Probolinggo – Kontroversi yang membayangi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Bayuangga Kota Probolinggo kini memasuki fase yang lebih serius. Sorotan publik tidak hanya menguat, tetapi mulai diikuti langkah konkret dari elemen masyarakat sipil yang menuntut kejelasan.
LSM Macan Kumbang secara terbuka menyatakan sikap kritis terhadap polemik tersebut. Direktur LSM Macan Kumbang, Suliadi, S.H., yang akrab disapa Bang Suli, menegaskan bahwa pihaknya melihat adanya persoalan yang tidak bisa dianggap sepele dan harus segera dijelaskan secara terbuka.
“Kami melihat ada hal yang perlu dijelaskan secara terang kepada publik. Ini tidak bisa dibiarkan menjadi polemik berkepanjangan tanpa kejelasan,” ujar Bang Suli kepada media, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, transparansi merupakan kunci utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat, terutama dalam pengelolaan lembaga publik. Oleh karena itu, pihaknya akan mengambil langkah resmi untuk mendorong klarifikasi dari pihak-pihak yang berwenang.
“Dalam waktu dekat, kami akan melayangkan surat resmi. Ini langkah awal untuk meminta penjelasan secara formal dan terukur,” tegasnya.
Tidak berhenti pada langkah administratif, LSM Macan Kumbang juga menyiapkan aksi demonstrasi sebagai bentuk tekanan moral agar persoalan tersebut tidak diabaikan.
“Kami juga tengah menyiapkan aksi demonstrasi. Ini adalah bentuk kontrol sosial yang sah dan dijamin undang-undang, agar persoalan ini tidak dibiarkan tanpa kepastian,” lanjutnya.
Bang Suli menambahkan, langkah tersebut diambil bukan tanpa dasar. Pihaknya mengaku telah mengumpulkan sejumlah informasi awal yang menjadi pijakan dalam menyikapi polemik ini.
“Kami tidak bergerak tanpa dasar. Ada data yang kami pelajari, dan itu menjadi alasan mengapa kami memandang isu ini perlu dikawal secara serius,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah serta menghormati proses dan kewenangan instansi terkait.
“Kami tetap menghormati semua pihak. Namun, kami juga menuntut adanya keterbukaan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat penjelasan resmi secara komprehensif dari pihak terkait mengenai polemik yang berkembang di tubuh Perumdam Bayuangga.
Situasi ini memunculkan tanda tanya publik terkait transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan lembaga daerah. Tekanan dari masyarakat sipil pun diperkirakan akan terus menguat seiring belum adanya kejelasan resmi.
LSM Macan Kumbang menegaskan akan terus mengawal perkembangan isu ini hingga ada jawaban yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
(Tim investigasi gabungan media online Nusantara/**)

