7 Oktober 2026, pengundian League Cup 2026/2027 diselenggarakan oleh operator liga Indonesia, i.League, di Jakarta. Kompetisi ini akan diikuti 39 klub yang berasal dari dua kasta sepak bola nasional, yakni Super League dan Championship. Pengundian tersebut menjadi tahapan awal dalam penyelenggaraan turnamen yang mempertemukan klub-klub dari kedua level kompetisi tersebut dalam satu ajang perebutan gelar.
Seremoni pengundian dihadiri Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi, anggota Komite Eksekutif PSSI Muhammad Sungkar, serta Direktur Utama i.League Ferry Paulus. Kehadiran jajaran PSSI dan operator liga menegaskan peran penting acara tersebut dalam persiapan League Cup musim 2026/2027. Melalui pengundian, proses kompetisi mulai diarahkan pada pembagian pertandingan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan oleh penyelenggara.
Dengan melibatkan klub dari Super League dan Championship, League Cup 2026/2027 menghadirkan format kompetisi lintas kasta. Partisipasi 39 klub membuat turnamen ini menjadi salah satu agenda penting dalam kalender sepak bola Indonesia musim mendatang. Setiap peserta akan memulai perjalanan kompetisinya berdasarkan hasil pengundian yang digelar i.League di Jakarta pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Seremoni tersebut sekaligus memperkenalkan dimulainya rangkaian penyelenggaraan League Cup musim baru kepada publik. Pengundian menjadi dasar bagi tahapan berikutnya, termasuk pelaksanaan pertandingan dan persiapan klub dalam menghadapi lawan-lawannya. Dengan demikian, acara di Jakarta tidak hanya berfungsi sebagai agenda administratif, tetapi juga menandai dimulainya persaingan 39 klub untuk memperebutkan gelar League Cup 2026/2027.
League Cup 2026/2027 menggunakan format kompetisi bertahap untuk mempertemukan 39 klub dalam perebutan gelar. Rangkaian turnamen ini terdiri atas lima tahap, yaitu fase penyisihan grup, babak gugur, perempat final, semifinal, dan final. Struktur tersebut membuat setiap pertandingan sejak fase awal memiliki arti penting, karena hasil klasemen akan menentukan klub yang berhak melanjutkan perjalanan menuju babak berikutnya.
Fase penyisihan grup menjadi tahap pembuka kompetisi. Sebanyak 12 grup dibagi ke dalam wilayah barat dan timur, kemudian dikelompokkan lagi menjadi empat zona, yakni Zona Barat 1, Zona Barat 2, Zona Timur 1, dan Zona Timur 2. Setiap zona mempertemukan sembilan klub. Pembagian berdasarkan wilayah ini dirancang untuk membantu pengaturan jadwal, perjalanan tim, serta aspek operasional selama pertandingan berlangsung.
Salah satu informasi peserta yang tersedia adalah posisi Persebaya Surabaya di Grup G. Klub tersebut berada satu grup dengan PSBS Biak dan Kendal Tornado FC. Komposisi ini akan menghadirkan persaingan tersendiri sejak awal, sebab setiap tim perlu mengumpulkan hasil maksimal untuk menjaga peluang lolos ke babak gugur. Jadwal dan ketentuan teknis pertandingan akan menjadi faktor penting dalam menentukan persaingan di grup.
Pengundian grup juga mempertimbangkan aspek keamanan dan potensi rivalitas antarklub. Karena itu, PSS Sleman tidak ditempatkan satu grup dengan PSIM. Persija juga tidak berada dalam grup yang sama dengan Persis Solo, sedangkan Arema FC dipisahkan dari Persebaya FC. Pembatasan ini bertujuan mengurangi risiko keamanan dan membantu penyelenggara menciptakan suasana pertandingan yang lebih kondusif.
Setelah fase grup selesai, klub-klub yang memenuhi kriteria kelolosan akan memasuki babak gugur. Persaingan kemudian berlanjut ke perempat final, semifinal, dan final sebagai penentu juara League Cup 2026/2027. Dengan pembagian wilayah, jumlah grup, serta aturan pemisahan rival tertentu, format ini menggabungkan pertimbangan kompetitif dan pengelolaan pertandingan secara terukur.
Penyisihan grup League Cup 2026/2027 dijadwalkan dimulai pada 3 November 2026. Tahap ini menjadi kesempatan pertama bagi seluruh peserta untuk mengumpulkan modal sebelum memasuki persaingan yang lebih menentukan. Format pertandingan dirancang ringkas, tetapi tetap memberikan ruang bagi setiap klub untuk menunjukkan konsistensi, baik ketika bermain di hadapan pendukung sendiri maupun saat bertandang ke markas lawan.
Setiap klub menjalani dua pertandingan pada fase penyisihan grup. Satu pertandingan berlangsung sebagai laga kandang, sedangkan satu pertandingan lainnya dimainkan di kandang lawan. Dengan pembagian tersebut, penilaian tidak hanya bergantung pada kemampuan memanfaatkan keuntungan sebagai tuan rumah, tetapi juga pada kesiapan menghadapi tekanan di luar stadion sendiri. Perolehan hasil dari dua laga itu menjadi dasar untuk menentukan urutan akhir setiap grup.
Persaingan menuju babak gugur berlangsung sangat ketat karena hanya juara grup yang berhak melanjutkan perjalanan. Klub yang menempati posisi kedua atau peringkat di bawahnya tidak memperoleh jalur tambahan untuk tetap bertahan dalam kompetisi. Oleh sebab itu, setiap poin, selisih gol, dan performa dalam dua pertandingan dapat memiliki pengaruh penting terhadap peluang lolos. Tim perlu tampil efektif sejak pertandingan pembuka agar tidak kehilangan kendali dalam klasemen.
Pada babak gugur, pembatasan berdasarkan wilayah tidak lagi diberlakukan. Sistem lintas zona membuka kemungkinan pertemuan antarklub dari kawasan berbeda dengan pola yang telah ditentukan. Wakil Zona Barat 1 akan menghadapi tim dari Zona Timur 2, sementara klub yang berasal dari Zona Barat 2 berhadapan dengan wakil Zona Timur 1. Susunan ini memastikan jalur kompetisi mempertemukan perwakilan zona secara silang, sekaligus menghadirkan variasi lawan pada fase eliminasi.
Status tuan rumah dalam babak gugur ditentukan berdasarkan keunggulan statistik yang diperoleh setiap klub selama penyisihan grup. Tim dengan catatan statistik lebih baik mendapatkan hak untuk memainkan pertandingan di kandang sendiri. Karena itu, performa pada fase awal tidak hanya berfungsi untuk memastikan kelolosan, tetapi juga dapat memberikan keuntungan strategis pada pertandingan berikutnya. Klub yang mampu meraih hasil kuat sejak awal berpeluang memperoleh dukungan kandang ketika menghadapi lawan lintas zona.
Rangkaian babak gugur akan mengerucutkan persaingan hingga tersisa enam pemenang. Keenam klub tersebut kemudian bergabung dengan Borneo FC Samarinda dan Persib Bandung untuk membentuk delapan tim yang tampil pada perempat final. Dengan demikian, fase ini menjadi titik penting dalam perjalanan menuju perebutan gelar League Cup 2026/2027, karena seluruh peserta telah melewati tahap awal dan babak gugur sebelumnya.
Borneo FC Samarinda dan Persib Bandung memiliki posisi khusus dalam susunan perempat final. Kedua klub itu disebut mewakili Indonesia dalam ajang antarklub Asia Tenggara. Kehadiran mereka melengkapi daftar peserta perempat final bersama enam klub yang berhasil memenangkan pertandingan pada babak gugur. Komposisi tersebut memastikan bahwa fase delapan besar mempertemukan tim-tim yang telah ditentukan melalui jalur kompetisi masing-masing.
Pasangan pertandingan perempat final tidak ditetapkan sejak awal. Penentuan lawan dilakukan melalui pengundian, termasuk penetapan klub yang berstatus sebagai tuan rumah dalam setiap pertandingan. Mekanisme ini membuat susunan pertandingan dan lokasi penyelenggaraan baru dapat diketahui setelah proses undian berlangsung. Setiap tim akan menghadapi satu lawan untuk memperebutkan tempat di semifinal.
Semifinal juga berlangsung dengan format satu pertandingan. Hasil dari dua laga semifinal menentukan dua tim terbaik yang berhak melaju ke partai puncak. Final League Cup 2026/2027 digelar di tempat netral, sehingga tidak ada peserta yang memperoleh keuntungan sebagai tuan rumah. Alur kompetisinya bergerak dari enam pemenang babak gugur menuju perempat final bersama Borneo FC Samarinda dan Persib Bandung, berlanjut ke semifinal satu pertandingan, lalu berakhir pada final netral sebagai panggung perebutan trofi.






