LUMAJANG – Polsek Jatiroto, Polres Lumajang, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pemantauan rutin terhadap lahan pertanian jagung di wilayah Kecamatan Jatiroto. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi program Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat sektor pangan sebagai fondasi ketahanan ekonomi masyarakat.
Memasuki awal Juli 2026, jajaran Polsek Jatiroto kembali melakukan monitoring terhadap perkembangan tanaman jagung yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan. Pemantauan dilakukan untuk memastikan tanaman tumbuh optimal sekaligus memberikan motivasi kepada para petani agar terus memanfaatkan lahan produktif secara maksimal.
Kapolsek Jatiroto, AKP Imam Soepardi, S.Pd., mengatakan bahwa pengawasan terhadap lahan pertanian dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk nyata keterlibatan Polri dalam mendukung swasembada pangan.
“Kami terus melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi tanaman jagung di lahan ketahanan pangan Polsek Jatiroto. Hingga saat ini, perkembangan tanaman menunjukkan hasil yang sangat positif dan tumbuh dengan optimal,” ujar AKP Imam Soepardi, Minggu (5/7/2026).
Menurutnya, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung program-program strategis pemerintah, termasuk peningkatan produktivitas sektor pertanian.
Ia menjelaskan, komoditas jagung dipilih karena memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi serta menjadi salah satu komoditas penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Oleh sebab itu, Polsek Jatiroto terus mendorong masyarakat dan kelompok tani agar semakin aktif mengelola lahan pertanian yang tersedia.
“Kami ingin hadir sebagai penggerak. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama, dan kami berkomitmen untuk terus memotivasi warga serta kelompok tani agar lebih antusias mengelola lahan mereka,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, Polsek Jatiroto juga menjalin koordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian Kecamatan Jatiroto. Sinergi tersebut diwujudkan melalui pendampingan teknis kepada petani, mulai dari proses perawatan tanaman hingga persiapan memasuki masa panen.
Kolaborasi antara kepolisian dan instansi pertanian diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian sekaligus memberikan solusi apabila petani menghadapi kendala di lapangan.
AKP Imam menegaskan, keberhasilan sektor pertanian akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat pedesaan. Karena itu, pendampingan dan pengawasan akan terus dilakukan secara berkesinambungan agar hasil panen petani semakin meningkat.
“Sinergi antara Polri, pemerintah, dan para petani adalah kunci. Kami berharap, melalui pendampingan yang tepat dan semangat gotong royong, produksi pangan di Jatiroto dapat terus meningkat sehingga mampu berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.
Upaya yang dilakukan Polsek Jatiroto tersebut diharapkan mampu menjadi contoh kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan, sekaligus memperkuat peran Polri sebagai mitra masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
(Bambang/*)







