Surabaya | PSM Makassar meraih kemenangan penting pada pekan keenam Super League setelah menundukkan Persebaya Surabaya dengan skor tipis 1-0. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, pada Kamis (22/10) sore WIB itu berjalan ketat, dengan kedua tim berupaya mencari keunggulan sejak awal laga. Hasil tersebut membuat PSM mengamankan poin penuh di kandang, sementara Persebaya harus pulang tanpa angka setelah gagal menyamakan kedudukan. Satu gol menjadi pembeda dalam pertandingan yang ditentukan oleh momen krusial di area pertahanan tim tamu dan sejumlah peluang Persebaya pada bagian akhir laga.
Gol penentu kemenangan PSM tercipta melalui gol bunuh diri Yuran Fernandes. Bek Persebaya itu menjadi pemain terakhir yang menyentuh bola sebelum masuk ke gawang timnya sendiri, sehingga PSM memperoleh keunggulan 1-0. Gol tersebut memberi tuan rumah posisi yang menguntungkan, tetapi belum membuat pertandingan berjalan mudah. Persebaya tetap berusaha mengejar ketertinggalan dan mencari celah untuk membangun serangan. Di sisi lain, PSM berupaya menjaga keunggulan hingga pertandingan memasuki fase akhir. Situasi itu membuat tekanan terhadap pertahanan tuan rumah meningkat, sementara setiap peluang untuk Persebaya menjadi penting dalam upaya mengubah hasil pertandingan.
Kesempatan terbesar Persebaya untuk menyamakan skor datang melalui dua tendangan penalti yang dieksekusi Alex Martins. Namun, kedua percobaan tersebut gagal berbuah gol, sehingga Persebaya tidak mampu memanfaatkan peluang untuk kembali ke dalam pertandingan. Kegagalan itu menjaga keunggulan PSM dan membuat skor 1-0 bertahan sampai laga berakhir. Hasil akhir tersebut memastikan kemenangan bagi tim tuan rumah dalam pertandingan pekan keenam Super League di Parepare. Bagi Persebaya, dua penalti yang tidak berhasil menjadi momen penting yang menentukan hasil laga, setelah mereka berusaha mengejar gol penyeimbang. Dengan demikian, PSM menutup pertandingan dengan tiga poin, berkat gol bunuh diri Yuran Fernandes dan kegagalan Alex Martins mencetak gol dari titik putih.
Menjelang turun minum, PSM Makassar sempat menghadirkan ancaman melalui Lars Veldwijk dan Victor Luiz. Namun, kedua upaya tersebut belum menghasilkan gol karena kiper Persebaya, Reza Arya Pratama, mampu mengamankan bola. Rangkaian ini menjadi bagian dari jalannya pertandingan sebelum jeda, ketika PSM berusaha memanfaatkan kesempatan yang muncul untuk menguji pertahanan lawan. Reza tampil sebagai penghalang bagi dua tembakan yang mengarah ke gawangnya.
Peluang Veldwijk terjadi pada menit ke-21. Penyerang PSM itu melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti, tetapi Reza berhasil menahan bola. Dengan penyelamatan tersebut, ancaman dari jarak dekat itu tidak berujung gol. Upaya Veldwijk menjadi salah satu momen yang menuntut respons langsung dari penjaga gawang Persebaya, yang menjaga agar bola tidak melewati garis gawang. Tembakan itu tercatat sebagai kesempatan PSM yang gagal dimaksimalkan sebelum babak pertama berakhir.
PSM kemudian kembali mengancam lewat tembakan spekulasi Victor Luiz dari luar kotak penalti. Bola yang dilepaskan pemain tersebut juga diamankan Reza Arya Pratama. Dengan demikian, kiper Persebaya kembali menghentikan serangan PSM, kali ini melalui upaya dari luar area penalti. Tidak disebutkan adanya gol dari kedua tembakan itu; keduanya berakhir dengan bola berada dalam penguasaan Reza setelah ia melakukan penyelamatan.
Dua momen tersebut menggambarkan upaya PSM untuk mencari celah melalui tembakan dari posisi berbeda: Veldwijk menembak dari dalam kotak penalti, sedangkan Luiz mencoba dari luar kotak penalti. Meski jalur serangannya tidak sama, hasil akhirnya serupa karena Reza mampu meredam masing-masing ancaman. Penyelamatan atas tembakan Veldwijk pada menit ke-21 dan pengamanan bola dari sepakan spekulasi Luiz membuat PSM belum dapat mengubah kesempatan itu menjadi gol sebelum turun minum. Peran Reza dalam kedua kejadian itu menjadi catatan penting dari upaya PSM pada periode tersebut.
PSM unggul 1-0 atas Persebaya ketika pertandingan memasuki menit ke-74, setelah sebuah serangan berujung gol bunuh diri Yuran Fernandes. Momen tersebut bermula dari umpan mendatar Lars Veldwijk yang diarahkan ke dalam kotak penalti. Umpan itu bergerak melintasi area berbahaya dan berpotensi menjadi peluang bagi PSM. Yuran berusaha menghalau bola sebelum pemain lawan dapat memanfaatkannya, tetapi sapuannya tidak menjauhkan bola dari gawang. Sebaliknya, bola justru meluncur masuk ke gawang Persebaya dan mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk PSM.
Gol tersebut menjadi pembuka keunggulan PSM dalam pertandingan ini sekaligus memberi tekanan kepada Persebaya untuk mengejar ketertinggalan. Dalam situasi tersebut, upaya Yuran untuk memutus aliran serangan berakhir dengan hasil yang tidak diinginkan. Bola dari Veldwijk yang semula dikirim mendatar ke kotak penalti berubah arah setelah mengenai sapuan bek Persebaya, lalu masuk ke gawang sendiri. Dengan gol itu, PSM berada di depan pada menit ke-74. Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dari jalannya pertandingan, karena Persebaya kemudian berusaha mencari kesempatan untuk menyamakan skor sebelum waktu pertandingan berakhir.
Persebaya mendapatkan peluang untuk merespons pada menit ke-81. Alex Martins menyambut bola dengan sundulan dari jarak dekat, dalam kesempatan yang dapat mengubah kedudukan jika berbuah gol. Namun, kiper PSM Muhammad Ardiansyah mampu mengantisipasi sundulan tersebut dan menangkap bola. Penyelamatan itu membuat keunggulan PSM tetap terjaga setelah peluang Persebaya gagal dimaksimalkan. Rangkaian kejadian tersebut memperlihatkan perubahan situasi dalam rentang beberapa menit: gol bunuh diri Yuran membawa PSM memimpin, lalu sundulan Martins memberi Persebaya kesempatan untuk menyamakan skor. Ardiansyah mengamankan bola dan menjaga skor 1-0 tetap bertahan pada momen tersebut.
Drama terjadi pada masa injury time babak kedua, ketika Persebaya memperoleh kesempatan untuk mengejar ketertinggalan. Wasit menunjuk titik putih setelah Agung Mannan dinilai melakukan pelanggaran terhadap Risto Mitrevski di dalam kotak penalti. Keputusan tersebut memberi Persebaya peluang besar untuk menyamakan skor, sekaligus menempatkan PSM dalam tekanan pada menit-menit terakhir pertandingan. Situasi semakin berat bagi tim tamu karena Agung menerima kartu merah akibat insiden tersebut. PSM pun harus menuntaskan sisa laga dengan sepuluh pemain, sementara para pemain Persebaya bersiap memanfaatkan tendangan penalti yang dapat mengubah hasil pertandingan.
Alex Martins dipercaya sebagai eksekutor pertama. Ia mengarahkan bola ke sudut kanan gawang, tetapi kiper PSM, Ardiansyah, mampu membaca arah tendangan dan menepisnya. Persebaya sempat kehilangan peluang emas itu, namun keputusan wasit kemudian membuat penalti harus diulang. Ardiansyah dinyatakan tidak menempatkan kakinya di garis gawang saat tendangan pertama dilakukan. Dalam situasi penalti, posisi penjaga gawang menjadi perhatian penting, sehingga pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat membuat eksekusi diulang. Kesempatan kedua pun kembali diberikan kepada Martins, sementara Ardiansyah bersiap menghadapi tekanan yang sama di bawah mistar.
Pada pengulangan penalti, Martins kembali memilih sisi kanan gawang. Arah bola kali ini tidak berbeda dari eksekusi sebelumnya, dan Ardiansyah sekali lagi berhasil menggagalkannya. Kiper PSM itu menepis peluang kedua Persebaya, menjaga keunggulan timnya ketika waktu pertandingan hampir habis. Dua penyelamatan beruntun tersebut menjadi momen penentu pada penghujung laga, terutama setelah PSM kehilangan satu pemain karena kartu merah. Persebaya tidak mampu memanfaatkan kesempatan dari titik putih untuk menyamakan kedudukan. Hingga pertandingan berakhir, gol bunuh diri Yuran Antar tetap menjadi satu-satunya gol yang tercipta. PSM pun mempertahankan keunggulan 1-0, sedangkan dua kegagalan Alex Martins memastikan Persebaya pulang tanpa gol penyeimbang.
Baca juga: Penyelidikan Kematian Perempuan di Serang: Dari Bunuh Diri Ke Pembunuhan






