Dari Karier di Bangkok ke Kara Risoles: Langkah Baru Nivia Bersama Sang Ibu

Dari Karier di Bangkok ke Kara Risoles: Langkah Baru Nivia Bersama Sang Ibu

Jakarta | Setelah lima tahun bekerja di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok, Nivia memilih kembali ke Indonesia dan mengambil langkah baru dalam perjalanan kariernya. Sebelumnya, ia berpengalaman di bidang dukungan teknologi informasi, pekerjaan yang memberinya pemahaman tentang sistem dan penggunaan teknologi untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Keputusan pulang bukan sekadar perubahan tempat tinggal atau pekerjaan. Nivia ingin hadir dan terlibat langsung membantu ibunya, Ninda, mengembangkan usaha keluarga yang telah dirintis beberapa waktu sebelumnya. Sejak Juli, ia mencurahkan perhatian penuh untuk mendukung Kara Risoles.

Usaha risoles kekinian tersebut mulai dirintis Ninda sekitar dua tahun sebelum Nivia bergabung secara aktif. Produksinya berlokasi di Parung, Bogor, sementara jangkauan konsumennya membentang dari kawasan Gajah Mada hingga BSD, Tangerang. Perkembangan itu menjadi kesempatan bagi ibu dan anak tersebut untuk menggabungkan pengalaman masing-masing dalam mengelola dan memperkuat usaha. Ninda membawa bekal lebih dari 30 tahun bekerja sebagai konsultan bisnis, dengan pengalaman memahami kebutuhan usaha dan berbagai aspek pengembangannya. Nivia, di sisi lain, hadir dengan keahlian teknologi informasi yang dapat mendukung pekerjaan operasional dan membantu proses bisnis.

Bagi Nivia, kepulangannya memiliki tujuan yang dekat dengan keluarga sekaligus memberi ruang untuk memulai babak profesional yang berbeda. Ia menyampaikan bahwa dirinya kembali ke Indonesia untuk mendukung usaha sang ibu. Pernyataan itu menggambarkan alasan utama di balik pilihannya: menggunakan waktu dan kemampuannya untuk membantu Ninda membangun Kara Risoles, bukan meninggalkan pengalaman kerja sebelumnya tanpa arah. Pengalaman Nivia di bidang teknologi dan latar belakang Ninda sebagai konsultan bisnis menjadi modal kolaborasi mereka. Dengan terlibat penuh sejak Juli, Nivia dapat bekerja berdampingan dengan ibunya dalam mengembangkan usaha yang telah berjalan, sambil menerapkan keahliannya pada kebutuhan Kara Risoles yang terus bertumbuh.

Peralihan dari rutinitas kantor di Bangkok menuju usaha Kara Risoles membawa perubahan besar dalam keseharian Nivia. Sebelumnya, ia menjalani pola kerja yang lebih teratur, dengan jam masuk dan pulang yang relatif jelas. Saat mulai terlibat dalam usaha bersama sang ibu, waktunya tidak lagi hanya mengikuti jadwal kantor. Ia perlu menyesuaikan diri dengan kebutuhan persiapan dan kegiatan penjualan. Ritme baru ini menuntut keluwesan serta kesiapan menghadapi pekerjaan yang berubah dari hari ke hari. Bagi Nivia, perubahan tersebut bukan sekadar perpindahan tempat bekerja, melainkan pengalaman mengenal berbagai sisi menjalankan usaha makanan secara langsung.

Salah satu bentuk kegiatan baru itu adalah jemput bola, yakni mendatangi calon pelanggan melalui bazar UMKM. Berjualan di bazar membuat Nivia berhadapan langsung dengan orang-orang yang ingin melihat atau membeli produknya. Ia dapat berbincang dengan pelanggan, mendengar tanggapan mereka, serta menjelaskan risoles yang ditawarkan. Interaksi semacam ini memberi suasana berbeda dari pekerjaan kantor yang lebih terikat pada rutinitas dan ruang kerja. Meski harus menyiapkan dagangan dan melayani pembeli, kesempatan bertemu pelanggan menjadi bagian yang ia nikmati. Pengalaman itu juga membuat proses menjual terasa lebih personal, karena komunikasi berlangsung secara langsung, bukan hanya melalui perantara.

Kegiatan bazar tentu membutuhkan tenaga. Membawa produk, menata lapak, dan melayani pembeli selama acara berlangsung dapat terasa melelahkan, tetapi Nivia tetap menikmati pengalaman tersebut. Salah satu pencapaian yang pernah ia rasakan terjadi dalam sebuah bazar, ketika lebih dari 130 dari 200 risoles yang dibawa terjual dalam waktu singkat. Angka itu menggambarkan hasil pada bazar tersebut saja, bukan ukuran penjualan di setiap acara. Bagi Nivia, momen itu menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus bukti bahwa usaha berjualan langsung menghadirkan dinamika tersendiri. Ia mendapatkan kesempatan untuk belajar dari respons pelanggan, sambil menjalani langkah baru bersama ibunya di Kara Risoles.

Kara Risoles menawarkan pilihan yang berbeda dari risoles tradisional yang umumnya berisi ayam atau sayuran. Nivia dan sang ibu mengembangkan ragam rasa gurih maupun manis agar pelanggan dapat menemukan camilan sesuai selera. Untuk penggemar rasa gurih, tersedia beef truffle dengan cita rasa truffle yang khas, bolognese yang terinspirasi saus pasta, serta smoked beef mayo yang memadukan daging asap dan mayones. Pilihan ini memberi alternatif lebih modern tanpa menghilangkan bentuk risoles yang akrab bagi banyak orang.

Rasa manisnya mencakup ubi ungu mozzarella, matcha, dan jasuke, singkatan dari jagung, susu, dan keju. Kombinasi tersebut menghadirkan variasi tekstur dan rasa, mulai dari lembut dan gurih hingga manis dengan sentuhan khas bahan utamanya. Ragam isi juga diperkuat oleh tampilan kulit yang dibuat dalam warna berbeda mengikuti jenis isian. Selain tampak menarik saat disajikan, warna itu membantu pelanggan mengenali varian dengan lebih mudah. Dengan demikian, tampilan produk menjadi bagian dari pengalaman memilih, bukan sekadar pemanis visual.

Di sisi pemasaran, Nivia mengelola komunikasi Kara Risoles melalui Instagram, X (Twitter), dan Threads. Kanal-kanal tersebut digunakan untuk memperkenalkan produk, membagikan informasi, serta menjangkau calon pelanggan di luar lingkaran pembeli yang sudah mengenal usaha mereka. Media sosial juga memberi ruang bagi Nivia untuk menyampaikan cerita secara langsung dan menyesuaikan pesan dengan situasi yang sedang dihadapi.

Salah satu pengalaman yang memperlihatkan manfaat pendekatan itu terjadi saat Kara Risoles mengikuti pameran di PIK 2. Ketika suasana stan sepi, Nivia mengunggah informasi mengenai keberadaan mereka di Threads. Unggahan tersebut menarik perhatian beberapa orang; sebagian kemudian datang langsung, sementara yang lain memesan melalui Grab. Bahkan, ada pelanggan yang kembali memesan pada hari terakhir pameran. Pengalaman itu menunjukkan bahwa pemasaran digital dapat membantu menghubungkan produk dengan pembeli, terutama ketika kunjungan langsung belum ramai. Bagi Kara Risoles, media sosial bukan hanya sarana promosi rutin, tetapi juga cara praktis merespons kebutuhan usaha dan membuka peluang penjualan.Kara Risoles menjangkau pelanggan melalui beberapa jalur penjualan yang saling melengkapi. Bazar menjadi salah satu tempat untuk menawarkan produk secara langsung, memperkenalkan ragam risoles, sekaligus berinteraksi dengan calon pembeli. Selain mengikuti bazar, Nivia dan sang ibu juga melayani penjualan langsung. Cara ini memberi kesempatan kepada pelanggan untuk membeli Kara Risoles secara langsung, sementara usaha mereka dapat membangun hubungan dengan orang-orang yang ingin menikmati produknya.

Pelanggan yang ingin memesan dari rumah dapat menggunakan layanan pemesanan daring. Kara Risoles tersedia melalui GrabFood, GoFood, dan ShopeeFood, sehingga produk bisa ditemukan lewat aplikasi yang digunakan banyak orang untuk memesan makanan. Kehadiran di sejumlah platform tersebut menjadi pilihan lain di samping pembelian langsung dan bazar. Dengan demikian, pelanggan dapat memilih kanal yang dirasa paling sesuai ketika hendak memesan Kara Risoles, baik melalui aplikasi maupun dengan datang dan membeli secara langsung.

Selain menjual risoles untuk disantap, Kara Risoles juga memasok produk beku secara rutin kepada salah satu kafe di Jakarta. Pasokan berkala ini menjadi bagian dari jalur penjualan usaha, sekaligus menunjukkan bahwa produk tidak hanya dipasarkan langsung kepada pelanggan perorangan. Risoles beku memberi kafe persediaan yang dapat disimpan sebelum disajikan. Dengan teknik pembekuan yang tepat, produk beku Kara Risoles dapat bertahan hingga tiga bulan di dalam freezer. Penyimpanan yang benar penting agar produk tetap dapat digunakan sesuai kebutuhan.

Saat ini, tim Kara Risoles terdiri atas empat orang. Skala tim tersebut menjadi gambaran kondisi usaha yang berjalan sekarang, dengan Ninda dan Nivia terlibat dalam langkah mengembangkan Kara Risoles bersama.

Baca juga: Invasi Siber dan Langkah Strategis MDI Ventures | Babinsa Koramil 0901-05/SAMUT  Bersama Kelurahan Bagikan Masker dan Sosialisasikan Bahaya Karhutla | Perlindungan Gajah di Padang Sugihan: Langkah Kementerian Lingkungan Hidup