Jenazah Iyus Korban KM Virgo Dimakamkan di Garut, Sembilan Warga Masih Dicari

Jenazah Iyus Korban KM Virgo Dimakamkan di Garut, Sembilan Warga Masih Dicari

BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Jenazah Iyus, warga Kabupaten Garut berusia 50 tahun, telah dipulangkan setelah berhasil diidentifikasi sebagai salah satu korban insiden KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Proses identifikasi tersebut memungkinkan keluarga memperoleh kepastian mengenai keberadaan Iyus setelah sebelumnya menanti informasi terkait kecelakaan kapal yang menimbulkan korban dan penumpang yang masih belum ditemukan.

Dinas Sosial Kabupaten Garut membantu proses pemulangan jenazah dari lokasi penanganan menuju daerah asalnya. Bantuan itu mencakup koordinasi pengantaran hingga jenazah dapat diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan. Pemerintah daerah memastikan proses tersebut dilakukan secara terkoordinasi agar pemulangan berlangsung dengan baik dan keluarga dapat segera memberikan penghormatan terakhir.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Marlinda Siti Hana, menyampaikan bahwa jenazah Iyus diantarkan pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Rombongan pembawa jenazah kemudian tiba di wilayah Garut sekitar pukul 12.00 WIB. Kedatangan tersebut menjadi tahap penting bagi keluarga untuk menerima jenazah secara langsung dan mempersiapkan prosesi pemakaman sesuai dengan ketentuan serta tradisi setempat.

Setibanya di Desa Situsaeur, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk selanjutnya dimakamkan di lingkungan tempat tinggalnya, Karangpawitan. Kepulangan Iyus memberikan kepastian bagi keluarga, meskipun suasana duka tetap menyelimuti kerabat dan warga yang mengenalnya. Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Sosial juga terus memberikan pendampingan yang diperlukan selama proses pemulangan dan penyerahan jenazah.

Jenazah Iyus, salah satu korban insiden KM Virgo, tiba di wilayah Karangpawitan, Garut, setelah dipulangkan dari Banjarmasin. Setibanya di lokasi, jenazah langsung dimakamkan oleh keluarga. Proses pemakaman berlangsung sebagai bagian dari penghormatan terakhir sekaligus penutup rangkaian penanganan jenazah sebelum akhirnya diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga.

Penerimaan jenazah dan pemakaman Iyus disaksikan oleh perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Garut, jajaran aparatur pemerintah setempat, serta sejumlah tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan pemerintah dan masyarakat kepada keluarga yang tengah berduka akibat insiden tersebut. Para perwakilan turut mendampingi keluarga selama proses kedatangan hingga jenazah dimakamkan.

Iyus merupakan satu dari 12 korban baru insiden KM Virgo yang ditemukan oleh tim SAR gabungan di Banjarmasin pada Jumat, 2 Oktober 2026. Setelah ditemukan, jenazah menjalani proses identifikasi untuk memastikan kecocokan data korban sebelum dipulangkan ke daerah asalnya, termasuk ke Garut. Tahapan tersebut dilakukan sebagai bagian dari prosedur penanganan korban kecelakaan laut.

Pemulangan dan pemakaman Iyus menjadi perkembangan penting bagi keluarganya, meskipun proses pencarian korban lain masih berlangsung. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sembilan warga masih dicari dalam rangkaian operasi SAR terkait insiden KM Virgo. Tim gabungan terus melakukan upaya pencarian dan penanganan sesuai kondisi di lapangan, sementara keluarga korban menanti kepastian mengenai anggota keluarga mereka yang belum ditemukan.

Dengan dimakamkannya Iyus di Karangpawitan, keluarga dapat memberikan penghormatan terakhir secara layak di daerah asalnya. Pemerintah daerah dan tokoh masyarakat diharapkan tetap memberikan pendampingan kepada keluarga, terutama selama proses pencarian serta pemulangan korban lainnya masih berjalan.

Pemerintah Kabupaten Garut memberikan dukungan kepada keluarga Iyus, salah satu korban kecelakaan KM Virgo yang jenazahnya telah dimakamkan di Garut. Dukungan tersebut disalurkan melalui Dinas Sosial sebagai bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap keluarga korban dalam menghadapi proses pemulasaraan jenazah. Bantuan diberikan berdasarkan keterangan yang disampaikan Marlinda mengenai kebutuhan keluarga Iyus setelah jenazah korban tiba dan dipersiapkan untuk dimakamkan.

Bentuk dukungan dari Pemerintah Kabupaten Garut berupa satu paket bantuan sosial serta santunan uang duka sebesar Rp2 juta. Bantuan tersebut diserahkan untuk keperluan pemulasaraan jenazah Iyus. Penyaluran bantuan ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada keluarga korban, terutama pada saat keluarga harus menjalani rangkaian proses pemulasaraan setelah musibah kecelakaan laut yang menimpa KM Virgo.

Marlinda menyampaikan bahwa bantuan sosial dan santunan uang duka itu diberikan kepada keluarga Iyus melalui Dinas Sosial Kabupaten Garut. Nilai santunan yang disalurkan mencapai Rp2 juta, sementara bantuan lainnya berupa satu paket bantuan sosial. Informasi tersebut menegaskan dukungan pemerintah daerah kepada keluarga korban dalam proses pemulasaraan, tanpa menyebutkan bentuk bantuan tambahan maupun penggunaan dana di luar kebutuhan yang telah disampaikan. Bantuan itu diberikan sebagai bagian dari penanganan terhadap keluarga Iyus setelah korban dinyatakan menjadi salah satu penumpang yang terdampak dalam kecelakaan KM Virgo. Penyaluran melalui Dinas Sosial juga memastikan dukungan pemerintah Kabupaten Garut disampaikan kepada keluarga dalam rangka pemulasaraan jenazah, sebagaimana diterangkan oleh Marlinda.

Dengan dimakamkannya Iyus, penanganan korban asal Garut dalam insiden KM Virgo Transport 8 masih berlanjut. Sebelumnya, sebanyak 22 warga Garut dilaporkan berada dalam kapal yang mengalami insiden di perairan Laut Jawa pada 13 September 2026. Data tersebut masih menjadi perhatian pemerintah daerah karena sebagian warga belum diketahui keberadaannya.

Dari total 22 warga Garut yang dilaporkan menjadi korban, 10 orang telah ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara itu, tiga orang meninggal dunia, yakni Iyus, Risyan Kurnia yang berusia 29 tahun, dan Erik Maosul Latip yang berusia 38 tahun. Jenazah Risyan dan Erik telah lebih dahulu dimakamkan oleh pihak keluarga. Dengan demikian, pemakaman Iyus menambah daftar korban meninggal asal Garut yang telah berhasil dipulangkan dan diserahkan kepada keluarga.

Di sisi lain, sembilan warga Garut masih dinyatakan hilang. Hingga kini, keluarga masih menunggu kepastian mengenai proses pencarian dan perkembangan identifikasi korban. Informasi mengenai keberadaan mereka diharapkan dapat segera diperoleh melalui operasi pencarian yang dilakukan oleh pihak berwenang.

Dinas Sosial Garut masih berkoordinasi dengan kantor pencarian dan pertolongan untuk mendapatkan informasi terbaru terkait proses pencarian. Pemerintah daerah juga menunggu arahan dari pemerintah pusat mengenai langkah berikutnya, termasuk pendampingan bagi keluarga korban dan penanganan apabila ditemukan korban lainnya. Pembaruan data akan disampaikan setelah terdapat informasi resmi dari instansi yang berwenang.