Di Balik Kecelakaan di Blok M, Keluarga Mengenang Hasan sebagai Pekerja Keras

Di Balik Kecelakaan di Blok M, Keluarga Mengenang Hasan sebagai Pekerja Keras

Serang | Hasan Syukur, pengemudi ojek online berusia 56 tahun, mengalami kecelakaan di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, pada Jumat, 23 Oktober, pukul 16.48 WIB. Dalam rangkaian tabrakan tersebut, tubuh Hasan terlindas mobil BYD. Peristiwa itu melibatkan tiga kendaraan lain yang disebut dalam keterangan, yakni BYD, Honda Brio, Honda Beat yang dikendarai Hasan, serta sebuah mobil Wuling.

Berdasarkan keterangan mengenai urutan kejadian, BYD terlebih dahulu menabrak Honda Brio yang melaju searah di depannya. Setelah benturan itu, BYD oleng ke kiri. Kendaraan tersebut kemudian menabrak Honda Beat yang dikendarai Hasan dan sebuah mobil Wuling. Rangkaian ini menjadi inti peristiwa yang menyebabkan Hasan mengalami kecelakaan di jalan kawasan Blok M.

Urutan tersebut penting untuk menjelaskan bagaimana tabrakan berlangsung, tanpa menambahkan rincian di luar keterangan yang tersedia. Honda Brio berada di depan BYD dan melaju searah, sebelum ditabrak. BYD lalu bergerak oleng ke kiri, kemudian menabrak motor Honda Beat yang dikendarai Hasan serta mobil Wuling. Dalam kejadian itu, tubuh Hasan terlindas BYD. Keterangan tersebut tidak merinci lebih jauh posisi tepat setiap kendaraan, kondisi lalu lintas, maupun penyebab BYD oleng.

Informasi yang tersedia juga tidak mencantumkan nomor polisi BYD, Honda Brio, Honda Beat, ataupun Wuling. Karena itu, nomor kendaraan tidak dapat disebutkan tanpa berisiko menyampaikan data yang keliru. Demikian pula, tidak ada rincian tambahan mengenai keadaan kendaraan setelah benturan atau kondisi Hasan selain bahwa tubuhnya terlindas mobil BYD. Fakta yang dapat dipaparkan di sini terbatas pada waktu dan lokasi kejadian serta rangkaian tabrakan yang diterangkan.

Kecelakaan tersebut terjadi pada Jumat, 23 Oktober, pukul 16.48 WIB, di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Hasan, yang berusia 56 tahun dan bekerja sebagai pengemudi ojek online, mengendarai Honda Beat ketika BYD yang sebelumnya menabrak Honda Brio oleng ke kiri dan menabrak motornya serta mobil Wuling. Rangkaian itu berakhir dengan tubuh Hasan terlindas BYD.

Eko Priyono, menantu Hasan, ditemui di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, pada Senin, 26 Oktober 2026. Dalam keterangannya, Eko mengenang Hasan sebagai sosok yang tekun dan memiliki kemauan kuat untuk bekerja. Menurutnya, Hasan tetap ingin mencari nafkah meskipun keluarga telah meminta agar ia beristirahat di rumah. Gambaran itu membuat keluarga melihat kerja keras sebagai bagian penting dari keseharian Hasan, sekaligus menjelaskan mengapa ia memilih tetap merantau ke Jakarta.

Keluarga, kata Eko, sebenarnya telah mengajak Hasan tinggal bersama mereka di Serang, Banten. Ajakan tersebut dimaksudkan agar Hasan dapat berada dekat dengan keluarga dan tidak perlu terus bekerja jauh dari rumah. Namun, Hasan ingin tetap berada di Jakarta dan melanjutkan pekerjaannya. Keinginannya itu bertahan meski keluarga berharap ia bersedia pulang dan beristirahat. Sikap tersebut dikenang Eko sebagai cerminan ketekunan Hasan, yang tetap berupaya bekerja walaupun orang-orang terdekatnya menginginkan ia mengambil jeda.

Di Serang, Hasan meninggalkan istri, anak, dan dua cucunya. Sementara berada di Jakarta, ia tinggal di kawasan Jembatan Baru, Cengkareng, Jakarta Barat. Jarak tempat tinggalnya di perantauan dan keluarga di Serang menjadi bagian dari pilihan hidup yang dijalaninya demi terus bekerja. Eko menyampaikan kenangan itu saat keluarga berada di RS Fatmawati, di tengah situasi setelah kecelakaan di Blok M. Bagi keluarga, Hasan bukan sekadar anggota keluarga yang bekerja jauh dari rumah, melainkan seseorang yang tetap berusaha mencari nafkah meski diminta berhenti sejenak dan kembali berkumpul bersama mereka.

Di luar pekerjaannya sebagai pengemudi ojek online, kehidupan Hasan sebagaimana diceritakan Eko berkaitan erat dengan keluarga. Penghasilan yang diperoleh dari bekerja tidak hanya dipandang sebagai hasil jerih payah pribadi. Hasan menyerahkannya kepada sang istri. Keterangan itu memberi gambaran tentang bagaimana ia menempatkan pendapatan dari pekerjaannya dalam kehidupan rumah tangga, sekaligus menunjukkan bahwa keluarga menjadi bagian penting dari kesehariannya.

Eko juga menyebut bahwa Hasan terkadang menggunakan penghasilannya untuk pulang. Selain itu, ada kalanya uang tersebut dipakai untuk mengajak anak dan cucunya berlibur. Kegiatan itu menjadi salah satu cara Hasan menghabiskan waktu bersama keluarga di luar rutinitas mencari penumpang. Dari penuturan tersebut, perhatian Hasan kepada orang-orang terdekat tampak melalui hal-hal yang disebut secara langsung: menyerahkan penghasilan kepada istri, pulang, dan sesekali mengajak anak serta cucu bepergian untuk berlibur.

Kenangan yang disampaikan Eko tidak menggambarkan kebiasaan lain atau rincian khusus mengenai perjalanan mereka. Namun, informasi yang ia sampaikan memperlihatkan bahwa hasil kerja Hasan memiliki kaitan dengan kebutuhan dan kebersamaan keluarga. Sebagian besar penghasilannya diberikan kepada istri, sedangkan pada kesempatan tertentu ia memanfaatkannya untuk pulang dan menyediakan waktu bersama anak serta cucu. Hal-hal tersebut menjadi bagian dari kisah Hasan di luar pekerjaannya di jalan.

Dalam mengenang Hasan, Eko menyampaikan sisi kehidupan keluarga tanpa menambahkan gambaran yang tidak ia ceritakan. Dari keterangan itu, Hasan dikenang bukan hanya melalui pekerjaannya sebagai pengemudi ojek online, tetapi juga melalui cara ia membagikan hasil kerja kepada istrinya dan sesekali menggunakannya untuk berkumpul bersama anak serta cucu. Cerita sederhana tersebut memberi konteks tentang hubungan Hasan dengan keluarganya, sebagaimana diingat oleh Eko, tanpa mengubahnya menjadi kisah yang lebih luas daripada fakta yang disampaikan.

Eko menjelaskan bahwa Hasan mengalami sejumlah luka serius akibat kecelakaan tersebut. Kaki Hasan patah, sementara beberapa bagian tubuh lainnya mengalami retak. Selain cedera itu, pemeriksaan juga menunjukkan adanya kebocoran pada paru-paru. Kondisi tersebut membuat Hasan harus menjalani perawatan intensif dan beberapa tindakan medis di rumah sakit.

Selama beberapa hari, Hasan menjalani perawatan dan operasi untuk menangani luka-lukanya. Eko menyebut kondisi Hasan kini stabil, meski pemulihannya masih membutuhkan pemantauan. Hasan belum dapat berbicara karena masih mendapat obat penenang. Dengan demikian, keluarga belum bisa berkomunikasi dengannya seperti biasa dan masih menunggu perkembangan kesehatannya dari tim medis.

Eko juga menyampaikan bahwa Hasan sedang mengalami demam. Untuk menangani kondisi tersebut, Hasan memerlukan antibiotik dengan dosis lebih tinggi. Keluarga berharap pengobatan dan perawatan yang dijalani dapat membantu menstabilkan kondisinya, terutama setelah cedera pada beberapa bagian tubuh serta kebocoran pada paru-paru. Hingga kini, perhatian utama keluarga adalah proses pemulihan Hasan yang masih berlangsung.

Di sisi lain, penyelidikan kecelakaan terus berjalan. Polisi telah menetapkan pengemudi mobil BYD berinisial S, berusia 46 tahun, sebagai tersangka. Berdasarkan pemeriksaan sementara yang disampaikan AKBP Muhammad Adiel Aristo, pengemudi mengaku sedang melamun dan mengantuk saat mengemudi. Ia disebut menginjak pedal gas, kemudian kehilangan kendali dan panik.

Keterangan tersebut masih menjadi bagian dari pemeriksaan yang dilakukan penyidik. Polisi belum berhenti pada pengakuan pengemudi dan masih mendalami fungsi pedal gas serta rem kendaraan. Pemeriksaan itu diperlukan untuk mengetahui apakah kendaraan bekerja sebagaimana mestinya atau terdapat kemungkinan masalah teknis. Dengan menelusuri kondisi kendaraan dan keterangan yang ada, penyidik berupaya mendapatkan gambaran lebih lengkap mengenai rangkaian kejadian. Penetapan tersangka menjadi salah satu perkembangan dalam proses hukum, sementara penyebab kecelakaan masih terus diperiksa.

Baca juga: Kecelakaan Mobil Sport di Tol Desari | Keluarga Korban Terpuruk, Janji Pelaku Tak Ditepati | Kecelakaan Mobil Rombongan di Depok, Tiga Belas Penumpang Terluka