam peluncuran survei nasional bertajuk “Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” di Jakarta pada Minggu. Dalam pemaparan tersebut, PPI juga mencantumkan dua kelompok jawaban lain, yakni responden yang tidak setuju dan mereka yang tidak memberikan jawaban. Dengan demikian, gambaran sikap publik dalam survei mencakup dukungan, penolakan, serta sikap yang belum dinyatakan.
Secara terperinci, 14,7 persen responden menyatakan tidak setuju terhadap perombakan atau pergantian menteri. Sementara itu, 23,1 persen tidak memberikan jawaban. Ketiga persentase tersebut membentuk keseluruhan distribusi respons yang disampaikan PPI: 62,2 persen setuju, 14,7 persen tidak setuju, dan 23,1 persen tidak menjawab. Selisih kelompok yang mendukung dan yang menolak menunjukkan bahwa persetujuan terhadap reshuffle lebih besar dalam hasil survei ini. Namun, angka tidak menjawab tetap menjadi bagian penting dari pembacaan hasil, karena porsinya mencakup hampir seperempat responden. Data yang dipaparkan menggambarkan pilihan responden pada pertanyaan tentang pergantian menteri, tanpa dengan sendirinya menjelaskan alasan di balik setiap pilihan.
Temuan tersebut menjadi salah satu hasil dalam survei nasional PPI yang mengangkat evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Pernyataan Adi Prayitno menempatkan isu perombakan kabinet sebagai bagian dari evaluasi tersebut, dengan dukungan 62,2 persen sebagai angka paling menonjol dari distribusi jawaban yang diumumkan. Hasil ini menyajikan ukuran sikap responden terhadap kemungkinan perubahan susunan menteri, bukan keterangan bahwa perombakan telah diputuskan atau akan segera dilakukan. Karena itu, angka persetujuan sebaiknya dibaca sesuai cakupannya: sebagai jawaban survei yang dipaparkan saat peluncuran, berdampingan dengan persentase penolakan dan responden yang tidak menjawab. Rincian yang tersedia memberi gambaran dasar mengenai kecenderungan respons publik, sementara informasi lebih lanjut mengenai metode, waktu pengumpulan data, dan karakteristik sampel diperlukan untuk menilai konteks serta batas keterwakilan hasil secara menyeluruh.
Dalam survei yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menempati posisi teratas dalam penilaian responden terhadap kinerja pejabat di Kabinet Merah Putih. Sebanyak 15,4 persen responden memilih Amran sebagai pejabat dengan kinerja terbaik. Hasil ini menunjukkan bahwa, di nama-nama yang dinilai dalam survei PPI, Amran memperoleh proporsi penilaian positif tertinggi. Angka tersebut merupakan pilihan responden, bukan ukuran kinerja yang ditetapkan secara terpisah oleh lembaga pemerintah.
Di posisi kedua terdapat Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang memperoleh 14,5 persen. Selisih penilaian untuk Teddy dan Amran tercatat sebesar 0,9 poin persentase. Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir berada di urutan ketiga dengan 6 persen. Dengan demikian, hasil survei memperlihatkan jarak persentase tiga nama teratas, sekaligus memberikan gambaran tentang pejabat yang paling banyak disebut responden ketika diminta menilai kinerja anggota kabinet.
Perlu dicatat, persentase tersebut menggambarkan jawaban dalam survei PPI sesuai kategori dan pilihan yang digunakan dalam pengumpulan data. Angka 15,4 persen, 14,5 persen, dan 6 persen tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh pertimbangan di balik penilaian responden. Hasil itu juga tidak berarti bahwa responden lainnya menilai para pejabat tersebut memiliki kinerja buruk; mereka mungkin memilih nama lain atau tidak memberikan pilihan pada ketiga tokoh tersebut.
Penempatan Amran di urutan pertama menjadi salah satu temuan survei yang berdampingan dengan hasil mengenai dukungan terhadap perombakan kabinet. Kedua temuan itu mengukur hal yang berbeda: satu berkaitan dengan preferensi responden atas perubahan susunan kabinet, sedangkan yang lain menunjukkan pejabat yang dinilai memiliki kinerja terbaik. Karena itu, hasil pemeringkatan kinerja sebaiknya dibaca secara spesifik, yakni sebagai rekapitulasi penilaian responden PPI. Survei tersebut mencatat Amran pada 15,4 persen, Teddy pada 14,5 persen, dan Erick pada 6 persen, sesuai urutan pilihan yang dilaporkan.
Dalam daftar sepuluh pejabat dengan penilaian terbaik, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menempati posisi keempat dengan persentase 4,5 persen. Capaian tersebut menempatkannya sebagai pejabat dengan dukungan tertinggi di nama-nama yang berada pada urutan keempat hingga kesepuluh. Susunan berikutnya memperlihatkan persentase yang lebih rendah secara bertahap, mulai dari 3,2 persen hingga 0,8 persen.
Pada posisi kelima, terdapat Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia dengan 3,2 persen. Berikutnya, Menteri Perumahan Rakyat Maruarar Sirait berada di urutan keenam dengan persentase 2,1 persen. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menempati posisi ketujuh, dengan perolehan 1,5 persen. Ketiga nama tersebut melengkapi urutan setelah Saifullah Yusuf dalam daftar yang dipaparkan.
Posisi kedelapan ditempati Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dengan 1,1 persen. Di urutan kesembilan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memperoleh 0,9 persen. Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani berada pada posisi kesepuluh dengan persentase 0,8 persen. Angka-angka ini menunjukkan besaran penilaian yang tercatat untuk masing-masing pejabat dalam daftar tersebut.
Dengan demikian, tujuh pejabat dari posisi keempat sampai kesepuluh memiliki rentang persentase 4,5 persen dan 0,8 persen. Urutan ini menempatkan Saifullah Yusuf di posisi teratas dalam kelompok tersebut, disusul Bahlil Lahadalia, Maruarar Sirait, Tito Karnavian, Zulkifli Hasan, Prasetyo Hadi, dan Rosan Roeslani. Penyebutan jabatan serta angka secara berurutan membantu pembaca melihat posisi setiap pejabat tanpa mencampuradukkan perolehan mereka. Daftar tersebut merupakan bagian dari sepuluh nama dengan penilaian terbaik yang disampaikan dalam hasil survei PPI, dan mencakup pejabat dari sejumlah bidang pemerintahan, mulai dari sosial, energi, perumahan, hingga investasi dan hilirisasi.
Sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto telah melakukan serangkaian perombakan terhadap susunan Kabinet Merah Putih. Perubahan tersebut berlangsung dalam beberapa tahap, bukan hanya sekali, dan menjadi bagian dari dinamika pemerintahan sejak awal masa jabatan. Hingga 15 Oktober 2026, perombakan tercatat telah berlangsung dalam sembilan gelombang. Catatan ini memberi konteks mengenai skala perubahan susunan pejabat selama periode tersebut, tanpa menguraikan secara terperinci waktu maupun isi setiap gelombang.
Cakupan perombakan yang tercatat meliputi pergantian menteri dan wakil menteri, serta perubahan pada pejabat kepresidenan dan pimpinan lembaga. Selain itu, penataan juga mencakup pejabat tinggi di lingkungan TNI dan Polri. Dengan demikian, perubahan tidak terbatas pada posisi menteri dalam kabinet, tetapi melibatkan sejumlah kategori jabatan pemerintahan dan institusi lain yang termasuk dalam cakupan sumber. Penyebutan berbagai kategori ini menunjukkan luasnya ruang jabatan yang mengalami pergantian, tanpa memberikan rincian nama atau jumlah pejabat pada masing-masing kategori.
Informasi mengenai sembilan gelombang tersebut menjadi latar untuk memahami pembahasan tentang dukungan responden terhadap perombakan Kabinet Merah Putih. Konteks waktu dimulai sejak pelantikan Presiden Prabowo pada 20 Oktober 2024 dan berlanjut hingga batas pencatatan 15 Oktober 2026. Dalam rentang itu, yang dapat ditegaskan berdasarkan informasi yang tersedia adalah jumlah gelombang dan cakupan jenis jabatan yang berubah. Tidak tersedia rincian mengenai masing-masing gelombang maupun alasan di balik setiap perombakan, sehingga bagian ini tidak menarik kesimpulan mengenai motif, pertimbangan, atau dampak dari perubahan tersebut.






