TNI  

TIM PENYULUH MABES TNI PERKUAT PEMAHAMAN TENTANG KARHUTLA TOKOH MASYARAKAT DI SAMARINDA

TIM PENYULUH MABES TNI PERKUAT PEMAHAMAN TENTANG KARHUTLA TOKOH MASYARAKAT DI SAMARINDA

 

Samarindaungkapfakta.net– Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Samarinda diperkuat melalui edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat. Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI menggelar sosialisasi yang melibatkan sekitar 65 tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Aula Koramil 0901-01/Samarinda Ulu, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, rabu(16/9/2026).

 

Kegiatan tersebut dipimpin Brigjen TNI Yohanes Hari Murdani selaku Ketua Tim Penyuluh, didampingi Kolonel Inf Ely Hasudungan Limbong, S.Sos., M.M., dan jajaran Kodim 0901/Samarinda.

 

Dalam penyuluhan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai faktor yang dapat memicu Karhutla, termasuk kondisi cuaca ekstrem dan aktivitas manusia. Tim juga menjelaskan konsep segitiga api sebagai pengetahuan dasar untuk memahami bagaimana kebakaran dapat terjadi dan berkembang.

 

Selain aspek pencegahan, materi juga menekankan pentingnya deteksi dini, pelaporan cepat, dan penanganan awal ketika ditemukan indikasi kebakaran. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun masyarakat.

 

Ketua Tim Penyuluh Karhutla juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan untuk menjadi bagian dari upaya pencegahan di lingkungan masing-masing. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Damkar, relawan hingga tingkat RT menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi Karhutla.

Penyuluhan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian bingkisan dan foto bersama.

 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran bersama bahwa pencegahan Karhutla tidak hanya bergantung pada penanganan saat api muncul, tetapi juga membutuhkan kewaspadaan dan keterlibatan masyarakat sejak dini.