Jakarta | Doddy Katamsi meninggal pada Kamis, 15 Oktober 2026, sementara sejumlah karya musiknya masih belum rampung. Kabar tersebut menyisakan pekerjaan yang belum sempat diselesaikan oleh musisi itu, termasuk beberapa single yang sedang ia garap sebelum proses pengerjaannya tertunda. Perihal karya tersebut disampaikan oleh Chika Katamsi saat ditemui di pemakaman Yayasan Bina Pusara, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Jumat, 16 Oktober 2026. Dalam keterangannya, Chika menjelaskan bahwa Doddy memang tengah mengerjakan beberapa lagu, tetapi kondisi kesehatannya membuat proses itu tidak dapat berjalan sampai selesai. Keterangan tersebut menjadi penjelasan mengenai karya-karya yang masih tersisa ketika ia berpulang.
Single-single yang dimaksud masih berada dalam tahap pengerjaan dan belum rampung. Karena prosesnya tertunda, karya tersebut belum dapat diselesaikan sesuai rencana saat Doddy masih mengerjakannya. Chika menyampaikan hal itu kepada awak media di lokasi pemakaman, sehari setelah Doddy meninggal. Penjelasan tersebut sekaligus memberi gambaran bahwa ada materi musik yang masih menjadi pekerjaan, meski belum disampaikan rincian mengenai judul, jumlah pasti, atau tahap produksi masing-masing lagu. Informasi yang disampaikan berfokus pada fakta bahwa Doddy sedang mengerjakan beberapa single dan bahwa pengerjaannya terhambat oleh kondisi kesehatannya. Dengan demikian, kabar mengenai lagu-lagu yang belum selesai bersumber dari keterangan Chika pada kesempatan tersebut, bukan dari rincian tambahan tentang isi maupun rencana rilisnya.
Keberadaan karya yang belum rampung juga membuka perhatian terhadap materi musik yang ditinggalkan Doddy. Namun, pada saat memberikan keterangan itu, Chika hanya menjelaskan bahwa beberapa single masih dikerjakan dan prosesnya tertunda karena kondisi kesehatan Doddy. Belum ada rincian lebih jauh yang disampaikan mengenai apakah lagu-lagu tersebut akan dilanjutkan, siapa yang mungkin terlibat dalam pengerjaannya, atau kapan materi itu dapat didengar publik. Untuk saat ini, yang diketahui adalah Doddy meninggal pada 15 Oktober 2026 dan masih memiliki sejumlah pekerjaan musik yang belum tuntas. Keterangan Chika di pemakaman sehari kemudian menegaskan hubungan tertundanya proses pengerjaan dan kondisi kesehatan Doddy, tanpa menjabarkan hal lain mengenai wafatnya.
Sebelum kondisi kesehatannya menurun, Doddy Katamsi tengah bersemangat menyiapkan sejumlah single baru. Keinginan untuk terus berkarya itu menjadi bagian penting dari rencana yang ingin ia wujudkan. Ia tidak hanya ingin menyelesaikan lagu-lagu yang sedang dipersiapkan, tetapi juga berharap karya tersebut dapat dinikmati oleh pendengar. Namun, perubahan kondisi kesehatan membuat aktivitas dan rencana itu tidak dapat berjalan seperti yang diharapkan. Sejumlah gagasan yang sebelumnya ingin diwujudkan pun harus tertunda.
Menurut Chika, semangat Doddy pada masa itu juga tercermin dari keinginannya untuk berbagi pengalaman dan kemampuan bermusik dengan para murid. Ia membayangkan sebuah konser yang melibatkan mereka, sehingga kegiatan tersebut bukan sekadar penampilan, melainkan kesempatan untuk tampil bersama. Rencana itu menunjukkan bahwa perhatian Doddy terhadap musik tidak hanya tertuju pada proses membuat lagu, tetapi juga pada hubungan dengan orang-orang yang belajar dan berkarya bersamanya.
Meski demikian, konser bersama murid-murid tersebut belum menjadi acara yang dijadwalkan atau dipastikan berlangsung. Chika menjelaskan bahwa gagasan itu masih berupa rencana yang ingin diwujudkan Doddy, sebelum kesehatannya menurun dan keadaan membuatnya tertunda. Karena itu, rencana konser tersebut lebih tepat dipahami sebagai salah satu cita-cita berkesenian yang belum sempat terlaksana, bukan agenda pertunjukan dengan waktu dan kepastian tertentu. Keinginan menyiapkan single baru dan tampil bersama para murid memperlihatkan betapa besar dorongan Doddy untuk tetap produktif. Di balik karya yang tertunda, terdapat berbagai rencana yang mencerminkan kecintaannya pada musik serta harapannya untuk terus berbagi melalui lagu dan panggung. Keluarga pun melihat bahwa gagasan-gagasan itu memiliki arti tersendiri dalam perjalanan Doddy sebagai musisi dan pengajar. Meski belum terwujud, rencana tersebut membuka ruang bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya untuk mengenang semangatnya, sekaligus mempertimbangkan kemungkinan melanjutkan karya yang pernah ia siapkan dengan penuh antusiasme.
Kesaksian Aning Katamsi memperlihatkan bahwa keinginan Doddy untuk terus berkarya tetap terjaga. Sebagai adik, Aning cukup dekat dengan proses kreatif sang kakak dan kerap menjadi orang yang diajak berbagi ketika Doddy memiliki materi baru. Kebiasaan itu membuatnya mengetahui bahwa gagasan musik masih muncul dan dikembangkan, meskipun tidak semua karya sempat mencapai tahap akhir.
Doddy biasanya memperdengarkan atau membagikan karya terbarunya kepada Aning untuk meminta pendapat. Ia tidak hanya ingin menunjukkan hasil yang sudah dibuat, tetapi juga mencari tanggapan yang jujur mengenai kualitas lagu tersebut. Dalam percakapan mereka, Doddy dapat menanyakan apakah lagunya terdengar bagus atau justru terasa pasaran. Pertanyaan itu menunjukkan bahwa ia terbuka terhadap masukan dan mempertimbangkan bagaimana karyanya akan diterima oleh orang lain.
Bagi Aning, kebiasaan tersebut juga menjadi tanda bahwa semangat berkarya Doddy tidak pernah benar-benar hilang. Ia masih memiliki dorongan untuk menyusun lagu, mengeksplorasi ide, lalu menguji hasilnya melalui pendapat orang terdekat. Namun, adanya semangat dan materi awal tidak serta-merta berarti sebuah lagu telah selesai. Sejumlah karya yang sempat dibagikan masih berada dalam proses, dengan bagian-bagian penting yang belum seluruhnya dikerjakan.
Ada lagu yang bentuk dasarnya sudah terlihat, tetapi musik pengiringnya belum rampung. Pada materi lain, liriknya bahkan belum sempat ditulis, sehingga gagasan tersebut masih perlu dikembangkan sebelum dapat menjadi karya yang utuh. Perbedaan tahap pengerjaan ini menunjukkan bahwa setiap lagu memiliki kebutuhan dan perjalanan tersendiri. Karena itu, materi yang tersisa bukan selalu rekaman atau lagu siap rilis, melainkan dapat pula berupa rancangan yang masih memerlukan penyelesaian.
Pengalaman Aning mendengar dan memberi masukan memberi gambaran tentang proses kreatif yang berlangsung di mereka. Ia mengenal kebiasaan Doddy membawa ide baru untuk ditimbang bersama, sekaligus memahami bahwa beberapa gagasan belum sempat diwujudkan sepenuhnya. Kesaksian itu menjelaskan mengapa peluang untuk melanjutkan karya-karya tersebut masih terbuka, dengan catatan bahwa pengerjaan musik maupun penulisan lirik perlu dituntaskan sesuai bentuk yang telah dirintis.
Keluarga Doddy Katamsi belum memiliki rencana untuk merilis atau meneruskan karya-karya yang sempat tertunda. Hingga kini, pembicaraan mengenai lagu-lagu tersebut belum masuk ke tahap penyusunan strategi, penentuan waktu, maupun pemilihan format peluncuran. Chika menyampaikan bahwa keluarga belum sampai pada tahap membicarakan kemungkinan itu secara lebih jauh. Karena itu, belum ada keputusan mengenai siapa yang akan menggarap materi tersebut atau bagaimana karya-karya itu nantinya dapat diperkenalkan kepada pendengar. Keluarga masih berada pada tahap menerima komunikasi dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang muncul, tanpa menetapkan langkah tertentu. Dengan demikian, belum ada jadwal, proses produksi baru, ataupun pengumuman resmi yang dapat dipastikan terkait perilisan karya peninggalan Doddy.
Meski demikian, pintu untuk membicarakan kelanjutan lagu-lagu itu tidak sepenuhnya tertutup. Aning menyebut kemungkinan adanya pihak yang membantu melanjutkan atau menggarap materi Doddy tetap terbuka. Beberapa teman Doddy bahkan telah menghubungi keluarga untuk membicarakan peluang berkarya bersama. Kontak tersebut menunjukkan adanya ketertarikan dari orang-orang yang mengenal perjalanan musik Doddy, sekaligus menjadi awal komunikasi mengenai potensi pengembangan karya. Namun, pembicaraan itu sejauh ini belum berujung pada kegiatan nyata. Belum ada kolaborasi yang terlaksana, kesepakatan yang diumumkan, atau proses pengerjaan yang telah dimulai.
Baca juga: Jejak Keluarga Hartono dalam Bisnis dan Sosial | Tantangan dan Peluang Pemanfaatan AI bagi UMKM di Indonesia | Menyongsong Anomali Tour 2026: Lagu-Lagu Langka dari Grup Musik Rumah Sakit





