Brace Balsa Sekulic Antar Persib Menang dan Jaga Posisi Teratas Grup E

Brace Balsa Sekulic Antar Persib Menang dan Jaga Posisi Teratas Grup E

Kabupaten Bandung | Persib Bandung meraih kemenangan 2-0 atas Melbourne Victory pada matchday ketiga Grup E ACL Two 2026/27, Rabu, 28 Oktober 2026. Pertandingan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, dengan dukungan suporter tuan rumah. Hasil ini menjadi tambahan penting bagi Persib dalam persaingan fase grup sekaligus menjaga posisi mereka di papan teratas Grup E.

Balsa Sekulic menjadi pencetak kedua gol Persib. Ia membuka keunggulan pada menit ke-47, tak lama setelah babak kedua dimulai, lalu kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-67. Dua gol tersebut memastikan kemenangan tanpa balas bagi Maung Bandung atas wakil Australia itu. Ketajaman Sekulic di depan gawang menjadi pembeda dalam pertandingan, sementara keunggulan Persib tetap terjaga hingga laga berakhir.

Kemenangan ini juga memperpanjang catatan Persib yang selalu menang tanpa kebobolan dalam tiga pertandingan Grup E. Sebelum menghadapi Melbourne Victory, Persib telah bertemu FC Seoul, wakil Korea Selatan, serta Viettel, wakil Vietnam. Konsistensi meraih hasil positif dan menjaga gawang tetap aman memberi tim modal berharga untuk menjalani pertandingan berikutnya. Tiga kemenangan beruntun tersebut memperlihatkan bahwa Persib mampu menggabungkan efektivitas serangan dengan pertahanan yang disiplin di kompetisi Asia.

Hasil di Si Jalak Harupat menegaskan pentingnya kontribusi Sekulic sekaligus kerja kolektif tim. Persib tidak hanya mengamankan tiga poin dari lawan yang memiliki pengalaman di level regional, tetapi juga mempertahankan tren tanpa kebobolan. Dengan catatan sempurna tersebut, posisi teratas Grup E tetap berada dalam jangkauan Persib, sementara laga-laga berikutnya akan menjadi kesempatan untuk menjaga momentum dan memastikan langkah menuju fase selanjutnya.

Sejak peluit awal, Persib Bandung dan Melbourne Victory menunjukkan pendekatan taktis yang berbeda, tetapi sama-sama berhati-hati dalam membangun serangan. Persib memulai laga dengan formasi 5-3-2. Eliano Reijnders dan Sandy Walsh menempati posisi full back, dengan tugas menjaga sisi pertahanan sekaligus memberi lebar ketika tim menguasai bola. Susunan tersebut memberi Persib pilihan untuk mengubah bentuk permainan menjadi 3-5-2 saat kedua pemain bergerak lebih maju dan tiga bek tetap menjaga keseimbangan di belakang.

Di lini depan, Berguinho berduet dengan Balsa Sekulic sebagai sasaran serangan Persib. Keduanya berusaha membuka ruang dan menghubungkan permainan dengan para gelandang, sementara dukungan dari sisi lapangan dapat datang melalui pergerakan Reijnders dan Walsh. Namun, Melbourne berusaha membatasi ruang di area berbahaya dan membuat Persib perlu bekerja keras untuk menemukan celah. Perubahan bentuk Persib itu memberi variasi dalam penguasaan bola, tetapi belum segera menghasilkan peluang bersih yang berarti pada paruh pertama.

Melbourne Victory memasang pola 4-2-3-1 dengan Charles Nduka sebagai penyerang tunggal. Di belakangnya, Mikey Ghossaini, Clarismario, dan Keegan Jelacic mengisi tiga posisi gelandang serang untuk mendukung Nduka sekaligus menjadi penghubung lini tengah dan depan. Dua gelandang bertahan membantu menjaga struktur tim ketika menyerang maupun bertahan. Dengan susunan ini, Melbourne berupaya mengalirkan bola ke area depan, tetapi lini pertahanan Persib mampu meredam sebagian besar ancaman.

Sepanjang babak pertama, penguasaan bola relatif terbagi di kedua tim. Alur pertandingan berlangsung ketat, dengan upaya membangun serangan yang kerap terhenti sebelum berkembang menjadi peluang berkualitas. Statistik mencatat Melbourne melepaskan tiga tembakan dengan nilai expected goals (xG) 0,15. Persib menghasilkan empat tembakan, tetapi nilai xG-nya tercatat 0,10. Angka tersebut menggambarkan bahwa jumlah percobaan belum tentu mencerminkan besarnya ancaman: kedua tim masih kesulitan menciptakan kesempatan dengan peluang mencetak gol yang tinggi. Karena itu, paruh pertama lebih banyak diwarnai kehati-hatian dan perebutan kendali permainan daripada aksi di depan gawang. Kedua kubu memasuki jeda tanpa keunggulan dari sisi peluang bersih, sehingga penyesuaian setelah turun minum berpotensi menjadi faktor penting dalam menentukan arah pertandingan.

Persib membuka keunggulan pada menit ke-47 melalui Balsa Sekulic, yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Melbourne. Gol tersebut berawal setelah Melbourne memasukkan Jordi Valadon dan Matthew Grimaldi. Di tengah perubahan susunan itu, Danijel Loncar mengirim umpan panjang ke area pertahanan lawan. Bola melaju melewati lini belakang dan membuka ruang bagi Sekulic untuk mengejar peluang.

Dua bek tengah Melbourne tidak sigap menghalau umpan tersebut. Sekulic pun mendapat kesempatan untuk menguasai bola dan segera melepaskan tembakan ke sudut kanan gawang. Penyelesaian itu mengubah kedudukan menjadi 1-0 bagi Persib. Gol pada awal babak kedua memberi tim Bandung keunggulan sekaligus memaksa Melbourne meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan.

Persib kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-67. Gol kedua kembali melibatkan Sekulic, tetapi kali ini peluang dibangun melalui aksi Berguinho. Ia merebut bola di wilayah sendiri, lalu menggiringnya dengan cepat melewati lapangan. Pergerakan itu membawa Persib maju dan menciptakan situasi dua lawan dua di area pertahanan Melbourne.

Setelah menarik perhatian pemain lawan, Berguinho mengirim umpan terobosan yang tepat ke jalur lari Sekulic. Penyerang tersebut menyambut bola dan menuntaskan peluang menjadi gol. Skor berubah menjadi 2-0, sementara Sekulic mencatatkan dua gol dalam pertandingan tersebut. Serangan balik itu menunjukkan bagaimana Persib mampu memanfaatkan ruang yang tersedia ketika Melbourne kehilangan penguasaan bola.

Dalam keadaan tertinggal, Melbourne lebih banyak menguasai bola dan berupaya menekan pertahanan Persib. Mereka melepaskan 10 tembakan pada babak kedua, tetapi seluruh upaya itu tidak menghasilkan gol yang mengubah skor. Persib tetap menjaga organisasi pertahanan dan mempertahankan keunggulan hingga waktu normal berakhir. Wasit memberikan tambahan waktu selama tiga menit, dan tidak ada gol tambahan hingga laga selesai. Hasil tersebut memastikan kemenangan Persib dengan skor 2-0, berkat dua penyelesaian Sekulic yang lahir dari kelengahan pertahanan Melbourne dan serangan cepat yang dibangun Berguinho.

Kemenangan Persib atas Melbourne Victory memberi dampak langsung pada peta persaingan Grup E. Tim asal Bandung itu kini mengoleksi sembilan poin dari tiga pertandingan, hasil tiga kemenangan beruntun. Catatan tersebut menempatkan Persib di puncak klasemen dengan keunggulan lima angka atas Melbourne Victory yang berada di posisi kedua dengan empat poin. Persib juga belum kebobolan dalam tiga laga, sebuah catatan yang memperkuat posisi mereka sekaligus menunjukkan solidnya pertahanan sejauh ini.

Di bawah kedua tim tersebut, FC Seoul mengumpulkan tiga poin, sementara The Cong-Viettel belum meraih angka. Pada pertandingan grup lainnya yang berlangsung pada hari yang sama, FC Seoul menang telak 5-0 atas tuan rumah The Cong-Viettel di Hanoi. Hasil itu membuat persaingan untuk posisi berikutnya tetap terbuka, meski jarak Persib dengan para pesaing di bawahnya kini cukup lebar. Kemenangan atas Melbourne pun membuka peluang Persib untuk melangkah ke babak 16 besar. Namun, fase grup belum selesai: masih ada tiga pertandingan tersisa yang harus dijalani, sehingga kepastian lolos belum dapat dianggap tuntas.

Persib menggunakan formasi 5-3-2 dengan Fitrah Maulana sebagai penjaga gawang. Lini belakang diisi Eliano Reijnders, Danijel Loncar, Patricio Matricardi, Júlio César, dan Sandy Walsh. Thom Haye, Gakuto Notsuda, serta Adam Alis mengisi sektor tengah, sementara Berguinho berduet dengan Balsa Sekulic di lini depan. Susunan ini menjadi kerangka tim yang meraih kemenangan dan menjaga posisi teratas Grup E.

Melbourne Victory tampil dengan formasi 4-2-3-1.