Berita  

Momen Hangat TMMD 129 Bojonegoro: Ngopi Lesehan di Pinggir Jalan, TNI dan Warga Menyatu Tanpa Jarak

BOJONEGORO, – Di bawah rindangnya pepohonan di pinggir jalan Dusun Mundu, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, tawa renyah pecah di antara debu dan sisa material bangunan.

Tak ada jarak, tak ada sekat kaku. Para prajurit TNI berseragam loreng duduk lesehan di atas tanah bersama warga setempat, menikmati jeda sejenak sembari menunggu truk pengangkut material cor beton tiba.

Pemandangan hangat ini menjadi warna tersendiri dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 di Kabupaten Bojonegoro.

Bagi masyarakat Dusun Mundu, TMMD bukan sekadar proyek pengecoran jalan, melainkan ajang mempererat tali persaudaraan.

Di sela-sela rehat, secangkir kopi hitam dan obrolan santai menjadi peluntur lelah paling ampuh.

Canda tawa mengalir alami antara anggota Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, perangkat desa, hingga warga yang bahu-membahu sejak pagi.

Kepala Dusun Mundu, Hariyono, tak bisa menyembunyikan rasa terharunya saat menyaksikan keakraban yang terjalin setiap hari di wilayahnya.

“Saya merasa senang sekali bisa berbaur langsung dengan bapak-bapak TNI. Mereka selalu penuh semangat memberikan yang terbaik untuk Dusun Mundu,” ujar Hariyono dengan senyum mengembang.

Bagi Hariyono, Momen sederhana ini meninggalkan kesan mendalam yang sulit dilupakan.

“Ini pengalaman yang sangat berharga dan tidak akan pernah terlupakan. Kami bisa bercanda, berbincang, bahkan menikmati kopi bersama di sela-sela pekerjaan. Suasana seperti ini benar-benar menghangatkan hati,” tambahnya.

Hariyono menilai, esensi utama dari pembangunan desa bukan hanya diukur dari panjangnya jalan beton yang berhasil dicetak, melainkan dari seberapa erat hubungan emosional yang terbangun antarmanusia di dalamnya.

Semangat gotong royong yang menjadi ruh TMMD ke-129 ini terbukti hidup dan bernapas di Desa Kesongo.

Kehadiran prajurit tak hanya menghadirkan akses jalan yang mulus untuk roda perekonomian warga, tetapi juga meninggalkan jejak kehangatan persaudaraan yang akan terus dikenang masyarakat Dusun Mundu hingga bertahun-tahun ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *