TNI  

Dandim 0808/Blitar Bersama Kapolres Tinjau Kebakaran Hutan Gunung Butak Lewat Pantauan Udara

Blitar – Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Virlani Arudyawan, S.H., M.M., M.H.I., bersama Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution, S.I.K., M.H., melaksanakkan peninjauan langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak Desa Ngadirenggo Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar, pada Senin (14/9/2026). Peninjauan ini dilakukan guna memantau sebaran titik api serta mematangkan langkah mitigasi penanganan kebakaran.

 

Kegiatan peninjauan yang berpusat di Puncak Wukir Negoro tersebut turut dihadiri oleh jajaran perwira Polres Blitar, termasuk Kapolsek Wlingi AKP Kushartono, S.H., para Kasat Polres Blitar, perwakilan BKPH Wlingi Abed Niko Sitio beserta anggota, perwakilan BPBD Kabupaten Blitar Wahyudi, S.T., M.M., Kasun Sirahkencong Dwimey, serta personil gabungan Kodim dan Polres Blitar. Rombongan Dandim tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB, disusul kedatangan Kapolres Blitar pada pukul 11.00 WIB.

 

Dalam aksi tanggap darurat ini, pemantauan titik api di kawasan lereng dan puncak Gunung Butak dilakukan memanfaatkan teknologi camera drone. Berdasarkan hasil pencitraan udara dan koordinasi lapangan, pergerakan titik api terpantau berada di antara Pos 4 menuju Pos 3, tepatnya melanda petak 13 dan petak 38. Pengawasan intensif terus ditingkatkan guna mencegah munculnya titik api susulan yang berpotensi meluas.

 

Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Virlani Arudyawan menjelaskan bahwa medan menuju lokasi kebakaran tergolong amat berat, dengan estimasi waktu tempuh jalan kaki dari Dusun Sirahkencong mencapai kurang lebih 10 jam. Oleh karena itu, skenario pemadaman udara sedang disiapkan. Berdasarkan koordinasi dengan BPBD, direncanakan opsi pemadaman menggunakan teknik water bombing menggunakan helikopter, dengan memperhatikan kelaikan kondisi cuaca pada siang hari.

 

Seluruh rangkaian peninjauan dan koordinasi lintas instansi dalam penanganan karhutla Gunung Butak berakhir pada pukul 12.30 WIB dengan aman, lancar dan tertib. Sinergi antara TNI, Polri, BPBD, Perhutani, dan pemerintah desa setempat terus diperkuat demi memastikan api dapat dipadamkan secara total dan tidak membahayakan pemukiman maupun kawasan hutan sekitarnya (Dim0808).