Pancoran, Jakarta Selatan – Suasana Convention Hall Gedung SMESCO, Jalan Gatot Subroto Kavling 49, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Selasa, 16 Juni 2026, dipenuhi ratusan peserta yang menghadiri Seminar World Qur’anic Civilization Forum (WQCF) 1448 Hijriah. Kegiatan yang mengangkat berbagai perspektif pembangunan peradaban berbasis nilai Al-Qur’an tersebut berlangsung sejak pagi hingga sore hari dengan situasi yang berjalan tertib, aman, dan kondusif di bawah pengamanan aparat gabungan.
Sejak sebelum acara dimulai, personel pengamanan telah bersiaga di sejumlah titik strategis di kawasan gedung pertemuan tersebut. Kehadiran aparat kepolisian bersama unsur pengamanan internal dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian seminar internasional tersebut dapat berlangsung tanpa kendala.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, forum yang diselenggarakan oleh Yayasan Selatan Peradaban Islam itu dihadiri sekitar seribu peserta dari berbagai kalangan. Sejumlah ulama, akademisi, dan tokoh pendidikan dari dalam maupun luar negeri turut menjadi pembicara dalam agenda yang berfokus pada penguatan keluarga Muslim dan pembangunan peradaban berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.
Pengamanan kegiatan dipimpin langsung Kapolsek Pancoran Kompol Mansur S.E., M.M., selaku Kepala Pengamanan Objek. Sebanyak 28 personel gabungan diterjunkan untuk mengawal jalannya acara. Kekuatan tersebut terdiri dari anggota Polsek Pancoran, personel Intelijen, Satreskrim, Satresnarkoba, Satsamapta, Satlantas, serta unsur keamanan internal gedung.
Pantauan sejak pagi menunjukkan para peserta mulai berdatangan sekitar pukul 08.30 WIB ketika panitia membuka akses masuk ke lokasi kegiatan. Arus kedatangan berlangsung tertib dengan pemeriksaan standar yang dilakukan petugas keamanan. Para peserta kemudian diarahkan menuju ruang utama Convention Hall untuk mengikuti sesi pembukaan.
Tepat pukul 09.00 WIB, kegiatan resmi dimulai. Acara diawali dengan seremoni pembukaan dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Nuansa religius semakin terasa ketika Syeikh Abdalla Sobhi Ahmed Abdellatif Marei membacakan ayat suci Al-Qur’an melalui Tilawah Miracle yang mengambil QS Ash-Shaffat ayat 99 hingga 112.
Memasuki sesi pertama, para peserta mendapatkan materi dari KH Bachtiar Nasir yang membawakan tema “Establishing Al-Qur’an as the Operating System of the Muslim Family”. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai fondasi utama dalam membangun keluarga yang kuat dan berkarakter sebagai bagian dari pondasi peradaban Islam yang berkelanjutan.
Selama sesi berlangsung, aparat pengamanan tampak melakukan monitoring secara berkala. Petugas lalu lintas mengatur pergerakan kendaraan di sekitar kawasan SMESCO untuk mencegah kepadatan arus kendaraan di sepanjang Jalan Gatot Subroto. Sementara personel lainnya disiagakan di area pintu masuk, ruang utama seminar, serta lingkungan sekitar gedung.
Menjelang siang, kegiatan dihentikan sementara untuk pelaksanaan istirahat, salat, dan makan siang atau ISHOMA. Seusai jeda tersebut, para peserta kembali memasuki ruangan guna mengikuti sesi lanjutan yang menjadi inti dari World Qur’anic Civilization Forum 1448 H.
Sesi kedua dibuka kembali sekitar pukul 13.30 WIB. Diawali dengan pembacaan Al-Qur’an oleh Syeikh Abdalla Sobhi Ahmed Abdellatif Marei melalui Tilawah Miracle QS An-Nahl ayat 72 hingga 74, suasana forum kembali berlangsung khidmat.
Panitia kemudian menayangkan video profil para narasumber sebelum memasuki sambutan pembukaan dari KH Bachtiar Nasir selaku inisiator World Qur’anic Civilization Forum 1448 Hijriah. Dalam pidatonya, ia kembali menegaskan bahwa keluarga menjadi unsur paling penting dalam membangun masyarakat yang kuat dan melahirkan peradaban yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Rangkaian seminar internasional tersebut menghadirkan sejumlah ulama dan akademisi dari berbagai negara. Salah satunya Prof. Dr. Ahmad Isa Al Ma’sharawi yang membawakan materi mengenai visi Al-Qur’an dalam membentuk manusia, masyarakat, serta peradaban. Pemaparan tersebut mendapat perhatian besar dari peserta yang memenuhi ruangan utama Convention Hall.
Agenda berikutnya dilanjutkan dengan sesi deklarasi dan pemberian apresiasi, sebelum Prof. Dr. Muhammad Khaer Al Ghubani menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya peran keluarga dalam pembentukan manusia serta lahirnya peradaban yang berkualitas.
Tak hanya membahas aspek keluarga, forum tersebut juga mengangkat tantangan perkembangan zaman yang semakin kompleks. Prof. Dr. Sami Muhammad Rabi’ Asy Syarif mengulas mengenai ketahanan peradaban umat dalam menghadapi era digitalisasi dan transformasi budaya dari perspektif Al-Qur’an. Menurutnya, masyarakat Muslim dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa kehilangan identitas nilai yang menjadi pijakan utama.
Diskusi kemudian berlanjut melalui sesi panel interaktif yang menghadirkan dialog antara narasumber dan peserta. Berbagai pertanyaan seputar pendidikan, tantangan keluarga modern, hingga perkembangan teknologi menjadi topik yang cukup banyak mendapatkan perhatian.
Pada sesi berikutnya, Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si., membahas mengenai perubahan global serta dampaknya terhadap ketahanan keluarga Indonesia. Ia memaparkan berbagai tantangan dan risiko yang dihadapi keluarga di tengah perubahan sosial dan perkembangan dunia yang semakin cepat.
Pembahasan mengenai generasi muda menjadi fokus materi yang disampaikan Associate Professor Raudlotul Firdaus Bt Fatah Yasin. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an bagi generasi Muslim masa kini. Pendekatan multidisipliner disebut menjadi salah satu kunci dalam membangun daya tahan peradaban di masa mendatang.
Seluruh rangkaian materi tersebut disambut antusias oleh para peserta. Beberapa sesi diskusi berlangsung interaktif dengan keterlibatan peserta yang aktif mengajukan pertanyaan maupun memberikan tanggapan atas materi yang disampaikan para pembicara.
Di tengah padatnya agenda seminar, aparat keamanan terus melakukan pemantauan secara menyeluruh. Hingga kegiatan memasuki penghujung acara, tidak ditemukan adanya gangguan keamanan maupun potensi kerawanan yang berarti. Situasi di dalam maupun di luar lokasi kegiatan tetap berada dalam kondisi terkendali.
Keberadaan personel gabungan juga berperan dalam memastikan kelancaran mobilitas peserta selama kegiatan berlangsung. Pengaturan arus kendaraan di sekitar kawasan SMESCO dilakukan secara berkala guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas, mengingat lokasi acara berada di salah satu ruas jalan utama di Jakarta Selatan.
Kondisi tersebut membuat seluruh rangkaian seminar dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia. Memasuki pukul 15.43 WIB, panitia menggelar closing ceremony sebagai penanda berakhirnya World Qur’anic Civilization Forum 1448 Hijriah.
Sekitar pukul 16.00 WIB, peserta mulai meninggalkan lokasi secara bertahap. Aparat kepolisian bersama petugas keamanan internal tetap melakukan pengawasan hingga seluruh rangkaian kegiatan benar-benar selesai dan area Convention Hall kembali dalam kondisi normal.
Secara keseluruhan, pelaksanaan Seminar World Qur’anic Civilization Forum 1448 H di Gedung SMESCO Pancoran berlangsung sukses dan tertib. Selain menjadi wadah bertemunya para ulama dan akademisi dari berbagai negara dalam membahas pembangunan peradaban berbasis Al-Qur’an, kegiatan tersebut juga menunjukkan sinergi pengamanan yang efektif sehingga seluruh agenda dapat berlangsung dengan aman dan kondusif tanpa adanya gangguan yang menonjol.
Pewarta: Abdul Latif








Respon (1)