Jakarta | Hingga kuartal ketiga 2026, BTPN Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp1,01 triliun. Kinerja tersebut berlangsung bersamaan dengan pertumbuhan aset dan pembiayaan, serta ditopang oleh kualitas pembiayaan yang semakin sehat. Perkembangan ini menggambarkan kemampuan bank untuk memperluas penyaluran dana sambil menjaga kondisi portofolio, sebuah faktor penting bagi keberlanjutan pendapatan dan pengelolaan risiko. Angka laba yang tercatat menunjukkan capaian selama periode pelaporan, sementara pertumbuhan di sisi aset dan pembiayaan memberikan konteks mengenai aktivitas usaha yang mendukung kinerja tersebut.
Total aset bank mencapai Rp24 triliun, atau meningkat 8 persen secara tahunan. Pada saat yang sama, pembiayaan tumbuh 13 persen menjadi Rp11 triliun. Pertumbuhan pembiayaan yang lebih tinggi daripada pertumbuhan aset mencerminkan peningkatan penyaluran kepada nasabah. Namun, ekspansi tersebut tidak hanya dinilai dari besarnya pembiayaan yang diberikan. Kualitas pembiayaan tetap menjadi perhatian karena kemampuan nasabah memenuhi kewajiban berpengaruh pada kelancaran arus pendapatan serta kebutuhan pembentukan cadangan. Sumber kinerja yang disampaikan mengaitkan pertumbuhan laba dengan kualitas pembiayaan yang semakin sehat, sehingga perkembangan portofolio yang terjaga menjadi bagian dari penjelasan atas hasil kuartal ini.
Sejumlah rasio keuangan turut menunjukkan posisi kinerja dan ketahanan bank. Return on asset (ROA) tercatat sebesar 7,3 persen, yang menggambarkan tingkat kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari aset yang dikelola. Sementara itu, capital adequacy ratio (CAR) berada pada 59 persen. Rasio kecukupan modal tersebut menjadi indikator kapasitas permodalan untuk menopang kegiatan usaha dan menghadapi risiko. Kedua angka itu melengkapi gambaran hasil hingga kuartal ketiga 2026: laba bersih mencapai Rp1,01 triliun, aset bertambah menjadi Rp24 triliun, dan pembiayaan naik menjadi Rp11 triliun. Secara keseluruhan, pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan kualitas pembiayaan yang membaik dan dukungan permodalan yang kuat. Kombinasi tersebut penting untuk menjaga ketahanan kinerja, terutama ketika penyaluran pembiayaan terus diperluas. Dengan demikian, pencapaian periode ini tidak hanya tercermin pada kenaikan angka pembiayaan, tetapi juga pada kemampuan bank menjaga kesehatan portofolio dan kecukupan modal.
Model bisnis BTPN Syariah tidak hanya berfokus pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga mencakup pendampingan bagi masyarakat inklusi, terutama perempuan produktif di segmen mass market. Melalui program pendampingan dan pengembangan kapasitas, nasabah memperoleh dukungan untuk mengelola usaha serta memperkuat kemampuan dalam mengambil keputusan keuangan. Pendekatan ini membuat hubungan bank dengan nasabah berlangsung secara berkelanjutan, bukan semata-mata pada saat pembiayaan diberikan. Pemahaman terhadap kondisi dan perkembangan usaha nasabah juga membantu bank mengenali kebutuhan mereka serta mengamati potensi risiko sejak dini. Dengan demikian, pendampingan menjadi bagian penting dari cara bank melayani kelompok yang memiliki akses terbatas terhadap layanan keuangan formal.
Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad menyampaikan bahwa kinerja pembiayaan mencerminkan konsistensi perseroan dalam menjaga mutu pembiayaan, menerapkan pengelolaan risiko yang disiplin, dan menjalankan pemberdayaan nasabah secara berkelanjutan. Ketiga unsur tersebut saling berkaitan. Pengelolaan risiko membantu bank menilai dan mengantisipasi kemungkinan kendala pembayaran, sementara program pemberdayaan mendukung nasabah agar dapat mengembangkan kapasitas usaha. Ketika nasabah memiliki pemahaman dan keterampilan yang lebih baik, mereka diharapkan mampu mengelola kegiatan usaha secara lebih terencana. Pendampingan juga memberi ruang bagi nasabah untuk membangun kebiasaan yang mendukung kelangsungan usaha dan pemenuhan kewajiban pembiayaan.
Fachmy juga menilai disiplin serta kapasitas nasabah dalam menjalankan usaha turut tercermin pada kualitas pembiayaan. Kemampuan menjaga kegiatan usaha, mengelola keuangan, dan memenuhi kewajiban merupakan bagian dari proses yang dibangun bersama melalui layanan dan pendampingan. Karena itu, kualitas pembiayaan tidak hanya berkaitan dengan kebijakan internal bank, tetapi juga dengan ketahanan serta kesiapan nasabah. Bagi BTPN Syariah, pertumbuhan yang berkualitas menjadi landasan penciptaan nilai jangka panjang. Strategi tersebut menghubungkan ekspansi pembiayaan dengan kehati-hatian dan pemberdayaan, sehingga pertumbuhan dapat berjalan seiring dengan perhatian terhadap kondisi nasabah. Pendekatan ini sekaligus memperkuat peran bank dalam mendukung usaha produktif di komunitas yang dilayani.
Pengembangan nasabah menjadi bagian penting dari upaya BTPN Syariah memperluas akses pembelajaran, meningkatkan literasi keuangan, dan memperkuat kapasitas usaha. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, nasabah didorong agar mampu mengelola keuangan dengan lebih baik, memahami pilihan pembiayaan, serta merencanakan perkembangan usaha secara bertahap. Pembelajaran tersebut juga membantu nasabah mengenali peluang dan tantangan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang relevan, nasabah diharapkan dapat mengambil keputusan secara lebih terukur, menjaga keberlangsungan usaha, serta membangun kemandirian ekonomi keluarga. Pendekatan ini menempatkan penguatan kapasitas sebagai proses yang berjalan seiring dengan layanan pembiayaan.
Upaya tersebut diperkuat melalui program pendampingan dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Pertemuan rutin menjadi salah satu ruang bagi nasabah untuk belajar, berbagi pengalaman, dan memperluas wawasan bersama kelompoknya. Interaksi tersebut dapat mendukung pertukaran praktik usaha serta mendorong disiplin dalam mengelola kewajiban keuangan. Di sisi lain, kerja sama dengan berbagai pihak membuka kesempatan untuk menghadirkan dukungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan nasabah dan komunitas. Dengan demikian, pembiayaan tidak berdiri sendiri, melainkan berjalan bersama pembelajaran dan penguatan kapasitas. Kombinasi ini diharapkan membantu nasabah mengembangkan usaha secara konsisten sekaligus memberi manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
Sebagai bentuk apresiasi, BTPN Syariah juga menyelenggarakan program tahunan Umrah Satu Pesawat. Program ini memberi kesempatan kepada nasabah inspiratif dan kelompok nasabah dari berbagai wilayah Indonesia untuk berangkat umrah bersama dalam satu penerbangan pada November mendatang. Kriteria yang tercantum mencakup konsisten menghadiri Pertemuan Rutin Sentra (PRS), membayar kewajiban tepat waktu, aktif menabung, serta menunjukkan perkembangan usaha yang baik. Apresiasi tersebut ditujukan kepada nasabah yang menjaga komitmen dan terus berupaya memajukan usahanya. Program ini dimaksudkan untuk menghargai semangat mereka dalam membangun kehidupan yang lebih berarti bagi diri sendiri, keluarga, dan komunitas. Selain menjadi penghargaan, kesempatan tersebut mencerminkan perhatian terhadap perjalanan nasabah dalam mengembangkan usaha dan memperkuat kesejahteraan bersama.
Untuk menjawab kebutuhan nasabah yang terus berkembang, BTPN Syariah mengembangkan layanan pembiayaan dan pilihan investasi yang lebih beragam. Salah satu langkahnya adalah memperluas akses pembiayaan individu melalui produk Tepat Imbang. Kehadiran produk ini menjadi bagian dari upaya bank menyediakan solusi yang sesuai dengan kebutuhan nasabah, sekaligus membuka akses terhadap layanan keuangan syariah. Perluasan tersebut melengkapi pembiayaan yang disalurkan melalui pendekatan dan pendampingan yang telah dijalankan bank. Dengan memahami kebutuhan nasabah secara lebih dekat, BTPN Syariah berupaya menghadirkan layanan yang relevan serta menjaga agar pertumbuhan pembiayaan tetap sejalan dengan prinsip kehati-hatian.
Di samping memperluas pembiayaan individu, bank memperkuat kerja sama pembiayaan dengan lembaga keuangan non-bank. Kolaborasi ini membantu memperluas jangkauan penyaluran dan mendukung akses pembiayaan bagi masyarakat melalui mitra yang memiliki peran di ekosistem keuangan. Pada sisi pendanaan, BTPN Syariah juga menawarkan beragam instrumen investasi sukuk yang diterbitkan pemerintah. Salah satunya adalah Sukuk Ritel seri SR025, yang memberi kesempatan kepada masyarakat untuk berinvestasi sesuai prinsip syariah. Melalui instrumen tersebut, investor dapat mengelola dana dengan pilihan yang sejalan dengan nilai syariah, sekaligus berkontribusi pada pembiayaan pembangunan nasional.
Pilihan lain yang turut dikembangkan adalah Cash Waqf Linked Deposit (CWLD), produk yang mengintegrasikan manfaat ekonomi dengan dampak sosial berkelanjutan.
Baca juga: Kualitas Udara Jambi Memprihatinkan: Tingkat Kesehatan Masyarakat Terancam






