TNI  

Sawah Kodim 0820 Probolinggo Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pendampingan Petani Padi

Probolinggo – Jajaran Koramil di bawah Kodim 0820/Probolinggo terus melakukan pendampingan kepada para petani sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional.

Pendampingan dilakukan dalam berbagai tahapan budidaya tanaman padi, termasuk proses perawatan dan pengawasan kondisi tanaman di lahan pertanian. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (18/9/2026).

Anggota Koramil 0820-23/Gading, Serma Moh Firdaus, mengatakan pendampingan kali ini dilakukan di lahan pertanian milik Rahman (45), warga Desa Dandang. Sementara itu, Kopka Amir mendampingi perawatan tanaman padi milik Ruslan (40) di Desa Kertosono.

Menurut Serma Moh Firdaus, pendampingan dilakukan sejak tahap awal karena proses pengolahan lahan, penanaman hingga perawatan menjadi faktor yang turut menentukan hasil produksi pertanian.

“Proses pengolahan lahan, penanaman hingga perawatan merupakan salah satu faktor yang bisa memengaruhi hasil pertanian. Berangkat dari hal tersebut, kami melakukan pendampingan dan pengawasan mulai dari proses awal,” ujar Serma Moh Firdaus.

Ia menjelaskan, ketahanan pangan merupakan kondisi ketika masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman, bergizi, serta tersedia secara berkelanjutan.

Upaya memperkuat ketahanan pangan, lanjutnya, dapat dilakukan melalui berbagai langkah, di antaranya pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan bendungan, modernisasi sistem irigasi, serta menjaga kebersihan saluran pengairan.

Selain itu, penguatan infrastruktur pertanian dan pengelolaan tata niaga pangan juga menjadi bagian penting dalam mendukung ketersediaan pangan nasional.

Serma Moh Firdaus menilai ketahanan pangan menjadi hal strategis bagi Indonesia mengingat jumlah penduduk yang besar dan wilayah geografis yang luas. Menurutnya, ketahanan pangan mencakup sejumlah aspek, mulai dari ketersediaan dan stabilitas pangan hingga akses masyarakat serta pemanfaatannya.

“Sumber daya pertanian, mulai dari penyuluh hingga para petani, harus bergerak cepat mengambil bagian dalam menjaga ketahanan pangan. Kunci dalam gerakan antisipasi darurat pangan nasional adalah meningkatkan produksi dengan seluruh sumber daya yang difokuskan pada peningkatan produksi, baik saat ini maupun yang akan datang,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat bersama TNI terus mendorong pendekatan yang menyeluruh dalam mendukung sektor pertanian. Dukungan tersebut mencakup sarana dan prasarana dari sektor hulu hingga hilir, mulai dari penyiapan lahan hingga proses pengolahan hasil pertanian.

“Melalui sinergi antara pemerintah, TNI, penyuluh dan para petani, diharapkan kualitas serta hasil pertanian dapat terus meningkat. Hal ini secara tidak langsung tentunya berkontribusi terhadap kemajuan pertanian Indonesia secara berkelanjutan,” tuturnya.

Pendampingan yang dilakukan jajaran Koramil tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan petani sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian di wilayah Kabupaten Probolinggo. (Dwi H/Red/Pendim0820/Probolinggo)